
"El mana kok nggak ikut turun" tanya Amira saat putra bungsunya memasuki ruang makan
"Udah tidur ma, afi gak tega banguninnya" ucap Dhafi karena memang saat ia mengecek keponakannya sudah terlelap, jadi ia turun sendirian
"Emang tadi El ngapain aja ma" tanya Farhat karena tak biasanya sang cucu tidur di jam makan malam
"Tadi ikut mama ke acara arisan Pa mungkin El kecapekan" ucap Amira
Farhat mengangguk mengerti lalu mereka melanjutkan makan malam bertiga karena Shadev masih berada di kantor dan Rafa masih di rumah sakit dan katanya tidak akan pulang malam ini
Setelah makan malam bersama Farhat memutuskan untuk langsung istirahat karena memang ia merasa lelah seharian berada di kantor, Amira sebagai istri yang baik tentu menemani suaminya sehingga hanya tersisa Dhafi
Karena tinggal sendirian dhafi juga memutuskan masuk ke kamarnya untuk istirahat karena ia juga merasa sedikit lelah karena kegiatan yang diikutinya
Shadev baru tiba di rumah saat waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam karena masih banyak pekerjaan yang harus ia bereskan
Shadev memasuki kamarnya, dahinya mengernyit karena tidak menemukan sosok putranya di atas tempat tidurnya, Shadev berfikir putranya tidur bersama mamanya
Akhirnya Shadev memutuskan untuk Langsung mandi dan beristirahat karena tubuhnya merasa lelah
.........
Pagi harinya keluarga Bagaskara tengah melangsungkan sarapan bersama namun sosok kecil berparas tampan belum terlihat kehadirannya
"Loh Dev El nggak kamu bangunin?" tanya Amira
Shadev menatap bingung mamanya "Bukannya El tidur sama mama?" tanya Shadev
Amira menggeleng "Tadi malam El udah tidur duluan dan gak ikut makan malam, mama kira dia tidur di kamar kamu jadi mama gak cek" ucap Amira
"El tidur di kamarnya sendiri bang" ucap Dhafi
"Kalau gitu dev panggil El dulu" ucap Shadev langsung pergi ke kamar putranya
Saat membuka pintu Shadev bisa melihat putranya masih terlelap di tempat tidur, Shadev menatap wajah Razeel "Maafin ayah karna selalu sibuk di kantor ayah jadi jarang perhatiin kamu" ucap Shadev mengecup kening putranya
Razeel menggeliat karena merasa terganggu perlahan kelopak matanya terbuka hingga memperlihatkan kedua bola mata kecoklatan milik Razeel "Ayah" ucap Razeel dengan suara serak
"Iya El ayah di sini" ucap Shadev
Perlahan tangis Razeel pecah, Shadev langsung menarik putranya ke pangkuannya lalu memeluk tubuh mungil putranya "Kenapa putra ayah nangis Hmm" ucap Shadev berusaha menenangkan putranya yang tiba tiba menangis
"Ayah hiks jangan kerja" ucap Razeel sesenggukan
Shadev menganggukkan kepala "Iya ayah gak kerja hari ini" ucap Shadev memilih mengalah karena ia sudah lama tidak menghabiskan waktu dengan putranya, ia yakin Razeel merindukannya
"Putra ayah kenapa nangis" tanya Shadev setelah tangis Razeel berhenti, namun putranya hanya diam tak ingin memberitahu alasannya
Shadev menghapus bekas air mata putranya "Baiklah kalau El gak mau bicara, sekarang kita sarapan ya" ucap Shadev dan Razeel hanya mengangguk kecil sebagai jawaban
Shadev menggendong tubuh putranya hingga tiba di ruang makan "Selamat pagi El" sapa Amira Farhat dan juga Dhafi
Razeel hanya diam dalam gendongan ayahnya "Loh El kenapa Dev" tanya Amira saat melihat wajah sembab cucunya
"El habis nangis mah, Dev juga gak tau karena apa tapi El minta Dev untuk nggak kerja hari ini" ucap Shadev
"Papa rasa El rindu sama kamu Dev, jadi kamu libur aja hari ini biar papa yang ke kantor" ucap Farhat
Shadev menganggukkan kepalanya, dia tak menolak karena memang sudah berencana untuk libur hari ini dan menemani putranya
.........
