Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 203 : Tian Yan Yang Menyedihkan


“Shuaaa ...”


Matanya terbuka dan terdiam selama beberapa saat. Tidak ada gairah hidup, hanya rasa ketidakberdayaan yang ada.


“Aku ... selamat?” Tian Yan tidak yakin karena seingat dirinya, seluruh tubuhnya sudah dihancur leburkan, bagaimana dirinya bisa selamat?


[Selamat datang kembali, Host.]


“System ...” Tian Yan merasa lega bahwa System masih bersamanya, “Aku tidak menyangka kau akan ikut denganku ke dunia bawah.”


[... Host salah paham, ini bukan dunia kematian, ini masihlah di Alam Inti Langit dan Host masih hidup meski tanpa tubuh.]


“Aku masih hidup?” Tian Yan melebarkan matanya dan melihat tubuhnya sendiri.


Memang benar, dia masih memiliki tangan dan kaki, akan tetapi, ini bukan tubuh daging, ini jiwa!


“Bukankah jiwa tidak bisa bertahan lama jika terputus sangat lama dari tubuh daging?” tanya Tian Yan dengan nada yang tenang, tidak ribut seperti sebelumnya, sikapnya benar-benar berubah setelah kejadian terakhir kali.


[Lihat kalung permata merah di leher Host, itulah yang membantu menjaga jiwa Host agar tidak sirna setelah terpisah dari tubuh daging.]


[Sebenarnya bukan karena itu saja, tetapi karena system juga telah membeli pelindung jiwa kualitas tertinggi menggunakan semua Poin Langit yang dimiliki karena saat itu jiwa host terluka cukup parah.]


“...” Tian Yan diam-diam termenung. Meski bingung kenapa kalung ini bisa menjaga jiwanya, Tian Yan lebih bingung lagi kenapa kalung ini tidak hancur di bawah kekuatan dahsyat milik sosok yang mengendalikan Huang Yun.


“Ayah ... Ibu ... Sebenarnya kalung apa ini?” gumam Tian Yan— Tak ia sangka kalung peninggalan orang tuanya yang ia temukan di ruang bawah tanah kampung halamannya akan memiliki daya tahan sebesar ini.


“Bahkan setelah meninggal, kalian tetap menjagaku ...” Tian Yan masih melamun di tempat, memang benar bahwa kasih ibu sepanjang masa, dan kasih sayang ayah sangat luar biasa.


“Hmm ...” Tian Yan menggenggam erat kalung permata merah itu dan merasakan kehangatan ayah dan ibunya.


Setelah begitu selama beberapa saat, Tian Yan pun menyudahinya dan memutuskan untuk melihat di mana dirinya saat ini.


Jika dilihat, ini jelas adalah sebuah ruangan berbentuk kubus yang setiap sisinya terbuat dari logam berwarna biru.


Di tempat ia berdiri saat ini, ada lingkaran rune berwarna biru yang berguna untuk menjaga juga menghangati tubuh jiwanya.


“Siapa yang menyelamatkanku? Dan di mana ini? Mungkinkah ...”


[Benar, yang menyelamatkan Host adalah Xun Die. Setelah menyelamatkan Host, ia pun membawa Host ke Gerbang Cahaya Suci.]


“Gadis itu ... dia menyelamatkanku.” Tian Yan tertegun sejenak, “Aku mungkin harus berterima kasih padanya—” ucapannya terpotong setelah dirinya menginjakkan kaki keluar dari rune yang membatasi dirinya.


Tit ... Tit ... Tit ...


“Sial, ada apa?” Tian Yan tidak panik dan menarik langkahnya kembali.


Gubrak!...


Pintu masuk dibuka dengan keras, dan seorang wanita cantik bergegas masuk untuk menatapnya.


Ia memandang Tian Yan, dan Tian Yan memandangnya. Keduanya sama-sama tidak tahu harus berkata apa.


“Ka-Kau ...” Tian Yan memiliki perasaan kurang enak, karena wanita ini adalah Bai Qing Ye!


Bai Qing Ye, sama seperti Tian Yan, dia juga tidak tahu harus mengatakan apa selain hanya bisa meneteskan air matanya.


“Suami!” Ia bergegas mendekati Tian Yan dan memeluknya sembari menangis bahagia.


Meski tubuhnya saat ini hanya tubuh jiwa, tapi Tian Yan dapat merasakan kehangatan pada tubuh Bai Qing Ye yang membuat hatinya menjadi tidak tega.


“...”


Tian Yan menyadarinya ... Apa ini kebahagiaan?


