Bunda untuk El

Bunda untuk El
24. Kedatangan Shadev dan El


Sudah satu Minggu Razeel tidak bertemu dengan kakak cantiknya dikarenakan Razeel ikut ayahnya ke luar kota, kali ini Shadev pergi dengan durasi yang cukup Lama karena pekerjaannya jadi Shadev membawa putranya dia tidak enak jika meninggalkan Razeel terlalu lama


Shadev bisa sedikit bernafas lega karena saat di luar kota Razeel tidak rewel meski kadang di tinggal bersama asistennya, namun sejak kemarin Razeel selalu mengatakan ingin segera pulang dan menemui Nazra


Hari ini mereka akan kembali ke ibukota, Shadev dan Razeel baru saja mendarat di Bandara Soekarno Hatta. mereka langsung di sambut Rafa, karena memiliki sif malam Rafa menyempatkan diri untuk menjemput Abang dan keponakannya di bandara


"Om Rafa" ucap Razeel sambil berlari ke arah omnya


Rafa langsung mengangkat keponakannya ke dalam gendongannya "Jagoan om akhirnya pulang juga" ucap Rafa "Bawa oleh oleh nggak untuk om" sambung Rafa


Razeel mengangguk "El udah beli banyak oleh oleh buat om afa om Afi om Atha dan juga kakak Ara" ucap Razeel bercerita dengan semangat, saat ini mereka sudah berjalan menuju mobil di ikuti Adzam dan asistennya dari belakang


"Gimana El enak di luar kota sama ayah?" Tanya Rafa saat mereka sudah berada di dalam mobil


"Enak om karena bisa jalan jalan tapi El bosan juga kalo ayah lagi kerja" ucap Razeel


"Oh ya El jalan jalan ke mana sama ayah" tanya Rafa lagi


Razeel mulai menceritakan kegiatannya bersama sang ayah saat di luar kota dengan semangat, sesekali Rafa akan menoleh ke samping untuk mengamati wajah serius keponakannya saat bercerita


"Enak dong" respon Rafa setelah Razeel selesai menceritakan kegiatannya


"Enak om kapan kapan El mau main lagi ke sana tapi sama kak Ara juga" ucap Razeel "Ayah El mau langsung ke rumah kakak Ara" sambung Razeel ketika teringat dengan sosok kakak cantiknya


"Besok aja El kamu harus istirahat dulu" ucap Shadev


"Ayah El nggak capek kok El bisa langsung ketemu kak Ara" ucap Razeel meyakinkan ayahnya jika dia tidak merasa lelah


"Tidak El, besok aja ya" bujuk Shadev lagi


Razeel cemberut namun dia akhirnya mengangguk, Setelah hampir 30 menit mereka di jalanan kini mereka tiba di kediaman Bagaskara, Razeel dengan cepat turun dari mobil karena dia merindukan boneka dinonya


"El jangan lari" tegur Shadev


Razeel tidak menjawab ucapan ayahnya ataupun berhenti namun Razeel memelankan larinya saat mendapat teguran dari ayahnya, Rafa membantu Shadev membawa koper dan barang barang Shadev masuk ke dalam rumah


Razeel mengambil boneka dinonya di kamar sang ayah lalu membawa boneka berwarna hijau itu ke ruang keluarga bertepatan dengan Shadev dan Rafa yang baru masuk


"Om jagain Dino kan" tanya Razeel, Setelah beberapa hari boneka dinosaurus bersama Razeel, Razeel memutuskan mengganti nama bonekanya agar tidak susah menyebutnya Razeel jadi memanggil bonekanya dengan nama dino


"Iya El, Om jagain Dino dengan baik" ucap Rafa


"Dino pasti kangen banget sama El" ucap Razeel masih memeluk boneka dinonya


"El mandi dulu ya habis itu makan" ucap Shadev agar putranya tidak demam


Razeel mengangguk dan mengikuti ayahnya yang naik ke lantai dua "Om Afa El mandi dulu ya" ucap Razeel melambaikan tangan pada om keduanya


Rafa mengangguk saja dan memilih pergi ke dapur untuk mengambil air minum karena tenggorokannya terasa kering


.........


Sesuai perkataan ayahnya hari ini Shadev akan mengantar Razeel ke kediaman Adhitama untuk bertemu Nazra, sebelum berangkat Shadev mencoba menghubungi Nazra lebih dulu karena takut saat tiba di sana Nazra justru sedang berada di luar


Sudah beberapa kali Shadev menelpon namun tak kunjung di angkat akhirnya Shadev menelpon Atha "Assalamualaikum ada apa bang" ucap Atha dari sebrang sana


"Wa'alaikumussalam, El mau ketemu Nazra, apa Nazra ada di rumah?" Jawab dan tanya Shadev


"Ada kok cuman Ara lagi demam bang dari semalam dia demam" ucap Atha


"kok bisa demam? terus gimana kondisi Nazra sekarang" tanya Shadev sedikit merasa khawatir pada sosok gadis yang sudah berhasil merebut hati putranya dan juga dirinya, mungkin?