Sejak pagi hingga sekarang Razeel tak melepaskan pelukan ayahnya, Razeel hanya melepas pelukannya ayahnya saat mandi setelah memakai pakaian Razeel kembali meminta di gendong ayahnya
Shadev tak menolak karena ia suka saat putranya sedang mode manja seperti ini, Sejak tadi Shadev juga tidak melakukan apapun selain menggendong dan memeluk putranya
"El mau makan siang di luar" tanya Shadev karena di rumah sedang tidak ada orang, mamanya memilih untuk menemani sang papa ke kantor sedangkan Dhafi ada jadwal kuliah
Razeel mengangguk sebagai jawaban "Kalau gitu El tunggu di sini ya ayah mau ganti baju dulu" ucap Shadev namun Razeel menggelengkan kepalanya
"Baiklah El ikut ayah ke kamar" ucap Shadev
Setelah mengganti pakaiannya Shadev segera membawa putranya keluar, mereka kini berada di dalam mobil "El mau makan apa?" tanya Shadev
"Mau seafood" ucap Razeel baru mengeluarkan suaranya setelah lama terdiam
"Baiklah kita cari restoran seafood yang enak" ucap Shadev mengacak rambut putranya dengan tangan kirinya. namun matanya tetap fokus ke depan karena jalanan tengah ramai akibat sudah masuk waktu makan siang
Shadev berhenti di salah satu restoran seafood, setelah memarkirkan mobilnya Shadev membantu Razeel keluar "Mau ayah gendong?" tanya Shadev
Razeel menggelengkan kepalanya "El mau jalan aja ayah" ucap Razeel
Setelah mendapat tempat duduk Shadev segera memanggil pelayan untuk memesan pesanan mereka "Baiklah tunggu sebentar pak" ucap pelayan laki laki setelah Shadev menyebutkan pesanannya
Shadev menatap putranya yang tampak lebih baik di bandingkan tadi pagi "El habis ini mau ke mana?" tanya Shadev
Razeel tampak berfikir "El mau ke taman sama ayah nanti soreh" ucap Razeel
Shadev mengangguk "Baik kapten" ucap Shadev membuat Razeel tersenyum, Shadev ikut tersenyum melihat senyum putranya
Shadev kembali mengajak putranya berbicara untuk mengalihkan kesedihan sang putra walaupun Shadev tidak tahu apa penyebabnya, tiba tiba Razeel berdiri dari duduknya dan berlari
"El mau ke mana" tanya Shadev ikut beranjak dan mengikuti putranya yang ternyata berlari ke arah seorang gadis
"Kak Ara" panggil Razeel
Gadis yang tak lain adalah Nazra langsung menoleh "Wah Razeel" ucap Nazra antusias karena bisa kembali bertemu dengan sosok anak kecil yang sangat menggemaskan baginya
Razeel memeluk tubuh Nazra yang tengah duduk di kursi "El kali ini sama siapa, kenapa berkeliaran sendirian?" tanya Nazra setelah mengangkat Razeel ke pangkuannya
"Sama ayah" ucap Razeel bertepatan dengan datangnya Shadev
Shadev sempat berhenti saat melihat putranya memeluk seorang gadis, Shadev tidak tahu siapa gadis yang Razeel peluk namun dia lebih penasaran dengan bagaimana putranya bisa dekat dengan orang yang tak di kenalnya
"El" panggil Shadev membuat Nazra menoleh ke samping
"Ayah kenalin ini kakak Ara" ucap Razeel dengan antusias membuat kebingungan sang ayah semakin menjadi "Kak Ara kenalin ini ayahnya El" ucap Razeel pada Nazra
Nazra dan Shadev tersenyum canggung berbeda dengan Razeel yang justru tampak semangat "Ra Lo sama siapa?"
.........
