
"Cihhh ..." Tian Yan berdecak kesal dan langsung menghunuskan pedangnya ke atas.
"Teknik Pedang ..." Tian Yan mulai bergumam dan seketika energi-energi spiritual dari sekitar mulai terserap masuk ke dalam bidang miliknya, di saat dia mulai berbicara kekuatan energi spiritual di sekitar sudah mulai masuk dengan cepat dan memadatkan dalam bidang sehingga membuat bidang itu kelihatan seperti berwarna ungu kemerahan dan sangat mematikan.
"Penghancur ... Benua!!!!" Tian Yan berteriak dengan suara yang sangat nyaring tepat ketika ia mengayunkan pedangnya ke arah bawah ke arah kumpulan bola meriah yang sedang menuju ke arahnya.
Slashhhhhhh...!!
energi yang dipadatkan dalam pedang itu keluar dari dalamnya membentuk pedang sebesar 20 m dan lebarnya kira-kira 2, pedang energi itu langsung pergi menemui bola-bola meriam, serta membuat ledakan yang sangat dahsyat.
Bang! Bang! Bang!
Teknik pedang yang dikeluarkan oleh Tian Yan menghancurkan seluruh bola meriam seperti memotong kol dan memotong anjing, itu sangat mudah dan tak terhentikan.
Swoosh~!
Sisa serangan dari teknik pedang Penghancur Benua terus melesat ke arah pihak kekaisaran Anliang dengan Niat Pedang pembunuh yang menyelimutinya.
Untuk sejenak wajah semua pihak kekaisaran Anliang menjadi membiru ketika menyaksikan puluhan bola meriam begitu saja dihancurkan oleh pedang raksasa milik Tian Yan yang baru saja dikeluarkan, dan kini bahwa masih ada sisa serangan pihak lain yang lolos.
"Pasang pelindung!" Hugong Liang berteriak dengan suara yang menggebu-gebu agar semua orang keluar dari keterkejutan.
"Baik!" Mereka semua menjawab dengan serentak sebelum akhirnya maju ke depan geladak kapal dan merentangkan tangan mereka ke depan untuk menciptakan gabungan pelindung emas raksasa yang melindungi seluruh sisi depan kapal.
Hron ...
Sebuah pelindung raksasa dikorbankan dengan maksud dan tujuan untuk mengalah serangan pedang mematikan yang dikirim oleh Tian Yan.
"Hyahhhhhh~!!"
Bang!
Dengan gabungan 8 Origin Field Lapisan 6, serangan yang baru saja diluncurkan itu benar-benar mampu menahan serangan mematikan itu tapi serangan itu masih belum menghilang, dan itu bukanlah akhir.
Di atas langit, sosok Tian Yan menghunuskan pedangnya ke atas dan menggunakan teknik pedang yang serupa.
"Penghancur Benua!"
Slash!
"Tidak mungkin!" Hugong Liang menjadi pucat. Dia berpikir bahwa serangan barusan adalah serangan penghabisan, tapi rupanya masih ada lagi!
Seberapa kuat Tian Yan? bagaimana dia bisa melakukannya?! Mengeluarkan dua teknik pedang mematikan dalam satu menit.
"Kalian yang lain, bantu aku!" Hugong Liang memberi perintah kepada 10 Origin Field Lapisan 5 yang ada di setiap kapal, sebelum akhirnya meloncat keluar kapal untuk menciptakan pelindung super besar di sana bersama para Origin Field Lapisan 5.
Bang!
Serangan Penghancur Benua kembali berhasil ditahan oleh mereka, tapi kali ini jelas sangat kesusahan, dan mulai muncul retakan pada pelindung yang dibuat mereka.
"Ughhh ..." Hugong Liang masih merentangkan tangannya ke depan dengan semangat yang tak tergoyahkan. Tapi bukan berarti dia kehilangan fokus kepada Tian Yan yang ada di ...
'Di mana Manusia Naga itu?' Hugong Liang melihat ke satu arah yang seharusnya adalah tempat Tian Yan berada, tapi sayang sekali sosok yang dia cari sudah menghilang.
Seketika Hugong Liang memiliki firasat yang sangat amat buruk dalam hatinya, seperti dia sudah melupakan sesuatu ancaman.
