
Di dalam kamar Tian Yan.
Terlihat jelas kondisi kamar itu cukup berantakan, dan aroma wangi menyebar di mana-mana, membuat tempat itu seakan adalah kamar pengantin baru.
'Aku cukup berlebihan!' Tian Yan yang baru saja terbangun, kini menyesal.
Dia sebelumnya hanya mengatakan akan melakukannya selama 3 hari, tapi tidak menyangka kebablasan hingga 30 hari!
Yah, bagaimana tidak?
Jiao Yue sangat menggila ... dia juga.
Tian Yan bahkan mengeluarkan 100 juta untuk membeli Pil Penguat agar tidak malu di hadapan Jiao Yue yang sekarang benar-benar seperti angin p*ting beliung yang sulit dikendalikan.
"Master Sekte!"
Tiba-tiba suara teriakan terdengar dengan lantang dan sedikit mengungkapkan rasa kekesalan yang campur aduk di dalamnya.
*Terkejut!*
Tian Yan langsung melebarkan matanya dan teringat sesuatu lagi. "Benar. Aku mempunyai janji untuk mengadakan pertemuan rapat!"
Tian Yan buru-buru bangkit berdiri dan mengenakan pakaian serapi mungkin sebelum akhirnya berjalan untuk membukakan pintu.
"Ehemm ... sabar!" Tian Yan baru ingin membuka pintu kamar, belum juga membuka pintu masuk rumah, tapi kini orang yang memanggil sudah ada di depan kamarnya.
"Bi-Bing Hua ..." Tian Yan meremas senyum canggung. "Kenapa kau asal menyelonong begitu saja?"
"Master Sekte, apa anda tidak ingat tentang hari ini?" Bing Hua berkata dengan ekspresi dingin.
"Ahh? Emm ... tentu aku ingat! Aku baru saja ingin pergi, lihatlah, aku sudah serapi ini." Tian Yan merentangkan tangannya ke kedua sisi untuk menunjukkan bahwa dia benar-benar rapi.
"Hoh. Begitukah?" Bing Hua menaikkan salah satu alisnya.
"Tentu saja!" Tian Yan tersenyum.
"Lalu apa yang dilakukan Penatua Agung di sini?" Bing Hua membalas senyuman itu dengan senyuman yang lebih manis tapi dingin.
"Ehemm ... kami hanya minum kopi." Tian Yan berdehem beberapa kali.
"Mana mungkin aku percaya!" Bing Hua mendengus dingin, tapi selanjutnya Tian Yan langsung menarik tangannya.
"Kalau begitu aku akan membuatmu percaya!"
"Kyakk ..."
***
Setengah hari kemudian, di dalam Istana Utama, wajah semua orang terlihat membosankan.
"Sudah sore hari, apakah kita batalkan pertemuan ini saja, Wakil Manager?" Jian Yong bertanya kepada Sheng Yi yang tengah duduk sambil memejamkan matanya.
Sheng Yi menghela nafas dan membuka matanya. Ia berkata, "Aku yakin mereka akan datang."
"Tapi ..." Jian Yong ingin membujuknya lagi. Tapi kali ini ia tiba-tiba langsung berbalik ke arah jalan masuk.
Matanya tercerahkan, begitu juga Sheng Yi dan lainnya yang sudah lama menunggu.
"Ehem ..." Tian Yan berdehem, dan berjalan masuk, diikuti oleh dua keindahan tiada tara yang mengikutinya dari belakang.
Mereka adalah Jiao Yue dan Bing Hua, hanya saja wajah keduanya sepertinya menunduk serta memerah merona.
Semua orang melihat ini, mereka tahu apa yang terjadi, tapi mereka tidak menyinggungnya sebab itu hal pribadi.
Setelah Tian Yan dan dua lainnya pergi dan duduk di kursi masing-masing, pertemuan itu akhirnya dimulai.
"Maaf karena terlambat, bisakah kita mulai sekarang?" tanya Tian Yan.
"Ya!"
"Enn!" Tian Yan mengangguk puas, lalu menoleh ke arah Sheng Yi dan mereka yang lainnya.
"Yang ingin kubahas adalah tentang kebutuhan Sekte Naga Giok. Apa kalian ada saran?" Tian Yan bertanya.
Semua orang hening sejenak, sebelum akhirnya salah satunya mengajukan pendapat.
Ya, itu adalah Sheng Yi.
"Enn, baiklah." Tian Yan menerima pendapatnya.
"Pak tua ini ingin memberi saran, sebaiknya kita mulai menguasai beberapa wilayah sekitar untuk memperkenalkan kepada dunia tentang kehadiran kita!" ungkap Jian Yong.
