
Malam hari di kediaman Bagaskara tengah melangsungkan makan malam meski dengan anggota keluarga yang tidak lengkap karena Shadev tengah keluar kota dan Rafa belum pulang dari rumah sakit
Razeel yang tadinya sempat tertidur namun saat akan sampai ke rumah ia terbangun dan menanyakan keberadaan Nazra pada omnya, Raut kecewa tampak terlihat di wajah Razeel karena tidak sempat berpamitan pada Nazra dan dia tidak tahu kapan bisa bertemu dengan kakak cantiknya lagi
"El kok bisa dekat sama kakak Ara?" tanya Dhafi penasaran
Farhat dan Amira hanya menyimak, mereka sudah tahu tentang kejadian tadi siang karena dhafi langsung cerita walaupun dia akan kena marah namun dia tidak berani berbohong terutama pada orangtuanya
"Soalnya kak Ara cantik dan baik kayak Oma jadi El suka" ucap Razeel jujur
Amira tersenyum senang melihat raut bahagia cucunya saat membicarakan gadis bernama Ara yang selalu Razeel sebut "El juga suka bicara sama kak Ara" ucap Razeel lagi.
"El nyaman ya sama kak Ara, sampe bisa tidur" ucap Amira karena ia tahu cucunya tidak mudah dekat dengan orang lain namun kali ini cucunya langsung akrab dengan gadis yang baru ditemuinya dua kali
"Iya Oma, El senang di dekat kak Ara" ucap Razeel begitu antusias, namun tiba tiba senyum manisnya yang merekah langsung meredup membuat Farhat Amira dan dhafi bingung
"Kenapa El?" tanya Farhat
"El gak mintak nomor Kaka Ara terus kalau El pengen ketemu sama kak Ara gimana opa" ucap Razeel
"El bisa pergi ke cafe sama om tapi harus izin ayah dulu" ucap Dhafi karena ia yakin setelah ini abangnya akan memarahinya habis habisan karena sudah lalai menjaga putra kesayangannya di tambah meninggalkan putranya bersama orang yang baru di kenal walau cuman sebentar
Senyum Razeel kembali merekah mendengar ucapan dhafi "Om janji ya" ucap Razeel
Dhafi mengangguk sebagai jawaban "Tapi El harus rajin makan sayurnya" ucap Dhafi yang yakin Razeel tidak akan menurutinya, namun dugaan dhafi salah karena keponakannya justru mengangguk
"Mulai sekarang El bakalan makan sayur, kata kak Ara El harus rajin makan sayur biar tetap sehat" ucap Razeel dengan polosnya sedangkan dhafi sudah melongo karena selama ini mereka semua sudah berusaha membujuk Razeel untuk makan sayur dan selalu sia sia bahkan terkadang Shadev harus memberi ancaman kecil baru Razeel menurut
"Ma keponakan aku udah ketemu pawangnya nih" ucap Dhafi bercanda
Amira dan Farhat tertawa namun mereka juga mengangguk setuju dengan apa yang di pikirkan Razeel "menurut kamu Ara gimana dhaf?" tanya Amira pada putra bungsunya
"Keliatan masih muda mah, bahkan Afi pikir umurnya Lebih muda dari Afi" ucap dhafi
Amira mengangguk lalu tersenyum penuh arti, Dhafi langsung menatap curiga mamanya "Mah jangan mikir yang aneh aneh ya" ucap dhafi
"Siapa yang mikir aneh-aneh kamu tuh yang aneh" ucap Amira
"Aneh aneh gini dhafi kan keturunan mama sama papa" ucap dhafi
.........
"Anak ayah ngapain aja hari ini" ucap Shadev dari sebrang sana karena saat ini Razeel tengah tengah melakukan video call bersama ayahnya
"Tadi jalan jalan sama om Afi" ucap Razeel
"Jalan jalan ke mana El?" tanya Shadev
Razeel memperbaiki posisi tidurnya "Ke cafe" ucap Razeel jujur
Shadev mengangguk "El mau oleh oleh apa besok soreh ayah pulang" ucap Shadev
"El mau ayah cepat pulang" ucap Razeel membuat Shadev tersenyum dari sebrang sana
"iya besok ayah pulang, kalau gitu El tidur ya udah malam" ucap Shadev karena memang waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat
"iya ayah" ucap Razeel patuh
"Ayah matiin ya, Assalamualaikum anak ganteng ayah" ucap Shadev
"Wa'alaikumussalam ayah" ucap Razeel lalu sambungan telpon keduanya terputus
Razeel mengembalikan ponsel milik Omanya karena tadi ia memang telponan dengan sang ayah menggunakan ponsel Omanya karena Razeel belum diizinkan memiliki ponsel sendiri apalagi usianya baru lima tahun
Razeel mengangguk karena ia sudah merasa ngantuk, malam ini Razeel tidur bersama Omanya di kamar Oma dan opanya karena tidak ada ayah yang menemaninya tidur, biasanya Razeel akan tidur bersama ayahnya.