Dirinya selalu mencari kebahagiaan (Huang Yun), tapi merasa sangat sulit, sampai bahkan dirinya hampir meninggal, apa gunanya?


Secara perlahan, ambisi besar pemuda itu mulai lulur secara perlahan, mungkin karena lelah dan letih, sehingga ia mulai menyerah pada beberapa tujuannya.


[...]


System tidak merespon, meski tahu ini salah, akan tetapi ini adalah kehendak Tuannya, selama itu kehendak Tian Yan, dia akan mengikutinya.


Secara perlahan ... pemuda itu ... mulai sesat.


Apakah dia masih bisa kembali ke dirinya yang sebenarnya? Atau memilih menyerah selamanya?


•••


Beberapa bulan kemudian.


Tian Yan yang sedang asik bercengkrama bersama Bai Qing Ye di ruangan itu, akhirnya dikejutkan dengan kemunculan Xun Die di tempat tersebut.


Matanya menyoroti Tian Yan, akan tetapi dia mengernyitkan keningnya setelah merasa ada yang berubah pada diri Tian Yan. Seolah dia lebih tenang daripada sebelumnya.


“Lama tidak bertemu, Tian Yan.” Xun Die tersenyum meremehkan, “Tak menyangka kau akan jatuh ke titik ini.”


“Senior Die ... suami baru mengalami bencana, kenapa kau mengatakan hal seperti itu?” Bai Qing Ye merasa tidak terima dengan sikap Xun Die yang seperti meremehkan Tian Yan karena kini sudah tidak memiliki kultivasi.


“Tidak apa, Qing Ye.” Tian Yan menghentikannya, lalu mendongak ke arah Xun Die, ia berkata: “Aku sangat berterima kasih karena kau sudah menyelamatkanku.”


‘Apa-apaan ...’ Xun Die geram dalam hatinya, dia tidak pernah berpikir sifat dan perilaku orang yang ia anggap saingan ini akan berubah seperti itu.


“Kau berubah ...” Xun Die berkata, “Kau seperti ... tidak memiliki semangat bela diri.”


“Senior!”


“Qing Ye, jangan berteriak padaku. Jika bukan karenaku, kau tidak akan bisa bertemu dengan bajingan tidak bertanggung jawab ini!” lugasnya.


“Tetap saja ...”


“Tidak, apa yang kau katakan benar ...” Tian Yan menatap mata Xun Die yang penuh dengan rasa kesal padanya, “Aku memang salah.”


“Kau ...” Xun Die menggertakkan giginya, dia yakin jika ini Tian Yan yang dahulu, ia pasti akan marah, tapi Tian Yan saat ini sangat berbeda!


“Sial, aku menyesal menganggap orang sepertimu sebagai sainganku!” ucapnya sambil melemparkan sebuah pil berwarna coklat tua dan pergi begitu saja dari sana.


“Rekan Taoist ...” Kali ini bukan Xun Die, melainkan Xie Yun. Ia masuk dan membungkuk, “Terima kasih atas penyelamatan yang anda lakukan setahun yang lalu! Juga, maafkan sikap Saudari Senior, dia tidak bermaksud seperti itu, dia hanya ingin menyemangatimu!”


“Xie Yun, omong kosong apa yang kau ucapkan?!” Suara Xun Die terdengar marah dari kejauhan, membuat gadis Xie Yun menjadi ketakutan.


“Ughh, aku pergi dahulu, sampai jumpa!” Ia membungkuk lagi, lalu pergi meninggalkan tempat Tian Yan dan Bai Qing Ye berada.


“Hah ...” Tian Yan tersenyum kecut, tidak menyangka dirinya akan memiliki hari seperti ini dalam kehidupan.


“Suami, jangan terlalu pedulikan apa yang Senior katakan, kau tahukan, sifatnya memang blak-blakan seperti itu.”


“Sekarang murnikanlah pil yang diberikan oleh Senior Die. Dengan pil itu, kau bisa membuat tubuh daging seperti sebelumnya, dan kita bisa ...” Wajahnya memerah, membuat Tian Yan tertawa kecil dalam hatinya, otak wanita ini memang tidak berubah.


“Aku akan memurnikannya, kau tunggulah aku di luar.


“Ya!” jawabnya sebelum akhirnya melangkahkan kaki menuju luar ruangan.


“Xun Die pasti kecewa padaku ...” Tian Yan tersenyum pahit, tapi beginilah keputusannya, dia sudah sangat lelah untuk maju.


[Apa Host yakin?]


•••


Bersambung! Jangan lupa like, comment, dan share :)