Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 115 : Pembuatan Array


Sudah 2 Minggu berlalu sejak saat itu, dan kini adalah hari di mana Jian Yong kembali bersama dengan tangkapannya, siapa lagi kalau bukan Seng Seng?


Jian Yong mendarat turun ke depan Istana Utama, dan langsung melemparkan Seng Seng yang tengah dalam kondisi tidak sadarkan diri (karena mantranya) hingga tersungkur ke depan Tian Yan.


"Urghhhh ..." Seng Seng mulai secara perlahan sadar dan langsung matanya melihat ke sekeliling (tidak ke belakang), hingga akhirnya matanya terfokus pada Bing Hua tang begitu cantik dan mempesona, apalagi paha putih bagaikan giok murni itu, seketika lelaki paruh baya itu langsung tidak bisa menahan hasratnya.


"Bajingan!" Tian Yan maju ke depan Bing Hua dan memelototi Seng Seng dengan tatapan dingin.


Adapun Bing Hua, dia sangat senang karena Tian Yan membelanya, baginya ini sangat enak.


"Siapa kau?—" Seng Seng baru saja ingin memarahinya, tapi Jian Yong yang ada di belakangnya langsung menekan punggungnya hingga tersungkur ke depan kaki Tian Yan lagi.


"Siapa?!" Seng Seng langsung menoleh ke belakang, namun seketika matanya menjadi menyusut dan penuh teror, "Se-Se-Senior!"


Seng Seng buru-buru merangkak ke arahnya dan memohon ampun, tapi Jian Yong tidak mempedulikannya, hanya mendengus dingin dan menendangnya sampai kembali ke bawah kaki Tian Yan.


"Senior, kenapa?" Seng Seng memegang pipinya dengan perih, tendangan barusan berasal dari Origin King Lapisan 2, untuk Origin King Lapisan 1 sepertinya sangat menyakitkan.


"Kau masih bertanya!" Jian Yong mendengus kesal.


'Apa maksudmu?!' Seng Seng lebih bingung.


Buru-buru dia menggunakan kemampuan otaknya untuk memikirkan jawaban, hingga dia sampai pada kesimpulan yang mengejutkan.


Dia mulai menatap ke sekitar, dan tatapan semua orang hanya tertuju padanya, seolah menekan dirinya dengan ratusan gunung di bahunya.


'Tidak mungkin, bukan?'


Secara perlahan Seng Seng menoleh dan mendongak ke arah Tian Yan. Di tempat ini, hanya Tian Yan lah yang memiliki aura paling mendominasi, seolah dia pemimpin.


Gluph ...


Seng Seng menelan air liurnya.


Dia semakin yakin dengan pemikirannya.


"Maafkan aku, Tuan muda. Aku buta dan tidak bisa melihat gunung yang begitu tinggi!" Seng Seng sujud sampai ke tanah, membuang semua harga diri Origin Kingnya.


"Ckkk!" Jian Yong melihat sujud darinya kurang sempurna, jadi dia pun datang dan tambah menginjak punggungnya.


Puakkk ...


Beberapa saat kemudian, melihat Seng Seng yang sudah tidak berdaya Jian Yong pun melepaskan injakan kakinya dan membiarkan seng seng untuk berdiri.


Ketika Seng Seng baru saja berdiri, Tian Yan pun langsung menagihnya.


"Berikan cincin ruangmu!"


"Apa?!" Ekspresi Seng Seng menjadi memburuk seketika. Sudah jadi budak, sekarang pun dirampok?


"Cepat!" Tian Yan memaksanya.


"Ba-Baik!" Dengan terpaksa Seng Seng langsung melepaskan cincin ruang yang ada pada carinya, dan dengan tangan yang gemetar karena kurang ikhlas, ia pun memberikannya kepada Tian Yan.


"Lambat!" Tian Yan terlebih dahulu langsung merampasnya dan menatap cincin ruang itu dengan semangat.


"Bawa dia pergi."


"Enn!"


Jian Yong mengangguk sebelum akhirnya menarik Seng Seng untuk pergi menjauh.


"Semua orang juga kembalilah pada tempatnya!" ucap Tian Yan setelah melihat Jian Yong serta Seng Seng telah terbang menjauh.


***


Dua bulan kemudian, di dalam Hutan Kabut, tapi berjarak sekitar 100 mil dari Sekte Naga Giok, sebuah tempat di mana hanya ada hutan yang sangat lebat, Tian Yan berhasil menyelesaikan Array yang dia baru saja buat sendirian.


"Fiuhhh ... ini sudah cukup! Aku menghabiskan 50 miliar untuk melakukan ini semua."


Tidak ada yang tahu jelas apa yang dilakukan oleh Tian Yan, sebab yang dia lakukan pun sangat sembunyi-sembunyi dari orang-orang.


Tapi sebenarnya apa yang dia kerjakan selama dua bulan ini adalah menyelesaikan array Octagram Territory dan array Dome of Fire.


"Sekarang hanya perlu menunggu siapa yang ingin menguji coba kekuatan ini dari array ciptaanku, hehe." Tian Yan tersenyum jahat.


Sekarang hanya perlu menangkap orang-orang yang datang ke sini lalu menyandera mereka.


"Tapi yah ..." Tian Yan memandang ke langit, "Ntah kenapa aku merasa semuanya tidak akan berjalan begitu lancar."


