
Edgar membawa si kembar te restoran yang tak jauh dari perusahan milik Edgar. Ia sudah janjian dengan Levi dan Bimo untuk bertemu disana.
"Mana sih teman-teman Papi? Kok belum datang-datang juga? Katanya jam 2 siang, ini kan udah lewat 10 menit Pi."
"Sabar sayang, sebentar lagi sampai, mungkin kejebak macet di jalan," ucap Edgar memberikan alibi.
Beberapa menit kemudian, Levi dan Bimo pun datang bersamaan. Kedua laki-laki itu dibuat takjub dengan dua gadis kecil cantik dan imut di hadapan mereka. Bahkan Bimo sudah ingin mencubit pipi Kia, tapi Kia langsung menghindar begitu saja.
"Sudah telat, mana main colek-colek lagi si Om. Kata Mami, kita itu harus tepat waktu. Supaya apa yang sudah direncakan bisa selesai sesuai dengan jadwalnya."
Bimo dibuat speechless oleh Kia. Laki-laki itu bahkan langsung bertepuk tangan sangat meriah sekali.
"Ini beneran anak kamu, Gar? Kok aku nggak percaya ya? Kayanya kamu terlalu beruntung deh, tapi dia ini titisan Raisa banget sih," ucap Bimo memberikan pendapat.
"Nama kamu siapa?" tanya Bimo ke Kia.
"Kiana Larisa."
"Kalau kamu?" tanya Bimo ke Mia.
"Mialisa Anggika Om, panggil Mia aja. Ngomong-ngomong pakaian Om bagus juga, Om jadi keliatan muda. Padahal pasti seumuran dengan papi."
"Ah, ini baru ada titisan Edgar nya, haha."
Tak butuh waktu lama untuk si kembar akrab dengan Levi dan Bimo. Di saat Mia lebih dekat dengan Bimo, Kia justru malah lebih dekat dengan Levi, karena memiliki kesukaan yang sama. Bahkan Edgar yang melihat itu jadi cemburu sendiri.
"Twins, come here, please!"
"Wait, Pi."
"Gar, aku pinjem sehari boleh ya? Abis lucu banget anak kamu ini. Kalau tiap hari liat bocah ini, mungkin aku bisa berhenti jadi playboy, haha. Aku jadi ingin punya anak juga."
"Enak aja pinjam-pinjam, anakku itu bukan barang ya," tolak Edgar ke Bimo.
"Pelit banget."
"Om cepet nikah ya, biar aku dan Kia jadi punya banyak orang yang sayang sama kami."
"Nah loh, disuruh nikah tuh, Bim, haha." Levi langsung tertawa puas sekali. Ya gimana mau nikah, sebulan aja kadang bisa ganti pacar dua kali. Masa iya nanti kalau nikah pun begitu? Ya nggak dong!
"Cariin Om Bimo jodoh, Mia. Mia punya kenalan nggak?" tanya Levi sengaja.
"Ada Om, ada Aunty Lala. Dia juga jomblo sejati. Butuh sandaran dan butuh pria."
Lagi-lagi Levi dibuat tertawa oleh celetukan Mia. Sementara Bimo yang tak tahu siapa Aunty Lala langsung sedikit berbisik dan bertanya ke Edgar.
Bimo pun ber-oh ria ketika tahu siapa yang dimaksud oleh Mia. Tapi dia tak begitu tertarik dengan Pamela yang suka ceplas-ceplos itu. Yang ada nanti hidupnya penuh dengan keberisikan.
*
*
Edgar mengantarkan si kembar pulang tanpa mampir terlebih dahulu. Dia langsung berpamitan ke anak-anaknya. Terlihat di samping pintu, Raisa berdiri tegak sambil mengamati interaksi antara ayah dan anak itu.
Setelah Edgar benar-benar telah pergi, mereka masuk ke dalam rumah. Mia dan Kia menceritakan pertemuan mereka dengan teman-teman dari Edgar. Raisa menjadi pendengar yang baik untuk si kembar bahkan ia juga menanggapi cerita dari si kembar juga.
