
Tian Yan pun bangkit berdiri dan berjalan keluar ruang tamu ke arah dapur yang berada di sebelah timur.
"Hemm ..." Jiao Yue sedikit tersenyum manis, seperti merencanakan hal lain.
***
Waktu baru berlalu beberapa menit, dan Tian Yan sudah kembali dari dapurnya sambil membawa teh dan air biasa pada kedua tangannya menuju ruang tamu.
Tap Tap Tap ...
Tian Yan masuk ke dalam ruang tamu, tapi dia sedikit mengernyit karena tidak ada Jiao Yue di sana.
"Di mana dia?"
"Mungkinkah?" Tian Yan mulai berpikiran aneh, "Hehehe ... dia sangat pengertian tentang keinginanku."
Tian Yan akhirnya menaruh teh dan air di atas meja, sementara dirinya langsung berjalan pergi ke arah kamar miliknya sendiri dengan bersemangat dalam hatinya.
Klakkk ...
Tian Yan membuka pintu secara perlahan dengan menyembunyikan senyuman bersemangat di wajahnya.
"Yue, aku datang ..."
Tian Yan memejamkan matanya kurang dari sedetik ketika berhasil membuka pintu, lalu ketika dia membuka matanya kembali, seketika seluruh tubuhnya mematung dan rahangnya sedikit terjatuh ke bawah.
“Yu-Yu-Yue?"
Saat ini, di bawah tatapan mata yang mengherankan itu, sosok Jiao Yue tengah berdiri di sana dengan penampilan yang sama sekali berbeda!
Saat ini Jiao Yue menggunakan pakaian seragam sekolah ala jepang, namun ukurannya mini dan cukup ketat sehingga menunjukkan lekuk tubuhnya dan pusarnya.
Ia juga menggunakan Stoking jenis Fishnet yang menambah kesan seksinya, dan sangat hot!
'Demi dewa! Ini adalah hal yang aku tunggu-tunggu sejak dahulu!' Nafsu birahi Tian Yan sudah tak terkendalikan, cepat-cepat ia langsung menutup kembali pintu dan menghampiri Jiao Yue.
"Yue ..." Tian Yan memanggil. Jiao Yue yang saat ini sedang menghadap ke sisi lain, seketika berbalik secara perlahan, tapi sebelum bisa melihat Tian Yan, dirinya sudah lebih dahulu dijatuhkan ke atas ranjang.
"Yue, kau benar-benar bermain dengan api saat ini!" Tian Yan berdiri di hadapannya dengan pakaian yang sudah terjatuh ke lantai semua.
"Tu-Tuan, tunggu dulu!"
Tapi sudah terlambat!
Tian Yan yang sudah tidak bisa mengendalikan pikiran jahatnya langsung menyelinap masuk ke dalam rok mini.
"Uhhhnnn?!" Jiao Yue sontak terkejut dan dengan pasrah membaringkan kepalanya kembali ke atas ranjang.
Jleb!
Dengan rakus, semua gua tertutup itu dibuat terbuka melebar kembali.
Kenapa Tian Yan bisa langsung melakukan hal itu? yah itu karena cd yang digunakannya memiliki modif tersendiri di bagian tengahnya yang tidak menghalangi benda apapun untuk memasukinya.
Ini cabul!
Pikir Tian Yan ...
Tapi dari mana Jiao Yue mendapatkan ide ini? Ya! dari mana?
Tapi semuanya hanya terpikirkan untuk sesaat, lalu berlalu seperti angin, karena semua itu tidak ada artinya untuk suasana seperti ini.
"Uhhhnnn!! Lebih! Lebih dalam!"
Dengan gerakan seperti seseorang yang menjilat piring bekas bumbu mie goreng, Tian Yan pun dapat membuatnya kenikmatan hingga meminta lebih.
"Tuan! Hah! Hah!" Wajah Jiao Yue seperti orang yang sudah mendekati *******.
"Hah ..." Tian Yan menarik kepalanya kembali, dan meludah ke samping. "Yue, aku ingin menghabiskan tiga hari denganmu!"
"Tuannn ..." Nafas Jiao Yue masih tidak teratur ketika menatap Tian Yan. "Pelayan ini akan melayani anda sampai kapanpun!"
"!!!"
"Tuan ..." Jiao Yue cukup terkejut, sebab dia belum pernah menggunakan gerakan semacam ini.
