Bunda untuk El

Bunda untuk El
14. Bersama Kak Ara


Setelah acara ngambeknya tadi malam yang terus berlanjut hingga pagi kini Shadev dan Razeel sudah berbaikan setelah berbagai penawaran yang di berikan Shadev salah satunya Razeel meminta ayahnya untuk menelpon Nazra


Mau tak mau Shadev harus menuruti permintaan putranya karena tak ingin didiamin kembali "Ayo ayah telpon kak Ara" ucap Razeel kembali merengek


Saat ini mereka tengah berada di ruang keluarga, hanya mereka berdua karena Farhat dan Amira sudah pergi ke bandara subuh tadi karena Farhat akan mengurus masalah di perusahaan cabang


Rafa sudah pergi ke rumah sakit dan dhafi berangkat ke kampus "El ini masih pagi nanti mengganggu" ucap Shadev namun Razeel menggeleng dan tetap meminta Shadev menghubungi Nazra


"Baiklah ayah telpon sekarang" ucap Shadev mengalah


Razeel menunggu dengan tenang, panggilan pertama tidak di angkat begitupula panggilan kedua "Tuh kakaknya lagi sibuk El" ucap Shadev agar putranya berhenti menyuruhnya menelpon gadis bernama Nazra


"Coba satu kali lagi ayah" ucap Razeel


Shadev mencoba satu kali dan terdengar suara lembut Nazra Dari sebrang sana "Assalamualaikum ini siapa ya" ucap Nazra


Razeel langsung mengambil ponsel papanya dengan semangat "wa'alaikumussalam kak Ara ini El" ucap Razeel


"El kakak kira siapa? ada apa El?" tanya Nazra


"Kak Ara sibuk nggak El kangen sama kakak" ucap Razeel


Shadev sudah menatap garang putranya "Nggak sibuk sih, El mau ketemu kakak?" tanya Ara dengan cepat Razeel mengangguk


Shadev ingin tertawa melihat kekonyolan putranya yang mengangguk padahal lawan bicaranya tidak akan bisa melihat "Ayah boleh kan?" tanya Razeel penuh harap


Dengan berat hati Shadev mengangguk "Mau kak" ucap Razeel dnegan nada antusiasnya


"Mau ketemu di mana El, Mmm gimana kalau El datang ke rumah kakak aja?" tanya Nazra


"Iya kak" ucap Razeel dengan semangat


"Oke nanti kakak shareloc alamat rumah kakak" ucap Nazra


"iya kak" ucap Razeel


"Kalau gitu telponnya kakak tutup ya, assalamualaikum anak ganteng" ucap Nazra


"wa'alaikumussalam kakak cantik" ucap Razeel barulah sambungan telpon terputus


Shadev terkejut mendengar ucapan Razeel yang terakhir, sejak kapan putarannya berani memuji gadis walaupun gadis yang di puji lebih tua darinya "Ayah ayo antar El ke rumah kak Ara" ucap Razeel


"El jangan merepotkan orang di sana, ayah akan menyuruh paman Jhon untuk menjemput waktu makan siang" ucap Shadev


Razeel mengangguk "Jangan melewati waktu El ayah gak mau kamu banyak drama nantinya, kalo kamu gak mau pulang ayah gak bakal kasih izin kamu ketemu sama kak Ara lagi" ucap Shadev tegas


"Iya ayah" ucap Razeel


"Ya sudah ayo ayah antar" ucap Shadev, karena Razeel dan Shadev sudah memakai baju yang rapi mereka bisa langsung pergi tanpa harus mengganti pakaian lebih dulu


Shadev mengantar Razeel sesuai dengan shareloc yang Nazra kirimkan "Ingat pesan ayah El jangan nakal dan merepotkan orang lain" ucap Shadev


"Iya ayah" ucap Razeel


Shadev dan Razeel keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu utama. Shadev menekan bel beberapa kali hingga pintu utama terbuka menampakkan sosok wanita setengah bayah yang tak lain adalah mbok asih


Mbok asih tersenyum ramah "Siapa bik" tanya Nazra yang datang dari belakang mbok asih


"El sudah datang" sapa Nazra dengan ramah


Razeel langsung menghampiri Nazra "Saya titip Razeel waktu makan siang nanti akan ada asisten saya yang menjemputnya" ucap Shadev


"Om tenang aja El aman kok di sini" ucap Nazra


Shadev mengangguk "El ayah ke kantor dulu ingat pesan ayah" ucap Shadev pada putranya


"Iya ayah" ucap Razeel, Shadev segera pergi setelah mengucapkan permisi dan salam pada Nazra dan Mbok asih


.........


