
Hari minggu merupakan hari di mana orang-orang beristirahat dari penatnya bekerja dan juga belajar, hari minggu menjadi hari untuk menghabiskan waktu bersama keluarga seperti yang di lakukan keluarga Bagaskara yang saat ini tengah kumpul menghabiskan waktu bersama di taman belakang rumah
Di lapangan basket tampak Shadev yang tengah bermain basket bersama Rafa, di sudut lain taman tampak Farhat tengah main catur bersama Dhafi sedangkan Amira tengah membuat cemilan di dapur bersama art dan Razeel hanya menjadi penonton pertandingan ayah opa dan om omnya
Sesekali Razeel berteriak menyemangati ayahnya yang langsung mendapat teguran dari Dhafi karena merasa konsentrasinya terganggu hingga terjadilah keributan antara om dan keponakan itu
"El jangan berisik om lagi fokus ini" ucap Dhafi
"El jingin berisik om ligi kinsintrisi" ulang Razeel dengan nada mengejek "Bilang aja om gak bisa menang lawan opa" ucap Razeel
"Enak aja, Om aturan bisa menang kalo kamu gak berisik" ucap Dhafi tak mau kalah
"Alasan banget padahal om gak pernah menang lawan opa" ucap Razeel yang sesuai dengan kenyataan
"Kamu ini dhaf suka banget adu mulut sama El" ucap Farhat mulai lelah mendengar perdebatan antara Putra bungsu dan cucu satu-satunya
"Biar suasana rame pa, ya kan El" ucap Dhafi namun Razeel tak menjawab justru anak laki alki berusia lima tahun itu melongos pergi mendekati neneknya yang datang dengan nampan berisi cemilan
"Oma buat apa?" tanya Razeel
"Oma buat puding kesukaan El, sama bakwan jagung" ucap Amira berjalan menuju sebuah meja di ikuti bik Imah yang membawa nampan berisi minuman
"Oma jangan bagi om Dhafi ya pudingnya" ucap Razeel
Dhafi yang mendengar ucapan keponakannya langsung mengambil puding yang sudah di potong Amira "Gak boleh pelit El apalagi sama om sendiri" ucap Dhafi
Amira hanya terkekeh melihat raut kesal cucunya, tak lama Farhat Shadev dan Rafa juga mendekat untuk menikmati makanan dan minuman yang sudah di buat Amira "Ayah nanti soreh El mau main ke taman yah" ucap Razeel
Shadev mengangguk karena tak mungkin ia menolak permintaan kecil dari putra kesayangannya "Mau ngapain El ke taman?" bukan Shadev yang bertanya melainkan Rafa
"Mau jalan jalan aja om, El pengen beli Ice crime di taman yang pernah El datangin sama ayah" ucap Razeel
"Kenapa nggak ke mall El ice crime nya lebih enak terus El bisa minta beliin mainan sama ayah" ucap Dhafi langsung mendapat tatapan tajam dari Shadev namun Dhafi hanya menyengir
Razeel menggelengkan kepalanya "El pengen Ice crime yang di taman bukan yang ada di mall om Afi" ucap Razeel lalu memasukkan puding di tangannya ke mulut mungilnya
.........
Sejak pagi senyum Nazra tak pernah luntur, alasannya hanya karena Atha akan mengajaknya ke Cafe miliknya "Dek mau pakek cadar nggak?" tanya Atha entah untuk keberapa kalinya bahkan kini mereka sudah ada di depan cafe miliknya
"Abang ih Ara belum siap pakai cadar, kelakuan Ara masih belum pantas" ucap Nazra untuk yang kesekian kalinya juga
Atha hendak kembali berbicara namun tangan Nazra dengan sopannya langsung menutup mulut atha "Abang cukup ya ngomongnya" ucap Nazra
Atha menghela nafas "Ya udah pakai masker aja" ucap Atha sambil menyodorkan masker
Nazra menerima masker pemberian Atha "Punya Abang posesif banget" cibir Nazra, sebenarnya dia sudah tak heran lagi dengan sikap posesif abangnya karena sejak ia kecil abangnya sudah bersikap posesif bahkan sikap posesif abinya tidak separah Atha
"Abang tuh mau jaga kamu dari pandangan laki laki yang gak bener" ucap Atha
"Iya iya abangku sayang" ucap Nazra lalu membuka pintu mobilnya setelah memasang masker ke wajahnya
Atha dan Nazra berjalan beriringan saat akan memasuki cafe Atha menarik adiknya agar lebih dekat dengan tubuhnya lalu merangkul Nazra sedangkan Nazra hanya pasrah dan mengikuti langkah abangnya hingga mereka tiba di ruangan yang menjadi ruang pribadi Atha saat berada di cafe
"Bang kok ke sini sih?" tanya Nazra
"Di luar udah mulai rame dek kamu di sini aja, mau makan sama minum apa biar Abang ambilin?" tanya Atha
Nazra sedikit cemberut mendengar ucapan Abangnya "Ara tuh mau lihat suasana cafe Abang kalo diam di ruangan sama aja bohong" ucap Nazra
"Nanti kamu kan bisa lihat dek sekarang diam di sini dulu ya, Abang ambilin makanan sama minuman untuk kamu" ucap Atha lalu keluar dari ruangannya
Nazra mendengus lalu berdiri mengamati ruangan abangnya yang tampak rapi karena Atha tipe orang yang tidak suka berantakan, Nazra tersenyum saat melihat bingkai kecil di atas meja abangnya di mana terdapat fotonya saat masih berusia sepuluh tahun
"Lo tau Ra kenapa gue suka banget sama abang Lo?" tanya Maura dan di balas Nazra dengan gelengan karena di tidak tahu alasannya
"Gue suka banget sama bang Atha karena dia sayang banget sama lo" ucap Maura membuat Nazra bingung namun saat mendengar ucapan Maura selanjutnya Nazra justru tersenyum
"Sama adeknya aja bang Atha sayang dan memperlakukan lo layaknya ratu apalagi sama istrinya kelak pasti dia akan menyayangi dan memperlakukan istrinya kelak dengan baik, karena kata bunda gue kalau mau lihat perlakuan cowok ke istrinya kelak lihat bagaimana sikapnya terhadap wanita di keluarganya" ucap Maura
Bibir nazra melengkung keatas mengingat percakapannya dengan sahabatnya tiga tahun yang lalu sampai tak sadar abangnya sudah datang
"Hayo mikirin apa sampai senyum senyum sendirian?" ucap Atha setelah meletakkan beberapa jenis makanan dan minuman kesukaan adiknya ke atas meja
Nazra semakin mengembangkan senyumnya "Ara lagi mikirin kalo Abang udah punya istri nanti gimana ya?" ucap Nazra membuat Atha mendengus
"Abang gak akan nikah sebelum kamu nikah" ucap Atha singkat namun berbeda dengan reaksi Nazra
"kenapa bang, umur Abang udah pas loh buat nikah" ucap Nazra pasalnya umur Atha sudah memasuki usia ke 24
"Abang bakalan nikah kalo kamu sudah ketemu dengan laki laki yang bisa menjaga kamu lebih baik dari Abang dan Abi" ucap Atha membuat hati Nazra menghangat mendengarnya
.........