"Oma kapan El bisa punya bunda?" ucap Razeel yang sudah sempat terpejam
Pertanyaan Razeel tentu saja membuat Amira terkejut karena setelah sekian lama baru kali ini Razeel kembali bertanya mengenai sosok ibu "In syaa Allah kalau Allah izin kan El pasti bakalan punya bunda" ucap Amira seraya mengusap surai hitam cucunya
"Oma kalo El minta ke Allah buat kak Ara jadi bundanya El apa Allah bakal kabulin?" tanya Razeel kembali membuat Amira terkejut dia tak nyangka ternyata di hati kecil sang cucu menginginkan sosok Ara yang baru di temuinya untuk menjadi bundanya
"Kalau El rajin berdo'a in syaa Allah Allah bakal kabulin" ucap Amira dengan lembut
Razeel mengangguk mulai sekarang dia akan rajin berdo'a "Kenapa El pengen kak Ara yang jadi bundanya El?" tanya Amira
"El senang di dekat kak Ara oma, kak Ara baik pintar dan juga cantik, tapi Oma jangan bilang ke ayah ya El takut ayah marah" ucap Razeel
Amira hanya mengangguk mungkin dia tidak akan membicarakan hal ini pada putranya sekarang namun di lain waktu mungkin ia perlu mengatakan pada putra sulungnya tentang keinginan Razeel
Amira juga masih perlu mengenal sosok gadis yang di bicarakan cucunya agar ia mengetahui apakah gadis itu cocok untuk putra dan cucunya
.........
Di awal Minggu Nazra sudah di buat pusing dengan tugas tugas yang di berikan dosennya, Nazra yang kuliah mengambil jurusan Fashion Design dan saat ini ia sudah berada di semester enam, Nazra mulai di sibukkan dengan praktik
Tanpa beban dosennya meminta mahasiswa membuat desain pakaian dan langsung mengaplikasikan dan dalam satu minggu harus sudah jadi dan desain yang di buat tidak boleh sembarang
Sebenarnya tak sulit bagi Nazra untuk mendesain pakaian karena ia sudah sering mendesain pakaian yang menyulitkannya adalah waktu yang di berikan sangat singkat karena dalam satu Minggu bukan hanya tugas dari satu dosen yang di kerjakan
Nazra langsung masuk ke dalam mobil Atha yang baru tiba di depan kampusnya, Atha menatap raut tak semangat adiknya "Kenapa dek pulang kuliah kok cemberut gitu?" ucap Atha
"Ara pusing bang mikirin tugas, dosen Ara gak bisa di ajak kerjasama minggu kemaren aja gak ada yang ngasih tugas dan minggu ini kayaknya semua dosen berlomba-lomba buat ngasih tugas ke mahasiswanya" ucap Nazra karena hari ini ia ada tiga mata kuliah dan semua dosen yang masuk memberikan tugas
"Sabar dek namanya juga kuliah, nikmatin aja prosesnya salah satunya dnegan mengerjakan tugas" ucap Atha yang memang sudah berpengalaman
Nazra mengangguk Lesu, Setelah ini ia tidak bisa bersantai santai karena banyak tugas yang harus ia kerjakan
Atha mengantarkan adiknya ke rumah lalu kembali ke cafenya, sedangkan Nazra langsung masuk ke rumah dan berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai dua
sesampainya di kamar Nazra segera mengambil air wudhu karena sudah waktunya shalat ashar, setelah menjalankan kewajibannya Nazra mengambil buku dan pensilnya mencoba membuat desain pakaian
Tok tok tok
Nazra menoleh saat pintu kamarnya di ketuk "Masuk aja mbok" ucap Nazra
"Neng Ara kapan pulangnya mbok gak lihat?" tanya mbok asih begitu masuk ke kamar Nazra
"tadi jam 4 mbok, Ara gak lihat mbok jadi Ara langsung masuk ke kamar" ucap Nazra
mbok asih mengangguk mengerti. tadinya dia hanya ingin memastikan apakah Nazra sudah pulang atau belum karena waktu sudah menunjukkan pukul lima lewat "Neng Ara mau minum sesuatu biar mbok bikinin" ucap mbok asih saat melihat Nazra yang tampak sibuk
"Nggak dulu deh mbok nanti aja" ucap Nazra karena memang ia sedang tidak menginginkan sesuatu
mbok asih mengangguk "Ya sudah neng kalo gitu simbok balik ke bawah mau siapin makan malam" ucap mbok asih
"Iya mbok, maaf udah ngerepotin mbok" ucap Nazra merasa bersalah karena membuat mbok asih harus bulak balik menuruni tangga
"Ngga papa kok neng" ucap mbok asih
Setelah mbok asih keluar Nazra melanjutkan kegiatannya, Jika tengah sibuk seperti ini Nazra akan lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar
...****************...