
Pertanyaan System tiba-tiba membuat pikiran Tian Yan terganggu.
[Apa Host yakin ingin membiarkan Huang Yun?]
[Apa Host yakin ingin membiarkan Jiao Yue?]
[Apakah Host yakin ingin membiarkan Bing Hua?]
[Apa Host yakin ...]
Ada sangat banyak pertanyaan yang muncul bertubi-tubi dalam benaknya, yang sekali lagi membawa Tian Yan dalam kebimbangan.
[Apa Host yakin tidak ingin menjadi Dewa Pedang?]
Satu pertanyaan terakhir itu membuat kelopak mata Tian Yan terbuka lebar, namun mengecil lagi dengan cepat.
“Cukup System, aku tahu apa yang harus aku lakukan.”
[Baik. Tapi ingat, System akan selalu ada jika Host butuh bantuan.]
“...”
Tian Yan merasa bimbang, pada hidupnya, baru kali ini ia merasakan hal ini, yah jelas ini adalah kondisi seseorang membangkitkan hati iblis pada awalnya.
Dirinya masih belum sadar dengan keadaan ini, akan tetapi System sudah menyadarinya, dan karena itulah System berusaha untuk membujuknya kembali ke jalan yang benar.
Setiap hari!
Setiap harinya System selalu menanyakan hal yang serupa untuk membuat Tian Yan sadar, akan tetapi sepertinya perkataan saja tidak cukup untuk menghilangkan hati iblisnya.
“Sudahlah, aku ingin memurnikan pil ini dahulu. Setelah itu ... aku akan hidup normal, tanpa memikirkan banyak hal yang mengganggu kehidupanku bersama Qing Ye ...”
[Semoga itu benar.]
“Tentu ...”
Mengabaikan System, Tian Yan langsung bergegas untuk bermeditasi dan mulai memurnikan pil pemberian Xun Die kepadanya.
•••
Tujuh hari kemudian, seorang pemuda dengan rupa yang sama dengan Tian Yan sudah terbentuk, dan Tian Yan pun memasukinya.
Shuaaaa!
Membuka matanya, Tian Yan merasa sedikit kurang nyaman, seperti saat ini ia tidak berada di tubuh aslinya yang sebenarnya.
[Jika host ingin kembali, mungkin System bisa memberikan tubuh yang lebih bagus.]
System mulai menggodanya, karena mengingat sifat rakus Tian Yan sebelumnya, pastilah Tian Yan akan menerimanya, tapi ternyata tidak.
“Yah, memang agak kurang nyaman dengan tubuh ini, tapi aku akan menyesuaikannya.”
Sekarang dirinya sudah bukan seorang kultivator, melainkan hanyalah sebatas manusia biasa. Agak menyedihkan memang, tetapi Tian Yan mengikhlaskannya.
*Pintu terbuka*
“Suami, apa sudah selesai?” Bai Qing Ye bergegas masuk setelah merasakan bahwa gejolak aura di dalam ruangan sudah mereda.
“Ya, sudah!” Tian Yan tersenyum manis, tanpa sadar dirinya saat ini tidak mengenakan apapun.
“...” Wajah Bai Qing Ye memerah dan buru-buru mengeluarkan pakaian untuk digunakan oleh Tian Yan, “Kenakanlah ini lebih dahulu, suamiku.”
“Ahhh ...” Tian Yan menyadarinya juga, membuat sepasang pasangan itu saling malu satu sama lain.
“Aku akan mengenakannya!”
•••
“Woah, ini cukup bagus!” Tian Yan melihat dirinya di depan cermin, merasa puas dengan penampilannya saat ini, selain itu, dia juga menjadi tinggi.
Entah kenapa melihat tubuhnya yang bertambah beberapa centi ini membuat memori Tian Yan teringat tentang masa lalu.
Masa di mana ia cukup kurang senang karena lebih pendek dari Jiao Yue, pelayannya.
“Ada apa, Suami?”
“... Tidak, tidak apa-apa.”
Meski mendapatkan jawaban, tapi Bai Qing Ye seperti menyembunyikan perasaannya dan memilih bersikap ramah seperti biasanya.
“Jadi, tunggu apa lagi? Aku akan membawamu ke Aula Sekte untuk mendaftarkan namamu, dengan begitu kau dapat mendapatkan banyak sumber daya untuk berkultivasi seperti dulu!”
“Tidak, Qing Ye ...” Tian Yan memotong, ia menatap wajah cantik Bai Qing Ye yang terpantul di cermin, “Aku hanya ingin hidup tenang denganmu, hanya itu.”
“Maksudmu ...”
“Mari tinggalkan semuanya, hanya kau dan aku saja ...”
“...”
