
Setelah kegiatan di taman tadi pagi kini keluarga Bagaskara sudah beralih ke raung keluarga meski di sana hanya terdapat Farhat dan Amira yang tengah menemani cucu mereka bermain sedangkan ketiga putra mereka tengah mandi
"El kenal sama Daren nggak?" tanya Amira
Razeel mengangguk karena ia sempat bertemu beberapa kali dengan anak laki laki seusianya yang bernama daren saat ikut Omanya arisan
"Daren udah masuk sekolah loh, El mau nggak sekolah sama Daren?" tanya Amira
Dengan cepat Razeel menggelengkan kepalanya "El gak mau Oma" ucap Razeel lalu melanjutkan kegiatan bermainnya yang sempat terhenti
Amira menghela nafas, dia sebenarnya tak ingin memaksa Razeel untuk sekolah karena umurnya masih lima tahun. dia hanya heran padahal dulu Razeel yang begitu semangat ingin sekolah namun setelah sekolah beberapa hari dia tidak mau lagi sekolah dan tidak mengatakan alasan apapun sehingga mereka semua merasa bingung
"El beneran nggak mau sekolah, di sekolah enak loh banyak teman" ucap Farhat
"Gak mau opa" ucap Razeel
"Ma pa Rafa pamit mau pergi ke rumah sakit" ucap Rafa yang datang ke ruang keluarga dengan keadaan rapi
Amira dan Farhat mengangguk karena tadi Rafa sudah mengatakan akan ke rumah sakit pukul sepuluh. setelah menyalim kedua orang tuanya Rafa beralih pada keponakannya "El om pergi kerja dulu ya" ucap Rafa
"Iya om semangat kerjanya" ucap Razeel dengan senyum manisnya
Rafa tersenyum lalu mengacak rambut Razeel gemas dan membuat senyum Razeel tergantikan dengan wajah cemberutnya yang justru tampak imut "Om rambut El kok di berantakin sih" ucap Razeel lalu mendekati Omanya, sedangkan Rafa sudah terkekeh
"Oma rambut El berantakan lagi" adu Razeel
Amira tersenyum gemas "sini Oma rapihkan" ucap Amira menepuk pahanya meminta Razeel duduk di atas pahanya, Razeel yang sudah biasa duduk di pangkuan Omanya segera duduk di paha Omanya
Rafa yang tersadar waktunya sudah tak banyak mendekati kedua orang taunya kembali "ma pa Rafa berangkat sekarang Assalamualaikum" ucap Rafa sebelum meninggalkan ruang keluarga
"Wa'alaikumussalam" jawab farhat Razeel dan Amira bersamaan
"Sudah selesai, cucu Oma udah ganteng lagi" ucap Amira setelah selesai merapikan rambut cucunya
Razeel turun dari pangkuan Omanya "Makasih Oma" ucap Razeel lalu kembali ke tempat bermainnya
"El cepat banget besarnya" ucap Amira menatap Razeel dengan tatapan sendu
Farhat yang mengerti tatapan sang istri langsung menarik tangan istrinya untuk ia genggam "mama tenang aja, kita sudah memberikan kasih sayang terbaik untuk cucu kita dan putra kita juga sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk putranya" ucap Farhat
Amira tersenyum lalu meletakkan tangannya yang lain di atas tangan suaminya "Kamu benar mas" ucap Amira namun tetap saja dia merasa sedih karena cucunya tak pernah merasakan kasih sayang dari ibunya
.........
Jika bisanya Razeel dan Dhafi selalu terlibat perdebatan kecil kali ini keduanya tampak akur. Razeel tampak tenang dalam gendongan omnya yang paling muda setelah menangis cukup lama karena ayahnya harus pergi ke luar kota karena ada urusan penting
Biasanya Shadev selalu mengajak Razeel namun kali ia ia tidak bisa mengajak putranya karena di sana ia akan sangat sibuk dan Shadev takut tidak ada yang menjaga putranya
Shadev juga berjanji akan pulang besok soreh, meski tetap menangis namun Razeel sudah mau melepaskan pelukannya dari sang ayah tentunya dengan bantuan Amira dan dhafi yang menawarkan berbagai hal
"El mau ikut om jalan jalan nggak?" tanya dhafi karena di tahu pasti keponakannya merasa kecewa karena tidak jadi jalan jalan ke taman bersama sang ayah
Razeel mengangguk "Kalau gitu om siap siap dulu ya. El juga ganti baju ya" ucap dhafi dan Razeel kembali mengangguk
Dhafi segara membawa Razeel menuju kamarnya untuk mengganti pakaian keponakannya yang sudah basah karena keringat dan air mata setelah itu Dhafi juga mengganti pakaiannya karena tadi ia hanya memakai baju kaos dan celana training
setelah rapi dhafi membawa Razeel ke bawah untuk pamitan pada Amira "Ma Afi pamit mau bawa El jalan jalan" ucap Dhafi
Amira yang tampak baru selesai melaksanakan shalat Dzuhur mengangguk. setelah menyalim mamanya dhafi segera membawa Razeel menuju garasi lalu mendudukkan Razeel di sampingnya
"El mau jalan jalan ke mana?" tanya dhafi setelah Meraka keluar dari area perumahan
"Terserah om aja" ucap Razeel setelah terdiam sejak ayahnya pergi
"mau main ke Timezone?" tanya Dhafi namun Razeel menggeleng karena ia sedang tidak ingin bermain di Timezone
Akhirnya dhafi membawa Razeel menuju Cafe yang tengah ramai namun saat tiba di depan cafe dhafi menghela nafas karena melihat parkiran mobil yang penuh sehingga dia tidak bisa memarkirkan mobil di depan cafe akhirnya dhafi membelokkan mobilnya ke toko yang ada di sebrang cafe
"El mau om beli ice crime mint choco?" tanya dhafi
Razeel mengangguk "Mau ikut om ke sana atau nunggu di mobil" tanya dhafi
"El nunggu di mobil aja om" ucap Razeel
"Ya sudah om pergi beli ke sana dulu kamu kunci mobilnya dari dalam ya" ucap dhafi sebelum pergi ke sebrang jalan masuki cafe yang tengah ramai di bicarakan
.........
