Bunda untuk El

Bunda untuk El
20. Menanam Bunga


Sudah tiga hari Razeel istirahat penuh kini keadaan Razeel sudah kembali pulih, Shadev juga akan masuk ke kantor hari ini namun Razeel menolak diajak kekantor karena dia akan merasa bosan di kantor ayahnya


Razeel meminta pada ayahnya untuk mengantarnya ke rumah Nazra namun Shadev belum mengizinkan dia tidak enak jika harus merepotkan Nazra "Ikut ayah ke kantor aja ya, kak Ara pasti sibuk El" ucap Shadev


"nggak mau Ayah El nggak suka di kantor ayah" ucap Razeel


Shadev menghela nafas, waktunya sudah terbang tiga puluh menit karena membujuk putranya, karena tidak ingin semakin membuang waktu Shadev akhirnya menyetujui permintaan putranya


"Yeey main sama kak Ara" sorak Razeel senang


Shadev mengangkat Razeel ke dalam gendongannya lalu membawanya ke luar, Shadev mendudukkan Razeel di samping kursi pengemudi, setelah memastikan putranya aman barulah Shadev masuk ke dalam mobil


Perjalan dari ke rumah Nazra memerlukan waktu dua puluh menit, sepanjang jalan Razeel tersenyum manis karena merasa senang "El jangan nakal di sana" ucap Shadev mengingatkan karena kini mereka sudah tiba di depan rumah Nazra


Shadev membantu Razeel keluar dari dalam mobil, ayah dan anak itu berjalan menuju pintu utama lalu menekan bel beberapa kali


Pintu utama terbuka menampakkan sosok mbok asih "Aden ganteng pasti nyari neng Ara ya" ucap mbok asih saat melihat keberadaan Razeel dan Shadev


Razeel menganggukkan kepalanya "Nazranya ada?" tanya Shadev


"Ada den sebentar ya mbok panggil dulu soalnya neng Nazra lagi di kamarnya" ucap mbok Asih "Aden masuk aja dulu nunggu di dalam" ucap mbok asih


Shadev menggeleng "Nggak usah buk saya cuman mau antar Razeel, dan tolong sampaikan pada Nazra saya titip Razeel karena Razeel tidak mau ikut ke kantor" ucap Shadev karena dia sudah buru buru ke kantornya


"panggil mbok aja den, nanti mbok sampaikan ke neng Nazranya. ayo Aden ganteng masuk" ucap mbok asih sambil mengulurkan tangannya meminta Razeel masuk


Razeel berjalan mendekati mbok asih "Ayah pergi El nanti soreh ayah jemput" ucap Shadev pada putranya "Terimakasih mbok saya permisi dulu" ucap Shadev kali ini pada mbok asih


"Sama sama den" ucap mbok asih


setelah Shadev pergi mbok asih membawa Razeel masuk ke dalam rumah "Aden tunggu di sini sebentar ya mbok panggil neng Ara dulu" ucap Mbok asih


Razeel mengangguk patuh, ia duduk di sofa ruang keluarga dengan anteng sementara mbok asih pergi ke lantai atas untuk memanggil Nazra "Neng" panggil mbok asih sambil mengetuk pintu kamar Nazra beberapa kali


Nazra membuka pintu kamarnya, tampak nazra baru selesai mandi "Itu neng di bawah ada Aden El" ucap mbok Asih


Nazra sedikit terkejut "Loh El datang sama siapa mbok" tanya Nazra


"Sama ayahnya non, tapi ayahnya Aden El langsung pergi dia cuman bilang mau nitip den El sama neng Ara karna den El nggak mau di ajak ke kantor" ucap mbok asih menyampaikan pesan Shadev pada Nazra


Nazra mengangguk mengerti "Ya udah mbok Ara mau pakai Khimar dulu, mbok duluan aja ke bawahnya" ucap Nazra


"ya udah neng mbok ke bawah dulu" ucap mbok asih


Setelah mbok asih pergi Nazra kembali masuk ke kamarnya untuk memakai khimar, meski Razeel masih kecil Nazra tetap memakai khimarnya karena Nazra sudah terbiasa memakai Khimar saat keluar dari kamarnya


Sebelum turun Nazra mengambil ponselnya, dia bisa melihat notifikasi pesan dari Shadev yang meminta tolong untuk menjaga Razeel, Nazra sebenarnya tidak keberatan dan senang senang aja jika Razeel datang karena Nazra sudah menyayangi Razeel seperti adiknya sendiri, Mungkin!


