
"Hugh, lakukanlah!"
"Baik ..." Tian Yan mulai memandang mereka semua yang berada di atas rumah pohon mereka. 'Elf benar-benar tidak melahirkan keturunan yang jelek, wajah mereka benar-benar kualitas terbaik di dunia manusia.'
"Mari kita lihat ..." Tatapan Tian Yan akhirnya terjatuh pada Elf yang berada di rumah pohon paling sebelah kiri, dan berkata kepada, "Kau sepertinya mengalami kebahagiaan beberapa hari yang lalu, dan kau masih senang sampai sekarang."
"!!!" Perkataannya membuat Elf itu menjadi terpana, dan sulit untuk berkata-kata.
"I-Itu memang benar, istriku baru lahiran 12 hari yang lalu, jadi aku sangat berbahagia sampai sekarang," ungkapnya.
"Wuahh ..." Banyak Elf yang terkejut, dan beberapa langsung mengajukan diri mereka.
"Manusia, coba lihat aku!"
"Aku juga! Aku juga!"
"Baiklah ..." Tian Yan tersenyum santai dan menatap Elf yang lain, "Kau sepertinya mengalami keragu-raguan belakangan ini?"
"..."
"Bagaimana kau bisa tahu?" Dia menjadi ngeri, dia memang memiliki keragu-raguan yang sangat sulit dihadapi, yakni dia ingin mengambil seorang janda dari Klan lain, tapi teman-temannya mengatakan untuk mencari gadis saja.
"Kalau kau ..." Tian Yan memandang ke Elf yang lain, "Kau sepertinya sedang marah akan sesuatu."
"Gluph ... itu benar. Aku memang sedang marah karena Babi Bakarku dimakan oleh adikku," jelasnya.
"Benar lagi ..." Untuk sejenak banyak Elf yang menatap Tian Yan dengan kagum, mampu melihat emosi seseorang, itu merupakan sesuatu yang sangat misterius.
"Apa anda sudah percaya?" Tian Yan berbalik dan mengalihkan pandangannya kepada lelaki paruh baya itu. "Aku datang ke sini juga karena aku melihat penglihatan tadi malam."
"Penglihatan?"
"Ya, aku melihat bahwa segera, cepat atau lambat, mungkin akan terjadi perang," jawab Tian Yan dengan omong kosongnya sebab dia hanya berbohong.
"Perang ..." Pihak lain mengernyitkan keningnya, "Bagaimana kau bisa mengetahui hal rahasia ini!"
'Eh?' Tian Yan memandangnya dengan aneh.
Apa perkataanku benar?
Tidak, Tidak, Tidak mungkin!
"Bocah, kau tampaknya benar-benar Utusan Dewa, meragukanmu lebih jauh hanya akan membuat Klan Elf ku dikutuk, jadi ..." Lelaki paruh baya tersebut secara perlahan mendarat di hadapan Tian Yan dan berkata kepadanya, "Ini sepertinya takdir, mungkin saja Dewa ingin Yue'er hidup denganmu."
"Ughh? Emm ... yah!" Tian Yan tersenyum canggung. Dia sedikit tidak menyangka akan semudah ini mengelabui seorang Origin King Lapisan 3.
"Ayo, aku akan membawamu menemui Yue'er."
"Enn."
Saat keduanya hendak berbalik badan dan berjalan ke satu arah, tiba-tiba saja terdengar suara keberatan dari belakang.
"Kepala Klan, ini tidak adil! Bagaimana anda bisa mengizinkan manusia masuk ke dalam Klan Elf Suci?! ini benar-benar hal yang memalukan!"
Yang berteriak, bukan lain dan bukan tidak adalah Elf muda yang sebelumnya memang Tian Yan dengan anak panahnya.
"Ckkk, Ang Lu, jangan mengajariku mengenai peraturan, akulah aturan di tempat ini!" Lelaki paruh baya itu berdecak kesal, dia jelas tahu kenapa Ang Lu kelihatan tidak senang dengan Tian Yan.
Sejak kecil, Ang Lu merupakan salah satu dari para anggota Klan Elf Suci yang sangat mengagumi kecantikan Jiao Yue, dan dia bahkan sudah menunggu selama ratusan tahun.