Nazra membawa Razeel ke ruang keluarga, tadi setelah memutus sambungan telponnya dengan Razeel Nazra langsung menelpon abangnya untuk meminta izin dan pada abinya Nazra hanya mengirim pesan karena Adzam ada oprasi pagi ini


"El sudah sarapan?" tanya Nazra begitu mereka duduk di ruang keluarga


"Sudah kak" ucap Razeel


Nazra mengangguk "El suka cookies nggak" tanya Nazra karena ia berencana membuat cookies pagi ini


Razeel mengangguk walaupun ia lebih suka puding namun Razeel juga suka cookies atau olahan makanan lainnya yang terdapat coklat "Kalau gitu El mau bantu kak Ara buat?" tanya Nazra


Razeel mengangguk dengan semangat karena saat di rumah neneknya selalu melarang Razeel di dapur karena takut Razeel terluka, Nazra langsung menarik pelan tangan Razeel dan membawanya ke dapur


Di dapur sudah terdapat mbok asih tangah membereskan bekas mereka memasak sarapan tadi pagi, Nazra mendudukkan El di kursi pantry yang ada di dapur "El duduk di sini ya kak Ara ambil bahan bahannya dulu" ucap Nazra


Razeel mengangguk patuh "Aden ganteng namanya siapa" tanya mbok asih merasa gemas sendiri melihat anak laki laki di hadapannya


"Razeel" ucap Razeel tampak canggung


Mbok asih tersenyum "Aden Razeel ganteng banget ya neng" ucap mbok asih


"Iya mbok, El tu ganteng gemesin dan juga pintar" ucap Nazra


Razeel yang mendengar pujian Nazra tersenyum malu "El umurnya berapa sih kakak belum tau loh" ucap Nazra sambil bergerak ke sana kemari mengambil semua perlengkapan membuat cookies


"Pantesan aja El masih gemesin kayak anak bayi tau nggak" ucap Nazra


Razeel menggembungkan pipinya "El udah besar kak bukan anak bayi lagi" ucap Razeel


Nazra terkekeh lalu mencuri satu kecupan di pipi Razeel, Razeel tidak menolak atau merasa risih ia justru tampak senang mendapat perlakuan seperti itu dari Nazra


"El nanti siang mau makan apa biar Kaka Ara masakin spesial untuk El?" tanya Nazra


Razeel tampak berfikir "El mau makan nasi goreng pakai omlet kak" ucap Razeel


"baiklah sekarang kita buat cookies dulu ya" ucap Nazra mulai menuangkan bahan bahan untuk membuat cookies ke dalam satu wadah


Razeel tak banyak membantu ia justru banyak bertanya mengenai hal hal baru yang di lihatnya seperti bahan bahan untuk membuat cookies dan juga barang barang yang di gunakan seperti mixer


"El mau bantu kakak" tanya Nazra


Razeel langsung mengangguk "Ini, El taruh chococips nya ke atas adonan cookies seperti ini" ucap Nazra sambil memberikan contoh "El bisa?" tanya Nazra


"Bisa kak" jawab Razeel Nazra memberikan wadah berisi chococips pada Razeel, Setelah memastikan Razeel bisa melakukannya Nazra kembali membentuk adonan dan menyusun ke loyang oven yang lain


Mbok asih tersenyum manis melihat interaksi Nazra dan Razeel "Neng Ara kalo sama anak kecil jiwa keibuannya langsung keluar" batin mbok asih


Nazra tertawa melihat Razeel yang begitu fokus menaruh chococips ke atas adonan cookies yang sudah ia bentuk bulat bulat, diam diam Nazra mengambil ponselnya dan memotret Razeel "Kenapa sih El kamu gemesin banget pengen gigit jadinya kan" Batin Nazra


.........


