Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 117 : Membantai


"Siapa kau? beraninya menghalangi!" Lelaki paruh baya yang sebelumnya menyerang Long Gumo, kini langsung muncul tak jauh dari mereka dan mencoba menusuk Tian Yan.


Tetapi sebelum bisa mengenai tubuhnya, Long Gumo sudah lebih dahulu mengambil inisiatif untuk menggunakan tubuhnya sebagai tameng.


"Fiuhhh ..." Tangan Tian Yan bergerak dan dengan santai mendorong tubuh Long Gumo hingga terlempar ke kedalaman Hutan Kabut, sementara dirinya kini secara terbuka membiarkan dirinya untuk ditusuk.


Lelaki paruh baya yang melihat Tian Yan menjadi terbuka seperti ini, justru menjadi semakin bahagia dan mempercepat tusukannya sambil berteriak. "Matilah!!"


Tring!


Patah!...


Pedang Origin Field Lapisan Menengah yang digunakan olehnya, patah!.


Itu benar-benar patah ketika mengenai tubuh Tian Yan!


"Bagaimana bisa?!" Bukan hanya dia yang terkejut, tapi bahkan para tuan muda yang ada di sekitar ikut tidak percaya.


Lelaki paruh baya itu kemudian melihat lagi lebih dalam dan dia melihat bahwa pakaian Tian Yan ini memang benar-benar sudah sobek, tetapi dibalik pakaian yang dia kenakan terdapat sesuatu seperti sisik berwarna emas yang melindungi tubuhnya.


"Naga—!" Bahkan sebelum dirinya menyelesaikan keterkejutannya, kini Tian Yan sudah mencengkeram pedang kelas Origin King miliknya dan menebas kepada Lelaki Paruh Baya tersebut.


[Ding!—]


'Tolong ...'


[Baiklah.]


"Eigghhh!!" Para tuan muda semakin ketakutan sampah bahkan lupa untuk melarikan diri.


Sring!


Tanpa berbalik saja, Tian Yan berhasil menghancurkan kepala mereka seketika, hanya menyisakan satu orang yang kini sudah berada di tangannya.


"Arghh, lepaskan! lepaskan aku!"


"Kenapa kalian membawa kekuatan terkuat kalian?" Tian Yan bertanya.


"Jika aku menjawab, apakah kau akan membiarkanku pergi?" tubuh pemuda itu menjadi sangat menggigil seketika.


Tetapi Tian Yan menjawab dengan tidak pasti. "Entahlah, yang jelas kau tidak akan mati."


"!!" Mata pemuda itu menjadi sangat senang seketika, dan dia langsung mengatakannya, "Sesungguhnya baru-baru ini ada kabar dari Wilayah Pusat - Domain Manusia, bahwa ada seorang Origin King Lapisan 1 yang melarikan diri setelah membunuh seorang murid dari sebuah Sekte Kelas 1 di sana." Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Mereka menyebut namanya adalah Seng Seng!"


"Jadi ketika melihat surat undangan tempo hari atas nama Seng Seng, seluruh pihak baik 12 Sekte ataupun Kekaisaran Angliang memutuskan untuk menyerbu tempat ini."


"Karena jika bisa mendapatkan kepala Seng Seng, maka akan ada hadiah yang sangat besar!" ungkap pemuda itu, lalu berkata, "Itulah yang aku tahu, sekarang—"


"Meninggallah!" Tian Yan menghancurkan kepala pemuda itu. Dia berjanji agar pemuda itu tidak mati, bukan tidak meninggal.


"12 Sekte, Kekaisaran Anliang ..." Tian Yan melihat ke kejauhan yang semakin waktu semakin dekat.


"Kalian kembalilah!" Tian Yan memerintahkan para Naga Palsu itu untuk menarik diri, tapi bagaimana Kapal-kapal terbang itu akan membiarkannya? mereka justru tetap menghamburkan bola meriam.


"Ckkkk!" Tian Yan langsung menghunuskan pedangnya ke samping, dan bergumam, "Perubahan Naga!"


Kali ini tidak menjadi sosok raksasa, dia tetap dalam wujud tinggi normal, hanya saja jelas dia sudah bukan manusia biasa sebab hampir 90% tubuhnya sudah diselimuti oleh sirip-sirip naga.


"Huhhh ..." Nafas beringas keluar dari hidungnya, matanya yang berwarna emas menambah rasa kewibawaannya ketika dia langsung terbang maju dan menghancurkan Kapal-kapal terbang dengan tidak begitu sulit.