***


Tak lama, sudah satu setengah bulan berselang semenjak kedatangan Seng Seng di Sekte Naga Giok.


Dan harinya pun tiba!


Sejenak seluruh situasi Hutan Kabut seperti menjadi sangat sunyi, namun ada tatapan-tatapan merah darah yang mengintip-ngintip dari balik hutan yang lebat, mereka adalah para Naga Palsu yang ditugaskan oleh Tian Yan.


Ketika melihat kedatangan manusia-manusia asing menggunakan Kapal Terbang di atas wilayah mereka, entah kenapa para naga palsu merasa seperti direndahkan, meski begitu mereka hanya bisa tunduk pada apa yang sudah dikatakan Tian Yan, yaitu tetap tenang.


Jika mereka bertindak ceroboh maka rencananya sudah diatur oleh Tian Yan akan bisa-bisa runyam atau salah jalan.


Pada salah satu puncak pohon yang tinggi di tengah-tengah hutan, seorang wanita bertubuh montok sedang berdiri di cabang pohon sambil melihat ke arah kejauhan.


Dia adalah Long Gumo, wanita dari Jian Yong yang saat ini menjawab sebagai komandan Naga Palsu, sebab Panglima Naga Palsu adalah Long La dan Long Li.


Ranahnya sendiri adalah Monster Field Lapisan 2, bisa dibilang dia lemah, tapi tidak begitu lemah.


Pada tatapan matanya, dia melihat bahwa ada sekitar 20 kapal terbang yang memasuki wilayah hutan kabut, masing-masing dari kapal terbang itu adalah artefak tingkat Origin Field Peringkat Tinggi.


Jelas kecepatan awal terbang itu sangat cepat jadi dia menilai seperti itu.


"Hmm ..."tanpa sengaja Long Gumo mengalihkan pandangannya ke arah belakang kapal-kapal itu dan dari kejauhan ia melihat ada setitik hitam yang terbang ke arah tempat mereka.


"Kapal terbang yang lain?" Long Gumo mengerutkan keningnya. Tapi sesuatu yang lebih mengejutkan terjadi lagi.


Tak lama setelah ia melihat titik hitam itu titik-titik hitam dari sisi-sisi yang lain pun muncul dan dengan berlalunya waktu titik-titik hitam itu mulai memperlihatkan jelas wujudnya yakni kapal-kapal terbang dan jumlahnya sekitar hampir ratusan.


"Ini ... apa yang terjadi?" Long Gumo menjadi sedikit ketakutan karena ada begitu banyak Kapal Terbang yang mengarah ke arah mereka.


"Aku harus segera melapor pada Tian Da Jun!"


Tepat ketika Long Gumo baru saja ingin berbalik dan pergi tiba-tiba saja sesosok muncul di sampingnya dan memegang bahunya.


"Aiye? Nyonya cantik, kau mau ke mana?" Seorang lelaki paruh baya tersenyum kepadanya.


"Lepaskan!" Dia langsung buru-buru menekan tubuh lelaki paruh baya itu untuk menjauh, lalu membuka jarak darinya.


"Wanita itu sangat montok, berikan saja kepada Tuan Muda ini." Suara seorang lelaki muda yang berada di salah satu Kapal Terbang terdengar dengan sangat sombong dan rasa angkuh, seolah menganggap Long Gumo hanyalah benda yang bisa dia beli.


"Hahaha, Tuan muda sepertinya menyukaimu, bersyukurlah!" Lelaki paruh baya itu mengelus jenggotnya yang seperti segitiga terbalik itu, lalu melihat Long Gumo dari bawah ke atas, "Auramu berbeda, Naga Palsu yah ..."


"Kau tidak perlu tahu!" Long Gumo buru-buru meloncat ke arahnya dan mengatupkan tinjunya. Seketika tinjunya berubah menjadi seperti sisik dan cakar naga, lalu ia ayunkan ke arah wajah lelaki paruh baya tersebut.


"Upps ..." Dengan gerakan sederhana lelaki paruh baya itu berhasil menghindarinya, membuat Long Gumo menjadi kaget.


'Origin Field Lapisan 3!' Long Gumo berseru dalam hatinya. 'Ini bukan lawanku!'


'Apa yang harus aku lakukan?'


'Haruskah aku menyuruh Naga Palsu untuk menghambatnya agar aku bisa melarikan diri?'


'Tidak!'


Tapi dia kembali ragu lagi. 'Jika aku mati di sini ... aku tidak akan bisa bertemu dengan Tuan Jian ...'


'Lindungilah Hutan Kabut! itulah perintah dari Tian Da Jun!' Tiba-tiba Long Gumo teringat perintah yang pernah disampaikan oleh Long La kala itu.


'Benar ...' Long Gumo memperbaiki posisinya kembali, 'Maafkan aku Tuan Jian ...'


"KALIAN SEMUA! BUNUH MEREKA SEMUA, KITA HARUS MENJAGA HUTAN KABUT INI!"


Suara Long Gumo sangat lantang hingga terdengar bermil-mil jauhnya dari tempat ini, untuk sejenak, Hutan Kabut yang awalnya seperti rumah hantu itu mulai bergetar dan sekelompok Naga Palsu bermunculan dari berbagai arah dalam wujud asli mereka.


"ROOOARRRRRR~!!"


[Bersambung!]