"Itu dia!" Hugong Liang menoleh ke arah Hutan Kabut, maka dilihatlah oleh matanya Tian Yan sedang melarikan diri kembali ke tempat aman.
BOOOOOOMMMMMMM~!!
Ledakan itu sangat dahsyat, dan juga sangat mematikan. bahkan membuat tiannya yang saat ini melarikan diri kini terlempar oleh gelombang kejutnya hingga tiba berpuluh-puluh mil di dalam hutan kabut.
\*\*\*
Sementara itu, di sisi timur hutan kabut, sebuah armada kapal terbang kecil-kecilan yang terdiri dari ratusan Origin Field Lapisan 4 dan 5 kini terbang dan mulai menghancurkan pohon-pohon di sana.
Hingga suatu waktu mereka melihat sesosok wanita berparas cantik sedang berdiri di udara sambil memandang armada itu dengan tatapan dingin.
"Siapa wanita itu?" Komandan para kapal terbang itu terlihat mengerutkan keningnya.
"Tidak usah peduli, dia pasti orang-orang dari pihak Seng Seng itu!" kata Origin Field Lapisan 5 yang lain.
"Kita harus pedulikan array itu!" tunjuknya kepada sesuatu seperti bintang Octagram yang melayang di atas kubah energi (Array).
'Ckkk, tapi mungkin wanita itu berbahaya!' kata komandan armada di dalam hatinya.
Sementara mereka berbincang, wanita yang merupakan Bing Hua itu tentu saja mendengarnya.
"Kalian terlalu mengganggu." Bing Hua tiba-tiba mengeluarkan token array pada tangannya, lalu mengaliri Origin Qi miliknya ke dalam untuk mengaktifkan array yang sudah disiapkan oleh Tian Yan.
Swuush!
Pada sudut salah Octagram tempatnya berada (anggap aja sudut bintang), tiba-tiba saja mengeluarkan suara berdengung dan menembakkan aliran cahaya berwarna emas yang mematikan, langsung menyerobot ke arah armada kapal perang.
"Pertahanan!"
"Baik!"
Semua Origin Field Lapisan 5 langsung berdiri di atas geladak kapal dan menciptakan pelindung yang kuat, tapi apakah bisa?
"Ckkk, dasar bodoh." Bing Hua mendengus kesal, sebelum akhirnya berbalik, karena dia sudah tahu bahwa ...
Booom!!
Ledakan hebat tiba-tiba terjadi, bukan karena ledakan dahsyat yang baru saja terjadi di belakangnya, akan tetapi sumber ledakan itu datang dari arah depan Hutan Kabut.
Wuuushhhh~!
Gelora angin menghantam tubuhnya dengan kuat dan membuat banyak pohon-pohon yang tercabut dari akar-akar hingga terlempar ke udara di sekitar tempatnya berada.
"Apa yang terjadi?!" Bing Hua menjadi sangat panik, tanpa berpikir panjang ia langsung mengaliri Origin Qi ke seluruh tubuhnya dan terbang dengan kecepatan penuh ke arah luar atau tempat Tian Yan saat ini berada.
Hal yang serupa juga terjadi pada sisi barat dan beberapa sisi lain yang bentrok dengan armada kapal.
Zhong Fan dan Guang Ji, serta Long La dan Long, langsung terbang pergi dalam satu arah dengan wajah serius, sebab mereka memiliki firasat yang kurang enak.
Sementara itu, di depan Hutan Kabut, kini Tian Yan penuh dengan luka-luka halus ketika dirinya bertahan terhadap ledakan yang baru saja terjadi bersama dengan para Naga Palsu dan Jian Yong.
"Apa yang kau lakukan?!" Tian Yan bertanya kepada Jian Yong sambil terus memasang pelindung sebab ledakan dahsyat masih berlangsung.
"Emm, itu. Sebenarnya karena aku menggunakan suatu teknik pengendali jiwa pada Seng Seng sebelumya, aku pun memerintahkan dirinya untuk meledakkan diri saja." Jian Yong berkata dengan nada tak bersalah, sebaliknya dia merasa itu wajar, "Memang apa bedanya, bos? aku yakin kau juga akan membunuh Seng Seng setelah tugasnya selesai."
\[**Bersambung**!\]