"Yue ... hah ..." Tangan Tian Yan mengangkat rok mini itu sehingga memamerkan cd seksi yang terbolong di tengahnya.
Sekaran Tian Yan juga sudah tidak menggunakan apapun, hanya benda sepanjang 11 centi meter yang bergelantungan seperti tombak azura yang mematikan.
'Itu sedikit lebih besar dan kuat dari sebelumnya ...' Jiao Yue menjadi sedikit menegang.
*Menusuk!*
"Annngggg!!"
Jiao Yue tersentak ke depan dan mulutnya terbuka seperti ikan kehabisan nafas, dan matanya memutih sebentar seperti orang yang akan mati.
Tian Yan hanya memperhatikan itu sebentar, bukannya kasihan, dia justru ingin melakukannya lagi!
"Tiga hari ini akan sangat panjang!"
Jleb!
***
Minggu demi minggu pun berlalu ...
Semua aktivitas Sekte Naga Giok telah dimulai, meski masihlah aktivitas normal seperti biasa.
Di antara ruang pertemuan — Istana Utama, semua orang sudah duduk berkumpul untuk memulai membahas rencana yang akan mereka lakukan untuk ke depannya.
Hanya saja ...
"Manager Besar, di mana Master Sekte?" Jian Yong bertanya kepada Bing Hua yang tengah duduk di kursi pojok kanan atas. Setelah berhenti sejenak, Jian Yong bertanya lagi, "Juga, di mana juga Penatua Agung?"
"Itu ..." Bing Hua sedikit terdiam, tapi berpikir dalam benaknya, 'Tiga bulan yang lalu, Tuan sudah berkata akan mengadakan rapat, tapi kenapa dia belum datang?'
Menurutnya ini sedikit aneh, dia yakin Tian Yan adalah orang yang bertanggung jawab atas ucapannya, jadi dia mulai memikirkan kemungkinan.
'Juga di mana Jiao Yue ... tunggu! mungkinkah mereka?' Bing Hua langsung bangkit berdiri dan wajahnya menjadi tegas sebelum akhirnya berjalan pergi.
"Hei, Manager Besar, kau mau ke mana?" Jian Yong berteriak.
Taptap ...
Bing Hua menghentikan langkah kakinya, dan menoleh ke arah Jian Yong. Ekspresinya yang serius secara spontan langsung berubah menjadi senyum ramah.
Dia berkata: "Tetua Jian, ada urusan penting yang harus diselesaikan, bisakah kau sabar dahulu?"
Senyum itu ... menakutkan ...
Jian Yong menggigil dalam hatinya, tapi dia rasa keras kepala dan kesal masih dia rasakan, jadi dia memutuskan untuk bertanya lagi, "Bagaimana jika Master Sekte datang saat kau pergi?"
"Itu tidak akan!" Bing Hua mendengus, lalu berbalik badan dan melanjutkan perjalanannya.
"Hei, berhen" Jian Yong hendak menghentikannya lagi, tapi kali ini Bing Hua berkata sambil terus berjalan.
"Tetua Jian, aku mendengar sesuatu tentang dirimu dengan Long Gumo ..." ujar Bing Hua dengan nada seperti biasa, namun dampaknya luar biasa bagi Jian Yong.
"Bagaimana kau ..." Jian Yong langsung tersentak kembali ke kursinya dengan ekspresi tercengang, dia tidak tahu harus mengatakan apalagi.
'Bagaimana dia bisa tahu? apakah ini yang dimaksud wanita sangat pandai mengetahui segala rahasia?'
Long Gumo adalah salah satu Naga Palsu, dan seorang janda seksi yang dia goda seminggu lalu setelah menyelesaikan kultivasi tertutupnya.
Dia bahkan sudah menidurinya ...
Semua itu pun dia lakukan di luar Sekte Naga Giok, yang artinya di dalam hutan-hutan. Tidak menyangka telinga dan mata Bing Hua bisa mengetahui tentang hubungan mereka.
'Sebaiknya aku tidak mengganggunya, Bos muda mungkin akan memarahiku karena menghabiskan waktu dengan Gumo’er ...' batin Jian Yong.
'Aku mendengar bahwa Ia adalah seorang putri dari suatu kekaisaran, tidak heran jika dia sangat pandai dalam hal-hal semacam ini.'
[Bersambung!]