Bunda untuk El

Bunda untuk El
30. Seperti keluarga kecil


Pagi pagi Nazra mengantarkan Razeel ke sekolahnya lebih dulu, sebenarnya bukan Nazra yang mengantar lebih tepatnya Atha yang akan mengantarkan Nazra dan juga Razeel


Padahal Nazra sudah bisa mengendarai sepeda motor dan juga mobil namun Atha selalu melarangnya karena selagi dia bisa mengantar dia tidak akan mengizinkan adiknya naik kendaraan sendirian


Seperti biasanya Razeel akan duduk di pangkuan Nazra sambil melihat-lihat pemandangan dari jendela "Kak Ara kapan kapan El mau naik itu" tunjuk Razeel pada odong odong yang sedang berhenti


"Besok ya kalau kakak ada waktu, kakak ajak El naik odong-odong" ucap Nazra sambil merapikan rambut Razeel yang sedikit berantakan


"Oke kak ara" Ucap Razeel dengan semangat


Sesampainya di depan sekolah Razeel, Razeel langsung menyalim tangan Atha sebelum turun bersama Nazra, jika orang orang melihat mereka bertiga pasti akan mengira mereka sebagai keluarga kecil yang bahagia


"Bentar ya bang Ara antar El ke kelasnya dulu" ucap Nazra


Atha mengangguk "Belajar yang rajin ya El" ucap Atha sebelum Nazra dan Razeel semakin jauh


"Iya om" ucap Razeel sedikit berteriak agar Atha mendengar suaranya


"Razeel" panggil Daren yang sepertinya baru tiba juga


Razeel langsung menghampiri temannya "Kamu baru sampe ya" ucap Razeel


"Iya El tadi papa aku yang antar" ucap Daren


Nazra melengkungkan bibirnya ke atas melihat interaksi Razeel dan temannya "El" panggil Nazra


Razeel berjala mendekati Nazra kembali, Nazra menunduk "Kakak pulang sekarang ya, El jangan nakal di sekolah belajar yang rajin dan jangan mau ikut orang asing, jangan keluar dari sekolah kalo belum ada yang jemput oke" ucap Nazra


Razeel mengangguk patuh "Oke kak" ucap Razeel lalu mengecup pipi Nazra sebelum Nazra kembali berdiri, Nazra hanya melengkungkan bibirnya ke atas


"Kakak pergi dulu ya" ucap Nazra mengusap rambut Razeel, sebelum pergi meninggalkan Razeel dan Daren


Nazra memasuki mobil abangnya "Mau ke butik sekarang?" tanya Atha


"Iya bang lagian Abang mana boleh kalo Ara pergi ke cafenya Abang" ucap Nazra


Atha hanya terkekeh mendengarnya "Baik lah tuan putri pangeran akan mengantarkan tuan putri dengan selamat" ucap Atha membuat Nazra tertawa mendengarnya


.........


Waktu pulang sekolah sudah lewat lima menit, Razeel menggembungkan pipinya karena tidak ada yang menjemputnya "Loh El kok belum pulang" ucap Miss bela yang merupakan guru Razeel


"Belum di jemput Miss" ucap Razeel


"Tumben el belum di jemput, ya udah tunggu di ruangan Miss aja ya di sini sudah sepi" ucap bela


Razeel menggelengkan kepalanya "El di sini aja Miss sebentar lagi ayah bakal datang kok" ucap Razeel


Bela mengangguk ia juga berfikir begitu karena tidak biasanya Razeel telat di jemput "Ya udah Miss ke ruangan dulu, kalo belum datang juga nanti El ke ruangan Miss ya biar Miss telpon ayah El" ucap bela


Razeel mengangguk "Iya Miss" ucap Razeel


Setelah bela pergi kini Razeel tinggal sendirian, Razeel melihat ke depan menunggu Oma atau ayahnya datang "El" panggil seseorang namun bukan orang yang Razeel kenal


Razeel menatap wanita asing di depannya "El ini mama sayang" ucap wanita itu merentangkan tangannya ingin memeluk Razeel