Razeel begitu semangat dengan kegiatan apapun yang nazra lakukan sampai tak sadar waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang "Gimana El rasanya enak nggak" tanya Nazra


saat ini mereka tengah makan bersama tentunya ada mbok asih juga, sesuai ucapan Nazra tadi saat membuat cookies dia akan membuatkan Razeel nasi goreng omlet


"Enak, masakan kak Ara enak semua" ucap Razeel membuat Nazra merasa senang


"El makan yang banyak ya biar cepat gede, eh jangan deh biar El makin embul aja kalo El cepat besar nanti kak Ara gak bisa cium pipi El lagi" ucap Nazra


"El gak mau gemuk kak" ucap Razeel


"El nggak gemuk kok cuman kalo El tambah berisi sedikit lagi El jadi makin gemesin" ucap Nazra "Ayo makan lagi" ucap Nazra karena Razeel menghentikan makannya


"kak Ara kok nggak makan" tanya Razeel karena Nazra lebih banyak memperhatikan Razeel di bandingkan menyuapkan makanannya ke mulut


"Kakak kenyang cuman karena lihat El makan" ucap Nazra


"Emang bisa kan yang makan El kok kakak yang kenyang?" tanya Razeel


Nazra dan mbok asi terkekeh mendengar ucapan polos Razeel "Soalnya lihat El makan dengan lahap buat kakak jadi senang, karena rasa senang itu kakak merasa kenyang" ucap Nazra ngawur namun anehnya Razeel justru mengangguk mengerti


Setelah makan siang bersama kini Razeel tengah berbaring di sofa ruang keluarga dengan menjadikan paha Nazra sebagai bantal, Razeel jadi merasa ngantuk saat Nazra mengusap usap kepalanya


"El ngantuk ya" tanya Nazra


Razeel mengangguk lalu membalikkan tubuhnya sehingga yang tadinya Razeel melihat tv kini menghadap ke arah nazra, Razeel menenggelamkan kepalanya di perut Nazra mengirup aroma tubuh Nazra yang begitu wangi "Ya udah El bobo aja" ucap Nazra masih setia mengusap usap kepala Razeel


Razeel yang merasa nyaman akhirnya terlelap tanpa membutuhkan waktu lama "Neng gak pakai bantal aja, nanti neng Ara capek" ucap mbok asih takut Nazra merasa lelah nantinya


Nazra menggeleng "Gak papa mbok nanti kalo di ganti takut El bangun" ucap Nazra


Mbok asih mengangguk "Kalau gitu mbok mau lanjut bersih bersih dulu ya neng" ucap mbok asih


"Kenapa nggak istirahat dulu mbok" ucap Nazra


"Nanti aja neng tanggung jadi nanti istirahatnya sekalian" ucap mbok Asih lalu berjalan meninggalkan ruang keluarga


Setelah mbok asih pergi Nazra mengambil ponselnya untuk melihat lihat sosial medianya, tidak ada yang menarik sebenarnya namun Nazra tetap melakukannya agar tidak bosan


Baru satu jam Razeel tertidur bel sudah berbunyi, karena Nazra tidak bisa kedepan jadi mbok asih lah yang membuka pintu


"Neng itu ada laki laki datang katanya mau jemput den Razeel


Nazra mengernyitkan dahinya "Siapa bik ayahnya El ya?" tanya Nazra namun mbok asih menggelengkan kepalanya


"Bukan neng orang beda" ucap mbok asih


Nazra mengangguk lalu memindahkan Razeel kedalam gendongannya lalu membawanya ke depan "Selamat siang Nona, saya asisten pribadi pak Shadev di minta untuk menjemput tuan El" ucap laki laki yang mengaku sebagai asisten Shadev


"Apa buktinya?" tanya Nazra tak langsung percaya


Laki alki itu memberikan kartu namanya dan juga pesan suara dari Shadev "Bisa saja itu palsu" ucap Nazra masih tak percaya


"Baiklah nona saya akan telpon pak Shadev agar nona percaya" ucap laki laki bertubuh besar di hadapannya


Setelah memastikan lewat telpon barulah Nazra percaya "Awas om jangan sampai kebangun" ucap Nazra mengingatkan


Laki laki bertubuh besar itu mengangguk "Terimakasih banyak nona saya permisi" ucapnya


Nazra yang teringat sesuatu langsung memanggil laki laki tadi "Om om tunggu ada yang ketinggalan" ucap Nazra lalu berlari masuk ke dalam rumah untuk mengambil cookies yang sudah di buatnya bersama Razeel dan sudah di susun di dalam toples


Nazra memberikan peaperbag yang di dalamnya berisi cookies kepada asisten ayahnya El "Ini om jangan sampai hilang" ucap Nazra


"Baik nona terimakasih" ucap laki laki berbadan kekar itu sebelum meninggalkan kediaman Adhitama


...****************...