Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 171 : Tuan Muda Angkuh


Selama 1 bulan ke depan di dalam Giok Waktu, tanpa membuang-buang waktu sedikit pun, Tian Yan dengan giat terus mencoba untuk menggabungkan mata putih atau Evil Emperor's Eye itu ke dalam matanya sendiri.


Meski sulit Tapi Tian Yan terus berusaha dalam usahanya tak bisa dipungkiri bahwa rasa sakit terus menerus menusuk ke dalam tubuhnya terutama di sekitar matanya, seolah ada akar yang menyerbu ke dalam dagingnya dan merasuk ke dalamnya.


Ini sepertinya akar serabut yang ingin memasuki tanah lebih dalam! tanah adalah benda mati jadi pasti tidak akan kesakitan tapi kasus ini berbeda Tian Yan memiliki rasa sakit.


Sesekali darah mulai bercucuran keluar dari matanya membuat wajahnya terlihat mengerikan untuk dan bau amis darah menyebar memenuhi udara di dalam dunia Giok Waktu.


Namun itu sama sekali tidak menghilangkan teka tiangnya untuk terus menggabungkan Evil Emperor's Eye.


Sementara Tian Yan terus menerus melakukan itu, di dunia luar, sebuah gangguan terjadi.


Di luar penginapan, semua keributan terjadi akibat pertengkaran antara seorang pedagang dengan seorang pemuda bertubuh gemuk dengan banyak jerawat di wajahnya. 


Pemuda itu hanya memiliki basis kultivasi Martial Spirit Tahap Puncak, tapi kelihatannya banyak orang yang takut kepadanya, itu jelas sebab pemuda itu adalah tuan muda atau anak dari Tuan Kota di kota ini.


Dengan reputasi semacam itu dia dapat menarik perhatian dari banyak orang, juga dapat bertingkah leluasa selama berada di dalam kota ini. Sebab paling kuat kultivator yang mendatangi kota ini hanyalah Martial Spirit Tahap Tinggi, dibandingkan dengan ayahnya atau Tuan kota yang berada di ranah Martial King Tahap Menengah, dia jelas tidak takut kepada mereka.


"Ti-Tidak, Tuan Muda Shen, tolong jangan bunuh aku!" Wanita yang menjadi korban langsung bersujud ke tanah tanpa memedulikan harga dirinya. Dia hanya seorang pedagang biasa dengan ranah Martial Spirit Tahap Awal, itu sama sekali tidak memiliki arti di kota ini, selama Tuan Muda Shen yang dia maksud mau membunuhnya maka dia pasti akan mati.


'Aku tidak boleh mati, aku harus menjaga ibu!' batin wanita itu terus berusaha untuk menguatkan hatinya, tapi meski begitu sikap tidak tahu malu Tuan Muda Shen terus mengancamnya.


"Hehe, ****** kecil, jika kau memang benar-benar ingin meminta maaf maka datanglah ke kamar tuan muda ini malam ini."


"Hahahaha!" Mereka semua satu komplotan saling membuang suara tawa mereka kepada wanita ini. Betapa malangnya dia! Siapa suruh kau cantik?! pikir para bawahan Tuan Muda Shen.


Wanita ini jelas tidak melakukan kesalahan apapun, dia hanya datang untuk menjual anggur di samping penginapan ini, dengan maksud untuk mencari uang. Hanya saja semuanya berubah menjadi seperti ini karena Tuan Muda Shen memutuskan untuk mencicipi rasa anggurnya, dan bagaimana ekspresinya saat itu?


'Ini sangat tidak enak! kau sudah menipuku!' seperti itulah ucapan penipuan dari Tuan Muda Shen kepada wanita yang sangat malang itu. Sejak awal, bukan anggur yang dia incar, tapi tubuh semok gadis itu, karena bahkan jika gadis ini menggunakan pakaian yang menutupi tubuhnya, jelas dari lekuk tubuhnya sudah bisa dinilai seberapa bagus tubuh wanita ini.


"Tuan muda, apapun itu, tapi jangan itu!" Ekspresi wanita tersebut menjadi ketakutan, dia rela jika Tuan Muda Shen meminta Kristal Martial untuk ganti rugi, tapi keperawanannya? itu tidak mungkin.


[Bersambung!]