Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 211 : Melawan Ular


Mata Tian Yan terbuka dan dia beranjak bangkit berdiri dari tempatnya.


Shuaaa ...


Tian Yan mendongak dan melihat ke atas, dia tahu bahwa mereka akan datang.


“Keluarkan pedang, System.” Tian Yan tahu ini tidak akan mudah, jadi ia pun meningkatkan kewaspadaan dan keseriusannya.


“Aku rasa kau akan menjadi hidangan pembuka yang bagus!” Tian Yan menatap tajam kepada seekor ular yang sedang menerkam dari langit di atas, menuju ke arahnya.


Sheesh ...


Tubuh ular itu berubah seperti per di udara, lalu dengan cepat ia menukik lurus ke bawah bagai sebuah panah yang ditembakkan oleh ahlinya.


Swoosh ...


Tappp!


Tian Yan meloncat dari tempatnya sambil mengibaskan pedangnya untuk memotong kepada sang ular berwarna putih dengan corak emas tersebut.


“Haaaa ...” Mulutnya terbuka lebar untuk menonjolkan kedua taringnya keluar yang digunakan sebagai perisai dalam menghadapi tebasan yang dilakukan oleh Tian Yan.


Dengggg!


“Ughh ...” Tian Yan bisa dengan jelas merasa bahwa taring ular putih ini sama kuatnya dengan artefak Sovereign seperti yang ia pegang.


“Sangat kuat, yah!” Tian Yan menarik kembali pedangnya— Ketika ia hendak menyerang lagi, ekor sang ular sudah mengibas tubuhnya dan mementalkannya kembali ke bawah.


Bangg!


“Bocah!” Qing Jia berteriak dengan sedikit rasa khawatir.


“Tidak apa!” Tian Yan memberikan jempol dari dalam lubang yang dibuatnya sebagai kejutan bagi Qing Jia dan yang lain.


“Dia tidak terluka!” seru Master Sekte dari Sekte 9 Surga, Tian Wu.


Sama seperti Tian Wu, mereka yang lain juga ikut berseru kaget dan semakin takut dengan potensi yang ditunjukkan oleh Tian Yan.


“Tekan lebih kuat! Kita tidak boleh membiarkan bocah itu melewati semua ujian!” pekik Long Jian sembari meningkatkan kekuatannya sampai batas maksimal yang ia bisa.


Deng! Deng!


Tubuh ular putih tidak hanya berdiam diri di udara, melainkan ikut menyusul turun setelah mengetahui bahwa Tian Yan sama sekali tidak terluka.


Pahpahpah ...


Tian Yan mengepakkan debu di pakaiannya setelah berhasil berdiri, karena selain debu, dia tidak mengalami luka apapun.


Semua berkat Tubuh Saint!


“Tubuh ini benar-benar tak terhancurkan,” gumam Tian Yan. Dia menyadari bahwa tubuh ini benar-benar seperti baja jika lawannya adalah sebuah kayu belaka. “Aku ingin mencoba kekuatan fisiknya, tapi ...” Tian Yan menepis pikirannya itu untuk saat ini.


“Aku akan mencoba Hukum Pedangku,” Tian Yan bergumam sembari memasukkan Niat Pedang ke dalam pedang kelas sovereign miliknya— tak hanya itu, ia juga menyelimuti pedangnya dengan sebuah aura hitam yang merupakan Elemen Kegelapan.


Elemen kegelapan adalah salah satu yang paling mematikan, jadi Tian Yan menggunakannya untuk memperkuat tebasannya.


“Baiklahhhh ...” Tian Yan mengeratkan pedangnya dalam genggamannya seraya meloncat ke atas sekali lagi untuk melawan ular terbesar. Kali ini tidak seperti sebelumnya— “Teknik Langkah Penipu ...” gumamnya menyebut nama teknik yang didapatkan ketika menerobos ranah Martial King saat itu.


Sat! Set! Sat! Set!


Tubuh Tian Yan seperti melompat di atas udara, gerakannya adalah zig-zag, namun cepat seakan-akan ia berteleportasi dari satu tempat ke tempat yang lain dengan maksud mengelabui ular tersebut.


Sat!


Ular itu melirik ke arah kanan, karena dia tahu Tian Yan akan berpindah ke sana.