.........


"El" panggil Nazra begitu memasuki ruang keluarga


Razeel langsung berlari mendekati Nazra "Kakak" panggilnya setelah memeluk tubuh Nazra


Nazra terkekeh lalu mengangkat Razeel ke dalam gendongannya, Nazra mengecup gemas pipi Razeel "El sudah makan?" tanya Nazra


Razeel mengangguk cepat karena memnag dia sudah sarapan bersama ayahnya saat masih di rumah "Kalau gitu El mau lakuin apa sama kak Ara hari ini?" tanya Nazra


Razeel menaruh jarinya ke atas dagu sebagai tanda anak laki laki itu tengah berfikir, Nazra mengecup pipi El sekali lagi karena gemas "Mau nanam bunga bareng kakak?" tanya Nazra


Razeel kembali mengangguk dengan semangat Razeel merasa senang karena setiap kali bertemu Nazra Razeel akan mempelajari hal hal baru yang belum pernah dilakukannya


Nazra membawa Razeel ke taman di belakang rumah, di sana terdapat berbagai macam bunga, selain memasak nazra juga suka merawat bunga sehingga di sekeliling rumah dan taman belakang di penuhi dengan bunga bunga yang Nazra tanam


Nazra memakaikan sarung tangan pada tangan mungil Razeel, Razeel menggerak gerakkan jarinya membuat Nazra tertawa karena merasa lucu "Maaf ya El kakak nggak punya sarung tangan kecil" ucap Nazra


"Nggak papa kak El suka kok" ucap Razeel


"Ya udah El tunggu di sini ya" ucap Nazra hendak mengambil perlengkapan menanam, dia mengajak El pagi ini jadi Nazra hanya akan menanam yang simpel


Nazra membawa sedikit tanah, pot baru bibit bunga yang sudah mulai tumbuh dan juga alat seperti sekop kecil untuk mengambil tanah dan alat untuk menggaruk tanahnya agar tetap gembur


"El masukin tanahnya kedalam pot separuh aja" ucap Nazra


Razeel mengambil bunga kecil lalu menaruh di tengah tengah pot persis seperti yang Nazra contohkan "Sekarang El ambil tanah lagi trus masukin ke potnya" ucap Nazra


Razeel kembali melakukan sesuai dengan intrupsi Nazra "Wah El pinter banget" puji Nazra begitu satu pot sudah terisi dengan tanah dan bunga


Razeel tersenyum puas karena mendapat pujian dari Nazra "Kita tanam bunga yang lain lagi ya" ucap Nazra


Kegiatan mereka terus berlangsung hingga lima pot sudah terisi "El tunggu di sini ya kakak susun bunganya dulu" ucap Nazra lalu mengangkat satu persatu pot ke tempat yang kosong


Nazra juga membereskan alat alat menanamnya lalu mengajak Razeel menyiram tanaman yang baru merek tanam "Siramnya dikit aja El biar bunganya tidak mati" ucap Nazra karena El menyiram cukup banyak


"Maaf kak" ucap Razeel merasa bersalah


"Gak papa El gak perlu minta maaf namanya juga lagi belajar" ucap Nazra


Setelah menyiram.tanaman Nazra membawa Razeel ke kamar mandi dekat dapur untuk mencuci kaki dan tangannya "Gimana El suka menanam?" tanya Nazra


Razeel menganggukkan kepalanya "Suka kak" ucap Razeel


"Minum air putih dulu ya El" ucap Nazra sambil mengambilkan segelas air dan memberikan pada Razeel yang langsung di terima Razeel dengan baik karena dia juga merasa haus


.........