"Papi punya teman, namanya Om Levi dan Om Bimo. Mami pun punya teman yaitu Aunty Lala. Terus kalian pasti juga punya kan?"
"Iya Mi, kita kan ada Niar dan juga Cana."
Raisa tersenyum mendengarnya.
"Oke, Mi. Kita paham," jawab Kia.
"Good! Anak-anak Mami emang pintar!"
"Always!" jawab keduanya kompak.
*
*
"Mi, liburan semester ini kita ke Korea Selatan yuk!" ajak Mia.
"Nggak bisa sayang, itu terlalu jauh. Yang dekat-dekat aja ya."
"Nggak mau," jawab keduanya kompak.
Raisa pun menghela napasnya pelan lalu memberikan pengertian ke si kembar tentang kesibukannya di tempat kerja.
"Tapi kan izin bisa Mi, kali ini aja Mi. Aku benar-benar ingin liburan ke tempat yang jauh sama Mami. Biasanya aku dan Kia selalu menghabiskan masa libur sekolah dengan Aunty Lala. Kita kan juga ingin bareng sama Mami. Apa Mami nggak bisa ya, kalau berhenti kerja aja?"
Raisa langsung terdiam. Ia sadar betul dirinya memang terlalu sibuk bekerja. Tapi kalau tidak bekerja, uang dari mana untuk membiayai kehidupan mereka?
"Mami kerja buat kalian, semuanya buat kalian."
"Makanya Mi, kali ini aja Mami turutin keinginan kita. Bisa ya Mi? Apa perlu aku yang meminta izin langsung ke manager Mami di restoran?" Kali ini Kia lah yang berucap.
"Baiklah, baiklah, kalian sudah sangat keras kepala. Mami akan coba meminta izin."
"Yeee! Thank you Mami."
Si kembar pun langsung memeluk Raisa bersamaan. Raisa tak tahu saja ada sebuah rencana yang sudah dipersiapkan untuk Raisa dan Edgar oleh si kembar dan Mama Ola.
*
*
Di rumah keluarga Tamara, mama Tamara masih belum bisa menerima kerelaan putrinya yang telah disakiti. Hatinya terasa hancur ketika melihat anaknya menangis. Apalagi selama ini, ia selalu membesarkan putri tunggalnya itu dengan limpahan kasih sayang.
"Mama masih nggak terima ini semua Pa. Mama nggak mau wanita itu bahagia di atas kesedihan putri kita!"
Galih yang sudah melunak karena sudah dijelaskan secara detail oleh Tamara pun tampak tak setuju dengan perkataan istrinya.
"Sudahlah Ma. Namanya bukan jodoh. Lebih baik selesai sekarang, daripada nanti-nanti."
"Tapi Pa, Mama ... "
Ucapan Astrid terpotong karena Galih berusaha untuk menyadarkan istrinya.
"Papa tahu, mama merasa kecewa, marah dan tidak terima. Papa Juga, siapa sih orang tua yang bisa terima anaknya disakiti seperti itu. Tapi pada kenyataannya, orang yang disakiti saja rela, masa iya, kita yang hanya tim hore nya jadi berapi-api? Papa sudah cukup puas karena sudah membuat Edgar masuk rumah sakit dan sudah mencabut investasi dari perusahaan Edgar. Tapi yang namanya sakit, pasti pada akhirnya akan sembuh. Yang namanya bangkrut, nanti juga pasti bisa bangkit. Begitu juga dengan Tamara, sekarang mungkin dia sedang merasa sakit-sakitnya, tapi kita nggak tahu suatu hari nanti. Bisa saja Tamara menemukan orang yang lebih mencintai dia dibandingkan dia yang mencintai laki-laki itu. Mama pasti sadar, kalau selama ini Tamara lah yang lebih mencintai Edgar ketimbang Edgar. Terkadang jadi pihak yang lebih dicintai itu lebih baik. Papa hanya mengharapkan itu."
Astrid pun jadi terdiam sambil terus mencerna kata demi kata yang diucapkan oleh suaminya.
*
*
TBC
Yuk, komentar sebanyak-banyaknya. Jangan bosan-bosan ya. Mau tambahan update nggak? ðŸ¤ðŸ˜‚