•••
Setahun kemudian, jauh di wilayah yang terpencil dan jauh dari keramaian. Hidup seorang pemuda dan istrinya yang cantik, hidup sederhana dalam kehangatan, hanya berkebun dan begitu saja cara mereka menghabiskan waktu.
“Suami, ayo istirahat dahulu.” Dia adalah Bai Qing Ye yang sekarang benar-benar berpenampilan seperti wanita biasa.
“Ya!” Tian Yan yang saat ini sudah berkumis menyahut panggilan Bai Qing Ye untuk datang ke gazebo yang berada di dekat kebun tempat tinggal mereka.
“Umm ... ini sangat enak! Kau memang istri terbaik!” Tian Yan asik memakan masakan Bai Qing Ye sambil memujinya.
“Mulutmu sangat manis.” Bai Qing Ye tersenyum malu sambil mengelus perutnya yang sekarang sudah membesar.
Dia hamil selama 9 bulan, tetapi perutnya masihlah kecil sebab masa normal seorang kultivator Martial King mengandung adalah lima tahun.
Kedengarannya sangat lama, tetapi lima tahun bagi para Martial King bukanlah waktu yang lama.
“Lima tahun sangat lama, apakah tidak bisa dipercepat?” Tian Yan sering menanyakan hal-hal aneh seperti ini, sehingga membuah Bai Qing Ye menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Apa kau mau bayi kita prematur dan tidak bisa berkultivasi?”
“Uhhhh, tapi aku akan keburu tua ketika anak ini lahir,” keluh Tian Yan sembari menatap perut Bai Qing Ye yang tengah mengandung anaknya.
“Hihi, kalau begitu berkultivasilah agar kau tidak tua.”
“... Hah ...” Tian Yan menghela nafas sambil memandang ke kejauhan dari tepi gazebo.
“Kau tahukan, aku sudah memutuskan untuk melupakannya.”
“Tapi hatimu tidak!” Bai Qing Ye tiba-tiba menaikkan nadanya, membuat situasi berubah drastis.
“Apa maksudmu, Qing Ye?!” Tian Yan menatap mata Bai Qing Ye yang juga menatapnya dengan tajam.
“Kenapa? Kau marah?” Bai Qing Ye mendengus lembut, “Kau ... hanyalah seorang pembohong.”
“Aku pembohong? Memangnya kapan aku membohongimu?”
Bai Qing Ye menggeleng, “Bukan aku yang kau bohongi, tetapi kau membohongi dirimu sendiri.”
“Qing Ye, cukup!” tandasnya sebelum akhirnya bangkit berdiri dan memikul cangkulnya.
“Suami ... aku butuh cintamu yang sebenarnya, tapi sepertinya kau tidak pernah melakukan itu ... Sebenarnya kenapa? Apa ada hal yang tidak pernah kau ceritakan padaku?!” Bai Qing Ye meneriakinya dari belakang.
“...” Tian Yan hanya terdiam dan mendongak ke atas, dia mengerti apa yang ingin diketahui oleh Bai Qing Ye, akan tetapi Tian Yan tidak mengatakannya.
“Bukankah sudah kukatakan untuk melupakan masa lalu ...” ucap Tian Yan seraya berbalik kepada Bai Qing Ye.
“Aku sudah melakukan itu, aku sudah meninggalkan statusku sebagai murid langsung, dan turun ke tingkat ini, aku sudah melupakan semuanya. Tapi kau tidak! Kau masih ada masalah di masa lalu yang tidak bisa kau lupakan, itulah kenapa aku menyebutmu pembohong!”
Kata-kata Bai Qing Ye benar-benar lugas dan menusuk hingga inti hati terdalam milik Tian Yan.
“Qing Ye, kau melukai hatiku ...”
“Aku lebih sakit jika dibandingkan denganmu!”
Tidak dicintai sepenuh hati? Wanita mana yang senang?!
“Jadi apa maumu?” Tian Yan menyorotnya dengan tatapan tajam. Sejak setahun ini, mereka memang sering bertengkar, tetapi tidak pernah sampai ke titik ini.
Mungkin ini terjadi karena Bai Qing Ye sudah lelah dengan semua uneg-unegnya.
“Aku bukan yang pertama, bukan?” Bai Qing Ye bertanya dengan wajah muram, membuat Tian Yan sedikit bingung.
“Apa maksudmu? Kau tahu, kaulah orang pertama yang mengambil ciumanku.” Tian Yan berkata seperti itu karena berpikir mungkin saja Bai Qing Ye menaruh cemburu pada dirinya.
“Aku tidak membicarakan hal itu. Yang aku tanyakan adalah siapa yang mengisi hatimu sebelum aku? Siapa yang pertama?!”
•••
Bersambung! Jangan lupa like, comment, dan share :)