Razeel menggelengkan kepalanya "El gak punya mama" ucap Razeel berjalan mundur ingin menghindari wanita di depannya


"El ini mama sayang mama yang sudah melahirkan kamu" ucap Wanita itu semakin berjalan mendekat, tangannya meraih tangan mungil Razeel


Razeel memberontak "Lepas kamu bukan mama El" ucap Razeel terus memberontak


"El ini mama kamu mau jadi anak durhaka" ucap wanita itu namun Razeel tetap memberontak tidak ingin di peluk wanita yang mengaku sebagai mamanya


Razeel bahkan sudah menangis dengan keras "Renata Lepasin Putra saya" bentak Shadev yang tiba tiba datang


Shadev menatap tajam wanita di depannya, Shadev Langsung menarik Razeel dan membawa ke gendongannya, Razeel memeluk leher ayahnya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang ayah


"Berani sekali kamu menemui putraku" ucap Shadev masih menatap tajam wanita di hadapannya


"Dev bagaimana pun Razeel putraku aku minta maaf karena meninggalkan kalian dulu tapi sekarang aku ingin bersama putraku Dev izinkan aku dekat dengan putraku karena bagaimanapun aku yang melahirkan Razeel" ucap Renata


Renata merupakan mantan istri Shadev, dulunya Renata seorang model mereka menikah juga karena perjodohan "Aku tidak perduli" Ucap Shadev langsung membawa pergi Razeel


Renata berusaha mengejar namun Shadev segera membawa Razeel masuk ke dalam mobil, Razeel terus menangis bahkan tidak ingin lepas dari pelukan ayahnya karena merasa takut


"El duduk di sebelah ya gimana ayah nyetir mobilnya kalau El duduk di pangkuan ayah" ucap Shadev


Mau tidak mau Shadev akhirnya tetap menjalankan mobilnya dnegan Razeel yang duduk di pangkuannya, karena rapat Shadev telat menjemput Razeel, sedangkan Amira sedang ada acara sehingga tidak bisa menjemput cucunya


.........


Razeel terus menangis tidak ingin melepas pelukannya dari sang ayah karena masih merasa takut dengan wanita yang tadi memaksa memeluknya "Ayah mau kak Ara" ucap Razeel setelah lama terdiam


Padahal Shadev baru memasuki ruangannya namun karena permintaan Razeel dia harus keluar kembali "Iya kita ketemu kakak Ara tapi El diam ya sayang berhenti nangisnya" ucap Shadev


Razeel mengangguk kecil lalu mengelap ingusnya dengan punggung tangannya, Shadev yang melihat itu segera mencari tisu untuk membersihkan wajah dan tangan putranya


"El ayah bersihin dulu ya" ucap Shadev agar Razeel melepas pelukannya pada leher Shadev


Razeel menggeleng "El kan mau ketemu kak Ara masa jorok nanti kak Ara nggak mau dekat dengan El" ucap Shadev berhasil membuat Razeel melepas pelukannya dari leher sang ayah


Shadev segera membersihkan wajah dan tangan putranya "Sebentar ya El ayah tanya keberadaan kakak ara dulu" ucap Shadev sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya


Shadev menelpon nomor nazra dan baru di angkat saat telpon kedua, setelah Shadev memastikan keberadaan nazra dia segera membawa Razeel kembali ke gendongannya karena Shadev tahu putranya Pasih takut jika berjalan sendiri di luar nanti


Razeel kembali memeluk leher ayahnya, Razeel merasa lapar namun dia ingin bertemu Nazra lebih dulu baru mengajak Nazra makan siang "El duduk sendiri ya biar ayah nggak susah nyetirnya" ucap Shadev di balas Razeel dengan anggukan kepala


Stelah memasang sabuk pengaman untuk putranya Shadev segera menjalankan mobilnya menuju butik Nazra meski belum buka Nazra sudah mulai sibuk di butiknya untuk mempersiapkan acara pembukaan butik barunya yang akan di adakan satu Minggu lagi


Sesampainya di depan butik Nazra Shadev segera turun memutari mobil untuk membantu Razeel, kali ini Razeel tidak ingin di gendong ayahnya. Razeel segera menarik tangan ayahnya untuk masuk ke dalam