"Tembak! Tembak! Tembak jatuh naga itu!" Orang-orang berteriak, dan dalam sekejap seluruh meriam pada tiap kapal diarahkan kepada Tian Yan saja.


"Tembak!"


Sebelum meriam berhasil ditembakkan, Tian Yan sudah lebih dahulu mengeluarkan domainnya yang berisi kekuatan dari Prinsip Pedang, juga Prinsip Es.


Keduanya seperti saling menyatu, tapi tetap melakukan tugas masing-masing.


Prinsip es membekukan wilayah di sekitar dan Prinsip Pedang mengeluarkan pedang-pedang aura yang membabi buta seluruh orang di tempat itu serta merusak kapal-kapal terbang yang ada di sana hingga jatuh atau karam ke bawah


Boom! Boom! Boom!


Sementara Tian Yan baru selesai di sana, akhirnya Jian Yong dan Seng Seng pun berhasil tiba di sana dan mata mereka menjadi pucat, bukan karena apa, tapi karena melihat Tian Yan yang terlalu sadis.


"Tu-Tuan Jian ..."


Jian Yong menaikkan kedua alisnya dengan cepat, lalu menoleh ke bawah, di sana ia melihat Long Gumo sedang tersungkur di tanah akibat Tian Yan yang sebelumnya mendorongnya dengan sangat kasar.


"Gumo'er!" Jian Yong terkejut sekaligus lega, dia hendak turun, tapi Long Gumo menghentikannya.


"Bantu Tian Da Jun!" katanya.


"Ughh ... baiklah!" Jian Yong meneguhkan hatinya, dan terbang menjauh bersama Seng Seng ke arah Tian Yan.


"Seng Seng, kau dan Jian Yong uruslah sebelah sana!" Tian Yan langsung menunjuk ke arah kiri atas, lalu menunjuk ke arah kanan atas, "Aku akan mengurus yang sana."


"Bos ..." Jian Yong mengerutkan keningnya. Dia sadar bahwa Tian Yan sedikit berbeda saat ini.


"Jian Yong, bunuh mereka secepatnya, lupakan tentang tujuanku." Tian Yan berbalik badan, dan berkata: "Gagal untuk saat ini, lain kali kita harus lebih bijak."


"Bos ..." Jian Yong menjadi tidak bisa berkata-kata lagi. Dia langsung berbalik dan terbang menjauh, seperti kata Tian Yan.


"Huffttt ..." Tian Yan menghembuskan nafas, "Aku memang masih terlalu awal untuk menjadi pemimpin, aku terlalu ceroboh." Tian Yan tersenyum kecut.


"Jadikan ini sebagai pelajaran saja!" Tian Yan menggelengkan kepalanya dan langsung terbang menjauh ke arah kanan atas, untuk bertemu dengan sekelompok kapal terbang dengan simbol Merah Kuning di atasnya yang merupakan simbol Kekaisaran Anliang.


Pada kapal terbang dari Kekaisaran Anliang, entah ada berapa puluh Origin Field Lapisan 5, dan ada juga beberapa Origin Field Lapisan 6, tapi apakah Tian Yan takut?


"Aku harus bertarung!"


Jika kalah ...


"Maka larikan diri!"


Prinsip yang mudah dan sederhana.


Sementara itu, di pihak lain yang sedang Tian Yan tuju. Mereka semua menatap keheranan ke arah depan, baru saja mereka menyaksikan kapal para Tuan Muda mereka dihancurkan dan itu sudah memicu amarah mereka, mereka tidak menyangka Tian Yan bahkan masih berani menuju ke arah mereka!


"Semuanya! Fokuskan meriam pembunuh ke arah pembunuh itu!" teriak seorang lelaki paruh baya berpakaian seragam prajurit rapi berbalut emas dan perak, dia adalah Jenderal Kekaisaran Anliang, Hugong Liang.


Perintahnya didengar baik oleh para prajurit kekaisaran, dalam kurun waktu kurang dari 15 detik semua meriam sudah diarahkan ke arah tempat di arah Tian Yan datang.


"TEMBAKKK!!" Hugong Liang kembali memberi perintah.


"Ya!"


Boom! Boom! Boom! Boom!


Seluruh bola meriam langsung ditembakkan dengan kecepatan yang sangat cepat, bola meriam itu tidak seperti bola meriam normal, akan tetap itu tercipta dari Energi yang dipadatkan hingga sedemikian rupa, jadi dampaknya ...


"Dia pasti akan mati." Hugong Liang tersenyum sinis.


[Bersambung!]