Sudah setengah jam berlalu namun pesanan dhafi belum di buat karena ramainya pengunjung, di mobil Razeel sudah mulai bosan menunggu omnya yang tak kunjung datang
Karena sudah bosan Razeel memilih menyusul omnya, namun saat melihat ramainya jalanan Razeel sedikit ragu karena ia tidak pernah menyebrang jalan sebelumnya, namun dia juga tidak mau kembali ke mobil setelah memastikan mobilnya terkunci Razeel memberanikan diri menyebrang jalan
Karen tidak memperhatikan kanan kiri Razeel hampir tertabrak jika si pengemudi tidak ngerem tepat waktu dan untungnya mobil si pengemudi melaju dengan kecepatan sedang
Karena merasa syok dan juga takut Razeel berjongkok dan memeluk lututnya seraya berdoa agar omnya segera keluar dari cafe "Orang tuanya mana sih biarin anak kecil berkeliaran di jalan" teriak si pengemudi membuat Razeel semakin takut apalagi suara klakson mobil yang bersahutan
Seorang gadis mendekati Razeel dengan raut khawatir "Dek kamu gak papa?" tanya gadis itu membuat Razeel merasa lebih tenang hingga ia berani mengangkat kepalanya lalu mengangguk kecil sebagai jawaban atas pertanyaan gadis itu
Gadis yang menghampiri Razeel menghela nafas lega lalu membantu Razeel berdiri "Mohon maaf ya pak karena kelalaian saya dalam menjaga adik saya hingga membuat perjalanan bapak terhambat" ucap gadis itu
Razeel yang mendengarnya merasa bersalah karena merepotkan orang yang tak di kenal namun dia juga merasa aman saat berada di dekat gadis itu
"Iya, lain kali di perhatikan lagi adiknya untung gak ketabrak" ucap si pengemudi lalu menutup jendela mobilnya, Razeel menundukkan kepalanya mendengar ucapan dari si pengemudi yang tampak masih kesal
Gadis yang tadi mendekati Razeel menarik tubuh Razeel untuk mundur agar mobil bapak pengemudi tadi bisa melanjutkan perjalanan, bahkan karena kejadian kecil membuat jalanan sedikit macet "Dek kamu gak papa?" tanya gadis itu kembali memastikan
Razeel mengangguk meyakinkan gadis di hadapannya bahwa ia baik baik saja "Udah jangan takut, lain kali jangan menyebrang jalan sendirian ya" ucap gadis itu menyadari Razeel masih sedikit syok setelah kejadian tadi
Razeel kembali mengangguk sebagai jawaban ia masih ragu untuk mengeluarkan suaranya
"Kamu mau ke ma... eh kamu anak kecil yang di supermarket kan" ucap gadis yang tak lain adalah Nazra saat mengingat wajah razeel yang sebelumnya juga pernah ia bantu di supermarket
Razeel memberanikan diri mengangkat kepalanya lalu menatap wajah Nazra dan perlahan senyumnya terbit "kakak cantik" ucap Razeel setelah terdiam cukup lama
Nazra sendiri cukup terkejut mendengar panggilan yang di lontarkan Razeel, tak urung ia justru tersenyum manis "Kamu kok bisa di sini" tanya Nazra setelah membawa Razeel ke tempat duduk yang ada di depan sebuah toko
"El ke sini sama om Afi, om Afi lagi pergi ke sana buat beli Ice crime" ucap Razeel sambil menunjuk cafe milik Atha "El tadinya nunggu om Afi di mobil tapi om Afi lama jadi El bosan nunggu di mobil, trus tadi El mau nyusul om Afi" Ucap Razeel
Nazra kini mengerti alasan Razeel menyebrang jalan seorang diri "Lain kali jangan nyebrang sendirian kayak tadi ya bahaya" ucap Nazra
"Iya kakak cantik" ucap Razeel
"Kenapa panggil kakak begitu?" tanya Nazra penasaran
"Karna El gak tahu nama kakak siapa dan Kaka juga cantik jadi El panggil kakak cantik" ucap Razeel jujur
Nazra tertawa gemas mendengar jawaban polos Razeel "Kamu bisa aja kalo gitu kenalin nama kakak Nazra biasanya sih kakak di panggil Ara oleh orang terdekat kakak dan khusus untuk kamu kakak boleh panggil kakak Ara" ucap Nazra
"Nama kakak cantik kayak orangnya" ucap Razeel membuat Nazra semakin gemas
"Kalau gitu nama kamu siapa?" tanya Nazra
"Nama aku Razeel kak panggilannya El" ucap Razeel
Nazra mengangguk mengerti "Baiklah El kalau gitu ayo kita pergi ke cafe, kita cari om kamu" ucap Nazra menarik tangan Razeel untuk ia genggam
...****************...