Hari ini Maura meminta Nazra menemaninya untuk membeli perlengkapan ulang tahun untuk adiknya, setelah selesai membeli semua perlengkapan mereka pergi ke restoran seafood untuk makan siang
Setelah memesan pesanan mereka maura pergi ke toilet karena tidak tahan ingin buang air kecil jadi tersisa Nazra di meja seorang diri, dari kejauhan Razeel yang melihat Nazra langsung menghampiri Nazra
Saat ini mereka duduk berempat di satu meja karena permintaan Razeel, Nazra sebenarnya ingin menolak, bukan karena Razeel melainkan karena ayah Razeel yang hanya diam membuat Nazra merasa tak nyaman
Namun Maura justru dengan semangat menyambut kehadiran Shadev dan Razeel jadilah mereka makan di satu meja "Kak ara" panggil Razeel
Nazra menoleh ke sampingnya "Iya El" ucap Nazra dengan lembut
"El gak bisa bukak ini" ucap Razeel menunjuk udang di piringnya
Nazra tersenyum tipis lalu mengambil udang di piring Razeel dan membuka kulitnya satu persatu "Makasih kak" ucap Razeel melanjutkan makannya
Shadev menatap putranya yang tampak ceria setelah bertemu dengan Nazra "El jangan merepotkan orang" ucap Shadev mengingatkan putranya
Razeel menatap Nazra "Maaf ya kak Ara El ngerepotin kakak" ucap Razeel
Nazra menggeleng "El nggak ngerepotin kok, Om tenang aja El nggak ngerepotin jadi gak perlu di tegur" ucap Nazra
Maura yang mendengar ucapan Nazra langsung tersedak sedangkan Shadev menatap tajam Nazra meski hanya satu detik, bagaimana bisa Nazra memanggilnya om di saat ia masih terlihat muda
Tanpa rasa bersalahnya Nazra kembali melanjutkan makan begitu pula Razeel. Maura yang biasanya banyak bicara kini lebih banyak diam karena merasa aura laki laki dewasa di depannya sangat menyeramkan
Stelah makan Razeel dan Nazra bertukar cerita lebih dulu lebih tepatnya Razeel yang banyak bercerita dan Nazra menanggapi "Ra" panggil Maura
"El kita ketemu lain kali ya kakak masih ada urusan" ucap Nazra setelah mendapat panggilan halus dari sahabatnya
Razeel tampak sedikit kecewa mendengar ucapan Nazra "Iya deh tapi El minta nomor kakak ya" ucap Razeel tak ingin mengulang kesalahannya satu bulan yang lalu karena lupa meminta nomor Nazra
Nazra mengangguk, Razeel segera meminta ponsel ayahnya karena ia belum memiliki ponsel, Nazra menyimpan nomornya di ponsel milik Shadev "Udah kakak simpan namanya kak Ara kalo El pengen ketemu kakak El telpon aja ya" ucap Nazra
Razeel mengangguk dengan semangat "Kalau gitu kakak permisi ya" ucap Nazra namun Razeel menggeleng membuat Nazra diam karena bingung
"Kakak harus peluk El dulu" ucap Razeel
Nazra terkekeh lalu mendekat dan memeluk tubuh Razeel sebelum melepas pelukannya Nazra reflek mencium pipi Razeel karena selain merindukan Razeel ia juga sangat merindukan pipi berisi Razeel
Razeel hanya terkikik saat Nazra mengecup pipinya "Kakak pergi ya, om kita permisi ya makasih banyak teraktirannya" ucap Nazra sebelum pergi bersama Maura, Nazra berbicara begitu karena memang Shadev yang membayar makanan mereka
"Kami permisi om, Terima kasih banyak" ucap Maura ikut memanggil om karena nazra. setelah itu mereka benar benar pergi meninggalkan Razeel dan Shadev
Shadev mengangguk saja walau sebenarnya di tidak terima di panggil om "El mau pulang sekarang" tanya Shadev
Razeel menganggukkan kepalanya "Setelah ini El harus cerita ke ayah" ucap Shadev sebelum mereka berjalan meninggalkan restoran
...****************...