"El mau Ice crime?" tanya Nazra, saat ini mereka tengah duduk santai di ayunan yang ada di dekat kolam renang


"Mau kak" ucap Razeel dengan antusias karena sudah beberapa hari dia tidak di izinkan makan Ice crime


"Tunggu di sini kakak ambil Ice crimenya, jangan turun dari ayunan El, jangan dekati kolam renang" ucap Nazra mewanti-wanti takut Razeel jatuh ke dalam kolam renang


"Siap kak Ara" ucap Razeel


Nazra segera pergi ke dapur untuk mengambil dua ice crime lalu segera kembali karena takut meninggalkan Razeel sendirian, saat tiba di area kolam renang Nazra menghela nafas lega karena Razeel masih duduk anteng di atas ayunan


"Ini El" ucap Nazra menyerahkan sebungkus Ice crime


"Terimakasih kak" ucap Razeel


"Sama sama" ucap Nazra kembali duduk di samping Razeel


Setelah menanam bunga tadi mereka menghabiskan waktu di ayunan, Nazra hanya melihat Razeel yang menonton kartun menggunakan ponsel nazra "El udah masuk sekolah nggak?" tanya Nazra


Razeel mengangguk lalu menggeleng membuat Nazra bingung "Jadi El udah udah sekolah atau belum?" tanya Nazra


"El udah pernah sekolah kak tapi El gak mau masuk lagi, El sekarang sekolah di rumah" ucap Razeel meski dia hanya mengikuti homeschooling nya dua kali dalam satu minggu


Shadev dan kedua orangtuanya tidak ingin memaksakan Razeel karena Razeel masih berusia lima tahun. Mereka meminta Razeel sekolah di sekolah umum agar Razeel bisa bersosialisasi dan memiliki teman sebayanya


"loh kenapa, El lebih suka sekolah di rumah ya?" tanya Nazra


Razeel menggelengkan kepalanya karena dia tidak suka keduanya "El gak mau masuk sekolah lagi mereka semua jahat" ucap Razeel dengan mata yang sudah berkaca kaca


Nazra mengangkat El ke pangkuannya agar bisa melihat wajah Razeel lebih jelas "Mereka jahat kenapa, mereka gangguin El ya" ucap Nazra


Tangis El langsung pecah "Mereka jahat kak hiks mereka bilang El gak punya mama hiks karena el selalu di antar ayah ke sekolah hiks, El juga nggak suka lihat mereka yang pada di antar mamanya hiks sedangkan El nggak hiks" ucap Razeel tersedu sedu


Nazra menarik Razeel ke dalam pelukannya, dia mengerti perasaan Razeel karena dulu dia juga mengalami hal yang sama dia tahu bagaimana rasanya melihat teman teman yang di antar mamanya sedangkan dia tidak


Nazra merasa flashback dengan kehidupannya dulu karena dia sempat melakukan hal yang sama dengan Razeel namun Adzam dan Atha selalu membujuknya sehingga Nazra mau sekolah kembali


"El nggak perlu iri atau marah sama mereka seharusnya El bangga karena ada ayah yang selalu ngantar El padahal ayah juga sibuk bekerja, Mereka hanya iri pada El yang bisa di antar ayahnya sedangkan mereka tidak bisa mangkanya mama mereka yang mengantar" Nazra mengucapakan apa yang pernah abinya ucapkan dulu


"Tapi El pengen punya bunda dan di antar ke sekolah sama bunda kak" ucap Razeel dengan tangis yang mulai mereda


Nazra mengusap punggung Razeel dia memilih diam karena tidak tahu harus mengatakan apa, dia juga tidak tahu apa yang terjadi pada bundanya Razeel, Nazra tidak ingin berbicara sembarangan "Gimana kalau kakak yang antar El ke sekolah?" tanya Nazra


Razeel menatap Nazra dengan matanya yang basah "Beneran kakak mau antar El ke sekolah?" tanya Razeel


Nazra menganggukkan kepalanya, dia hanya ingin membantu Razeel agar tidak merasakan apa yang dirasakannya dulu


...****************...