Swoosh!


Ekornya dikibaskan seolah sudah sangat-sangat yakin Tian Yan akan muncul di titik itu— Sayangnya itu salah!


Tian Yan yang baru saja muncul di sisi kiri justru menghilang dan muncul kembali di atasnya dengan gerakan berputar seperti sebuah gasing yang dimainkan.


“Matilah!”


Tebasan Kegelapan!


Singgggg!!!


Terbelah ... putus!


Aksi pembunuhan ini tercetak jelas di visi semua orang. Membuat mereka berempat semakin takut jika Tian Yan benar-benar melewati kesengsaraan petir.


“Sialan, Qing Jia. Kau memaksa raja ini!” Long Jian berteriak dengan lantang hingga suaranya menyebar ke semua tempat diikuti oleh lolongan naga yang memenuhi semua tempat.


“Roar!”


Auman naga membumbung langit menggelegar ke sekitar, membawa badai yang lebih buruk pada tempat itu karena Long Jian adalah seekor Naga Petir.


“Qing Jia, sebaiknya kau serahkan anak itu daripada aku menghancurkan sekte kecilmu ini!” Long Jian mulai mengecam keras untuk mengancam Qing Jia, seolah-olah dia benar-benar mampu untuk memusnahkan array pelindung sekte yang telah dibuat Qing Jia.


“Kau berani mengancam ratu ini!” Qing Jia mengerutkan kening dan menatap pihak lain dengan tajam, “Jika tidak menjaga bocah ini, aku mungkin sudah merubahmu menjadi anjing jalanan.” Cibiran Qing Jia sepertinya sangat menyengat hati sehingga membuat wajah naga besar itu terlihat hitam seperti arang panci.


“Kau berani!” Ia marah dan melepaskan petir-petir ungu untuk menghantam domain api milik Qing Jia sehingga membuat Qing Jia harus memperkuat domainnya di tempat petir akan menyambar.


“Ini kesempatan!” gumam Tian Wu, serta mereka yang lainnya untuk menggunakan kekuatan penuh mereka dan melarikan diri dari medan gravitasi super kuat yang berada di sekitar domain api.


Deng! Deng!


“Kalian benar-benar ...” Qing Jia ingin marah, tapi kemudian ia menghela nafas untuk menenangkan amarahnya agar tidak naik pitam. “Karena kalian memang ingin bertarung, maka lewati mereka lebih dahulu!” ucap Qing Jia sembari mengibaskan tangannya secara bergiliran ke kiri dan ke kanan, dengan tujuan melemparkan empat bulu phoenix berwarna merah jingga ke tempat keempatnya berada.


Shuaaa! Shuaaa! Shuaaa!


Keempat bulu itu menjadi Kilauan cahaya sebelum akhirnya berubah lagi menjadi sesosok wanita mengenakan hanfu merah panjang yang mirip seperti apa yang dikenakan oleh Qing Jia, termasuk cadarnya.


“Klon?!”


Semua orang dengan cepat menyadari ini, dan sadar bahwa masing-masing dari para klon ini setara dengan Martial Sovereign Tahap Puncak Kesempurnaan.


“Sial, beraninya mengirim cecunguk rendahan ini!” Naga sombong itu segera membuka mulutnya lebar-lebar dan bergegas untuk menelan tubuh salah satu klon ke dalam mulutnya.


Namun, apa yang terjadi? Bukannya diam di tempat, tubuh klon itu justru tiba-tiba menghilang dari tempatnya dan muncul kembali di atas Long Jian dalam wujud Phoenix Api.


“Kiyakkk!” Phoenix Api itu memuntahkan api hitam yang membara keluar dari mulutnya menuju ke arah tubuh naga petir Long Jian.


Ledakan! Ledakan!


Mengabaikan pertempuran mereka, Tian Yan juga fokus pada pertempurannya sendiri.


“Roarrr!” Kali ini yang muncul dari balik awan hitam adalah seekor singa dengan warna yang sama seperti ular sebelumnya.


Singa itu memiliki postur tubuh yang kekar dengan tubuh setinggi 3 meter dan panjang 5 meter, benar-benar menggambarkan sosok yang perkasa dan kuat.


Apakah ia bisa mengalahkannya?!


...Jangan lupa 👍 Bosqu...