Di dalam Nazra yang tengah menata pakaian langsung menoleh saat Razeel memeluknya "Kak Ara" panggil Razeel


Nazra langsung memutar tubuhnya "Ada apa El udah kangen aja sama kakak padahal kita baru pisah tadi pagi loh" ucap Nazra sambil mencubit gemas pipi Razeel


"Kakak gendong" Rengek Razeel


Nazra tertawa lalu mengangkat Razeel ke dalam gendongannya, meski Razeel terasa semakin berat Nazra tetap suka menggendong Razeel "Maaf ya Ra ganggu waktu kamu" ucap Shadev baru tiba setelah di tinggal putranya


"Nggak papa kok om" ucap Nazra


"Kak Ara ayo makan siang El lapar" ucap Razeel masih dalam gendongan Nazra


"Mau makan siang apa El, nanti kita pesan?" ucap Nazra


"Bagaimana kalau kita makan di luar?" tanya Shadev


Razeel bersorak senang, Shadev yang melihat putranya kembali ceria ikut bahagia "Ya udah, sebentar ya om Ara mau ambil tas dulu, El tunggu kakak di sini aja ya" ucap Nazra langsung di patuhi Razeel


.........


Di dalam mobil Shadev fokus menyetir di sampingannya ada Nazra yang duduk sambil memangku Razeel, Nazra juga terus meladeni celotehan Razeel hingga mereka tiba di sebuah restoran


Mereka segera turun "El ayah aja yang gendong, kasian kak Ara kalo gendong El terus" ucap Shadev ketika putranya kembali meminta di gendong Nazra


"Iya deh" ucap Razeel beralih ke gendongan sang ayah. kini merek berjalan beriringan dengan Razeel di gendongan ayahnya, Mereka sudah terlihat seperti Keluarga kecil ada ayah bunda dan seorang putra yang tampan


Bahkan banyak pasang mata yang menatap mereka dan berfikir jika mereka adalah pasangan suami istri dengan putranya, Razeel sangat senang bisa makan bertiga dengan ayah dan kakaknya Nazra namun saat ini Razeel tidak menganggap Nazra sebagai kakaknya melainkan sebagai Bundanya


"Kak Ara El mau di suapin" ucap Razeel karena makanan pesanan mereka sudah datang


Nazra tidak menolak dia justru bersiap untuk menyuapi Razeel, Shadev sesekali memperhatikan Nazra dan Razeel, perasaan Shadev selalu menghangat melihat interaksi Nazra dan Razeel


"Kak Ara makan juga jangan suapin El terus" ucap Razeel karena sejak tadi Nazra hanya menyuapinya sedangkan Nazra belum memasukkan satu sendok makanan pun ke dalam mulutnya


"Iya El ini kakak makan" ucap Nazra lalu memasukkan sesendok nasi ke mulutnya


"Kak Ara El udah kenyang" ucap Razeel saat Nazra akan kembali menyuapinya


Nazra meletakkan kembali sendoknya "ya udah ini minum dulu" ucap Nazra sambil menyodorkan segelas air putih


Razeel menerima air yang diberikan Nazra dan meminumnya hingga setengah "El mau disert?" tanya Nazra karena memang Shadev memesan disert sebagai makanan penutup


"Mau kak tapi El mau makan sendiri" ucap Razeel sengaja agar Nazra bisa memakan makanannya


Nazra mengangguk ia mendekatkan disertnya ke arah Razeel dan memberikan sendok yang akan Razeel gunakan, Shadev sejak tadi hanya diam menyimak pembicaraan Razeel dan Nazra


Setelah memastikan Razeel makan dengan nyaman Nazra kembali menikmati makan siangnya "Om kok makannya sedikit?" tanya Nazra karena di piring Shadev hanya terdapat sedikit nasi


"Saya sudah makan banyak kamu tuh yang makan sedikit" ucap Shadev karena memang di piring Nazra masih terdapat banyak nasi dan lauk pauk, Nazra hanya menyengir lalu melanjutkan makannya


...****************...