Stelah sekian lama membujuk abangnya Nazra kini mendapat izin untuk keluar, dengan semangat Nazra keluar dari ruangan pribadi abangnya, Nazra bertemu beberapa karyawan abangnya yang menyapanya dengan ramah tentunya Nazra membalas dengan ramah pula karena memang pada dasarnya Nazra anak yang friendly
"Mbak butuh sesuatu" tanya salah satu karyawan wanita dengan ramah karena mereka mengira Nazra adalah kekasih Atha walau awalnya merek tampak kecewa saat melihat Atha datang bersama seorang gadis namun mereka juga harus bersikap baik jika masih ingin bekerja
Nazra menggeleng "Kalian bisa lanjut kerja aku cuman mau lihat lihat aja kok" ucap Nazra
"baik mbak kalau gitu kamu permisi ya" ucap karyawan wanita tadi
Nazra mengangguk lalu melanjutkan langkahnya, Nazra dapat melihat banyak pengunjung yang datang bahkan semua kursi hampir terisi penuh, Nazra keluar dari cafe abangnya dan melihat lihat ke area luar
di luar juga terdapat tempat duduk yang sudah terisi "Cafe Abang rame banget pantas aja bang Atha gak bolehin Ara ke sini" ucap nazra
Stelah puas berkeliling Nazra duduk di salah satu kursi saat melihat ponselnya Nazra berdecak karena batrai ponselnya yang hampir habis "Kenapa lupa ngecas sih padahal mau aku pakek foto foto" ucap Nazra
"Ambil powerbank di mobil dulu deh" ucap Nazra lalu masuk ke dalam untuk mengambil kunci mobil abangnya, setelah itu Nazra pergi ke parkiran untuk mengambil powerbanknya
Nazra menutup kembali pintu mobilnya setelah mengambil powerbank saat hendak kembali Nazra melihat seorang anak laki laki yang keluar dari dalam mobil yang ada di sebrang jalan
Nazra khawatir melihat anak sekecil itu hendak menyebrang jalan seorang diri apalagi jalanan sedang ramai. akhirnya nazra memilih mendekati anak laki laki itu
Nazra semakin mempercepat langkahnya saat melihat anak laki laki itu hampir tertabrak mobil, jika mobil sedang dalam keadaan ngebut bisa di pastikan anak itu akan tertabrak untungnya mobil melaju dengan kecepatan sedang sehingga bisa berhenti
Nazra menghampiri anak laki laki yang tengah jongkok "Orang tuanya mana sih biarin anak kecil berkeliaran di jalan" teriak kesal si pengemudi yang membuat anak laki laki itu semakin takut
Nazra menghampiri anak laki laki "Dek kamu gak papa?" tanya nazra
anak laki laki itu mendongak saat mendengar suara lembut Nazra lalu mengangguk, Nazra menghela nafas lega lalu membantu anak laki laki itu berdiri "Mohon maaf ya pak karena kelalaian saya dalam menjaga adik saya hingga membuat perjalanan bapak terhambat" ucap Nazra
"Iya, lain kali di perhatikan lagi adiknya untung gak ketabrak" ucap si pengemudi lalu menutup jendela mobilnya
Nazra menarik tubuh anak laki laki itu mundur agar mobil bapak tadi bisa melanjutkan perjalanan, bahkan karena kejadian kecil membuat jalanan sedikit macet "Dek kamu gak papa?" tanya nazra memastikan
Anak laki laki itu mengangguk "Udah jangan takut, lain kali jangan menyebrang jalan sendirian ya" ucap Nazra dan anak laki laki itu kembali mengangguk
"Kamu mau ke ma... eh kamu anak kecil yang di supermarket kan" ucap Nazra saat mengingat wajah anak laki laki di hadapannya yang sedikit tak asing di matanya
Anak laki laki itu memberanikan diri menatap wajah Nazra dan perlahan senyumnya terbit "kakak cantik" ucapnya
...****************...