"Baiklah ..."
"Da Jun— maksudku, Master Sekte. Aku setuju dengan perkataan Senior Jian!" kata Long La.
"Aku juga!" Long Li pun sama.
Tian Yan mengangguk, lalu menoleh ke arah Bing Hua. "Apakah Manager Hua memiliki saran bagus?"
"A-Aku?" Bing Hua masih belum lepas dari pikiran tentang kejadian di kamar Tian Yan, jadi dia sedikit terkejut ketika Tian Yan memanggilnya.
"A-Aku berpikir bahwa kita harus mendirikan sesuatu seperti Institut Luar, Dalam, serta Inti!"
"Mereka para murid dari ranah Body Tempering sampai Nascent Soul adalah murid Institut Luar, sementara para murid dari ranah Origin Field adalah Murid Institut Dalam, dan Murid Institut Inti hanyalah para Origin Field terpilih saja!"
"Aku juga memikirkan ini sebelumnya." Tian Yan setuju dengan idenya.
"Ya, dan untuk melakukan itu, tidak hanya kita butuh murid, tapi kita juga butuh para pengajar untuk melakukannya!" tambah Bing Hua.
"Baiklah, itu pendapat yang bagus." Tian Yan mengangguk puas lalu menoleh kepada Jiao Yue.
Tapi Jiao Yue hanya menggelengkan kepalanya.
Tian Yan sedikit mengernyit. "Jika kau punya pendapat, katakan saja."
"Tentu aku punya, tapi ..." Jiao Yue bingung menjelaskannya. "Tuan tahu aku dari mana, 'kan?"
Ia menjelaskan lagi, "Sebenarnya ras Elf kami memiliki sesuatu yang sangatlah langka, dan jika Tuan berkenan, mungkin kita bisa pergi ke sana dan meminta kepada ayahku."
"Sesuatu yang langka?" Tian Yan dan mereka yang lain memandangnya dengan penasaran.
"Mungkinkah itu ..." Bing Hua tampak sudah mengerti apa yang akan Jiao Yue katakan.
"Benar! Ras Elf ku terkenal dengan pencapaian mereka bukan hanya pada Prinsip Panah, tapi juga Prinsip Array!" Setelah diam sejenak, dia berkata, "Dan pada ayahku terdapat Formula pembuatan Array Teleportasi, yang mana dengan adanya hal itu, kita bisa berpindah-pindah sejauh ratusan ribu mil dengan mudah!"
*Shock!*
"A-Array Teleportasi?" Jian Yong melebarkan matanya.
Apapun itu, jika berkaitan tentang Teleportasi, maka adalah hal langka, sama halnya dengan Jimat Teleportasi Acak, Jian Yong bahkan masih terkejut jika mengingat Tian Yan pernah menggunakan hal langka semacam itu.
"Jadi kau ingin aku pergi ke Domain Hutan?" Tian Yan bertanya.
Namun Jiao Yue menggelengkan kepalanya. "Biar aku saja. Lagipula di wilayah perbatasan tidak ada Origin King."
"Hmm ..." Tian Yan tampak enggan, "Apa kau yakin tidak apa-apa?" dia bertanya.
"Tentu saja!" Jiao Yue tersenyum, dan berkata, "Aku akan terus hidup, selama anda hidup!"
Melihat sikap percaya diri yang dikeluarkan oleh Jiao Yue ini membuat Tian Yan hanya bisa menghela nafas dan mengangguk setuju. "Kembalilah secepatnya."
"Enn!"
"Baiklah, terakhir ..." Tatapan Tian Yan berpindah dan terjatuh pada Zhong Fan, "Apa kau punya ide?"
*Membuka mata*
Zhong Fan memandang dengan malas dan sedikit menguap karena lelah.
"Apakah Master Sekte meminta saran dari Origin Field Lapisan 2 yang lemah? apa yang bisa Origin Field Lapisan 2 lakukan di dunia ini?"
"Jangan berkata seperti itu ..." Tian Yan mengubah pandangannya menjadi sedikit gelap.
"Aku mengerti maksudmu." Tian Yan mengangguk. Hanya dia yang sadar apa maksud Zhong Fan barusan.
"Apa maksud Tetua Zhong?" Bing Hua memandangnya dengan bingung, begitu juga mereka yang lain.
"Hoaammm ... aku pikir Tuan membawa orang pintar." Zhong Fan menyipitkan matanya, "Kau hanya cerdik, tapi penalaranmu cukup dangkal."
[Bersambung!]