Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 184 : Battle IV


"Masih kurang, Hyahhhhhhhh!!" Tian Yan berteriak dengan lantang, layaknya seorang manusia yang ingin berubah menjadi super saiyan.


Bang!


Selanjutnya kekuatan elemen api miliknya pun bergabung di dalam domain itu.


"Apa kau sudah selesai berteriak?" Shen Yang menghilang di tempat dan muncul kembali di depan Tian Yan dengan ayunan pedang dari bawah ke atas.


Sringgg!


Evil Emperor's Eye miliknya bersinar sedikit, alhasil gerakan Shen Yang pun terbaca dan dia mengangkat dagunya ke atas.


Sringggggg ...


Tebasan Shen Yang hanya memotong udara kosong, tidak mengenai badagu Tian Yan sama sekali, ini artinya Tian Yan sudah lebih dahulu membaca gerakannya.


"Terbuka!" Tian Yan menunduk sedikit setelah berhasil menghindar tebasan itu, lalu dengan tangan sedikit masuk ke belakang, Tian Yan pun menebarkan tidaknya secara horizontal ke arah perut pihak lain.


Sreetttttt~!


"Apa?!" Tebasan Tian Yan berhasil menebas perutnya, tapi hanya memotong sedalam tiga centi meter sahaja sebelum akhirnya ditahan oleh Martial Qi pihak lain, ini membuktikan bahwa Tian Yan masih belum bisa menembus pertahanannya secara penuh.


"Mata ini adalah masalahnya yah!"


Suara Shen Yang mengejutkan Tian Yan untuk memaksa mendongak dan menyaksikan ujung pedang logam itu tengah menukik ke arah mata putihnya.


Sreettttt!!


Tepat pada detik-detik pedang itu hampir menusuk matanya, Tian Yan buru-buru memiringkan kepalanya ke samping kanan, akan tetapi karena masih agak lambat justru bagian pipinya yang terkena luka gores dari tusukan pedang tersebut.


'Sial, itu hampir saja.'


Aku segera membuang pedangku dan berbalik badan, sejajar di depan pria itu.


*Setttt*


Aku muncul kembali dan mengambil pedangku yang masih melayang di udara, lalu memandang ke bawah, ke arah kawah lubang dengan tatapan serius.


Setelah debu mulai mengendap, Tian Yan pun mengernyikan keningnya karena ia masih belum melihat tanda-tanda Shen Yang akan keluar dari sana.


'Dia tidak mungkin sudah mati,' pikir Tian Yan, sebab sampai saat ini dia belum mendengar notifikasi dari Sistem.


"Hei, keluarlah!" Tian Yan berteriak lantang sambil menerjang turun ke dalam kabut debu yang menguap.


Swupppp ...!!


"Nyalimu cukup besar rupanya." Suara dingin Shen Yang membuat jantung Tian Yan berdegup kencang, ketika dia menoleh ke kiri, Shen Yang justru berada di sampingnya dan meninjunya hingga menabrak gunung-gunung di sebelah utara.


Hancur! Hancur! Hancur!


"Hyahhhhhh ..." Tian Yan segera mengatur posisi dan menerjang balik dengan mulut yang bercucuran darah.


"Sial, dasar pak tua!" Tian Yan berdecak kesal, dia sudah tidak mau meremehkannya lagi.


"Aku akan memberitahumu sesuatu yang bagus!" berkata seperti itu, Tian Yan pun menghunuskan pedangnya ke samping sambil terbang ke depan.


Selama dia terus melesat ke satu arah, pedang miliknya secara terus-menerus menyerap energi spiritual yang ada di sekitar, Ia jelas ingin menggunakan 'Teknik Pedang Penghancur Benua'.


Shen Yang yang langsung tahu bahwa Tian Yan ingin melakukan serangan penghabisan, dia juga tak mau kalah.


Sretttt ... Ia merobek maju dan berteriak, "Hyahhhhhhhhh ... Hyahhhhhhhhh!!"


Teriakannya bagai angin ****** beliung menghancurkan gunung-gunung di sekitar dan membuat langit menjadi gelap seolah hari kiamat akan datang.


[Bersambung!]