Hanya saja hal yang tidak terduga terjadi, rupanya Jiao Yue sudah mempunyai hubungan dengan seorang manusia, dan itu diungkapkan oleh Jiao Yue ketika diadakan pesta untuk kepulangannya.
Bagaimana dia tidak sakit hati? Penantian selama bertahun-tahun seolah menjadi hilang. Tapi meski begitu, dia tidak menyerah, bahkan dia sudah mengajukan diri kepada Ayah dari Jiao Yue, bahwa dia akan menikahi Jiao Yue untuk menutupi aib Klan Elf Suci, dan tentu saja hal itu disetujui tapi sekarang ...
Bukankah ini pelanggaran? Ayah dari Jiao Yue justru sekarang bahkan ingin mempertemukan saingannya dengan Jiao Yue secara langsung! Bagaimana dia bisa menerimanya?
"Pokoknya anda tidak boleh melakukan hal itu, hanya aku yang layak, apa yang Origin Field Lapisan 5 sepertinya layak? aku bisa mengalahkannya dalam beberapa detik!" Sambil berkata-kata, Ang Lu langsung menarik tali busur lalu muncul sebuah panah emas pada busurnya.
Swoosh~!
"Ang Lu—" Lelaki Paruh baya di samping Tian Yan baru saja ingin menggunakan kekuatannya untuk melindungi Tian Yan, akan tetapi dia melihat Tian Yan sudah lebih dahulu berbalik dan menaikkan jari telunjuknya.
Tup!
Anak panah dengan kekuatan penghancur yang sepertinya merupakan kekuatan terkuat dari Ang Lu berhasil ditahan menggunakan jari telunjuk, bahkan tidak menimbulkan luka sedikitpun pada kulit indah Tian Yan.
"Kau menganggapku saingan? aku tidak." Tian Yan hanya berkata dengan santai, dan seketika anak panah itu langsung dibekukan menggunakan kekuatan Prinsip Es.
"Pergilah, ketakutanlah, aku akan membiarkanmu kali ini demi wajah Kepala Klan."
"Grrrr ..." Ang Lu hanya bisa terdiam tak berkutik ketika mengalami penghinaan seperti ini.
"Ckk, itu benar-benar memalukan, dia ingin bertindak keren, tapi justru kalah."
"Ya, kurasa manusia itu lebih layak bersama Nona Muda."
"Aku setuju!"
"Kalian ..." Ang Lu benar-benar sudah kehilangan wajah sekarang, dengan penuh rasa malu dia hanya bisa mengutuk Tian Yan sebelum akhirnya pergi dari tempatnya dengan menaruh dendam kepadanya.
"Tian Yan, lupakan tentang dia, ayo ikuti aku."
"Baik."
***
Dalam kedalaman hutan yang luas, terdapat sebuah danau yang membentang berbentuk Hexagonal, dan ditengah-tengahnya terdapat sebuah gubuk tua yang di dalamnya terdapat seorang wanita cantik bertubuh montok yang sedang fokus dalam kultivasinya.
Jiao Yue!
Jiao Yue secara perlahan membuka matanya yang terlihat agak lesu, meski tempat ini kelihatan seperti gubuk tua, tapi array yang melindunginya sangat kuat, sehingga dirinya tidak mampu keluar dari sini.
Tapi meski begitu hatinya tetap tenang, karena dia yakin, akan datang seorang penolong kepadanya.
Jika dikatakan untuk menguji kesabaran, maka mungkin Jiao Yue jauh dan jauh di atas Tian Yan, selama perjalanan hidupnya dia sudah melalui banyak rintangan tapi solusinya adalah dia harus bersabar dan menunggu kesempatan. Hatinya tidak pernah ragu, sebab dia sangat percaya kepada sosok yang dia sembah.
"Dewi Ji, tolong percepat langkah kakinya ... agar kami berdua bisa bertemu segera mung ... kin—"
"Yue!"
Gelombang suara yang sangat familiar langsung dikirimkan melalui telinganya ke dalam telinganya, untuk sejenak Jiao Yue seperti mesin yang nge-Freeze, dia tidak bisa merespon selama beberapa saat karena tidak menyangka permohonannya akan secepat ini terjawab.
"Tuan!" Jiao Yue tersenyum bahagia, dan buru-buru bangkit berdiri.
[Bersambung!]