"Kecapekan dehidrasi sama maagnya kambuh bang" ucap Atha


"Baiklah terimakasih Atha kalau gitu saya tutup dulu Assalamu'alaikum" ucap Shadev langsung mematikan sambungan telpon setelah mengucapkan salam tanpa menunggu balasan dari sebrang sana


"Ayah kak Ara sakit ya" ucap Razeel yang mendengar pembicaraan Shadev dan Atha


"Iya kak Ara lagi demam, kita bakalan jenguk kak Ara tapi El harus janji sama ayah" ucap Shadev


"Janji apa ayah?" tanya Razeel


"El harus janji pulang cepat, El gak bisa lama lama di sana biar kak Ara bisa istirahat, El juga Jangan merepotkan kak Ara nanti mengerti" ucap Shadev


Razeel menganggukkan kepalanya "Baik ayah" ucap Razeel patuh


Shadev dan Razeel turun dari mobil lalu menekan bel beberapa kali hingga mbok asih datang membuka pintu "Aden ganteng datang ya, ayo masuk" ucap mbok asih pada anak dan ayah itu


Shadev dan Razeel berjalan masuk mengikuti mbok asih hingga tiba di ruang keluarga "Tunggu sebentar ya den mbok bilang neng Ara dulu" ucap mbok asih karena tidak mungkin mbok asih langsung mengajak Shadev ke kamar Nazra


Mbok asih berjalan menaiki satu persatu anak tangga hingga tiba di lantai dua mbok asih segera pergi ke kamar Nazra "Neng di bawah ada den Shadev sana Aden ganteng" Ucap mbok asih yang sudah terbiasa memanggil Razeel Aden ganteng


Nazra sudah tidak kaget karena tadi atha sudah memberitahu "Ya udah tunggu sebentar mbok Ara pakai Khimar dulu" ucap Nazra


Atha mengambilkan Khimar Nazra lalu membantu adiknya turun ke bawah karena keadaan Nazra sudah mulai membaik walau masih sedikit lemas, sedangkan mbok asih sudah turun duluan menyiapkan minuman untuk Shadev dan Razeel


"Kak Ara" panggil Razeel dengan riang begitu melihat Nazra turun bersama Atha


Nazra tersenyum setelah ia duduk di sofa Razeel langsung mendekat, jika biasanya Razeel akan meminta pangku kali ini tidak karena tidak mau Nazra semakin sakit "Kak Ara El kangen" ucapnya


Nazra terkekeh lalu menarik Razeel ke dalam pelukannya "Kak Ara juga kangen sama El, El kemana kok nggak pernah main lagi?" tanya Nazra


"El ikut ayah ke luar kota kak, kakak Ara masih sakit?" tanya Razeel saat melihat wajah kakak cantiknya yang tampak berbeda karena Nazra terlihat pucat


"kakak udah baikan kok" ucap Nazra


Razeel berdiri dari duduknya lalu mendekati ayahnya untuk mengambil oleh oleh yang sudah dia beli bersama ayahnya "Ini buat kak Ara" ucap Razeel menyerahkan bingkisan pada Nazra "dan ini untuk om Atha" sambil menyerahkan bingkisan pada Atha


"Wah om juga dapat oleh oleh ni" ucap Atha sambil menerima pemberian Razeel


"Makasih ya El" ucap Nazra


"Iya soalnya om Atha baik, oh iya El juga ada beliin untuk mbok asih sama kakek" ucap Razeel sambil mengambil dua bingkisan lain dan menyerahkan pada Nazra karena mbok asih dan adzam tidak ada di ruang keluarga


"Baik banget sih adeknya kak Ara" ucap Nazra mengecup gemas pipi Razeel yang sangat dia rindukan


"Kak Ara cepat sembuh ya. jangan sakit lagi" ucap Razeel lalu mengecup pipi Nazra membuat Nazra tersenyum manis saat mendapat perlakuan manis dari Razeel


Shadev hanya diam mengamati putranya dan sekali kali curi pandang ke arah nazra


.........


Tadinya Razeel memang sudah berjanji pada ayahnya akan pulang cepat namun saat Shadev mengajak putranya pulang justru Nazra yang menahan katanya dia masih rindu dengan Razeel jadilah Razeel masih tinggal di kediaman Adhitama sedangkan Shadev sudah pergi ke kantornya


Sebelum pergi Shadev memberikan buah yang ia beli pada Nazra dan memberikan ucapan agar gadis itu lekas sembuh, kini Razeel tengah bermain robot di kamar Nazra karena Nazra masih kurang fit jadi dia mengajak Razeel main di kamarnya


Atha sudah pergi ke cafenya atas permintaan Nazra karena Nazra tahu abangnya itu sangat sibuk dan memiliki banyak pekerjaan, sedangkan Adzam memang sudah pergi sejak pagi karena ada oprasi yang harus dilakukannya


"Kakak Ara kenapa Spiderman pakai ****** ***** di luar" ucap Razeel sambil mengangkat mainan spiderman miliknya


"Mungkin karena Spiderman mau pamer ****** ******** yang berwarna merah" ucap Nazra ngawur karena diapun tidak tahu alasannya


"Kalau El pakai ****** ***** merah berarti boleh pakek di luar ya kak?" tanya Razeel polos


Nazra menggeleng "Gak boleh El, ****** ***** itu bagian privasi yang gak bisa kita perlihatkan ke orang lain" ucap Nazra menjelaskan


Razeel mengangguk walaupun dia tidak mengerti apa itu privasi Razeel tidak kembali bertanya dan melanjutkan permainannya "El gak bobo siang?" tanya Nazra karena jam sudah menunjukkan pukul dua namun anak lima tahu itu masih asik bermain


Razeel menoleh ke arah nazra "Kalo gak bobo siang boleh nggak kak?" tanya Razeel


Nazra menggelengkan kepalanya, dengan cepat Razeel mengumpulkan mainannya lalu berbaring di samping Nazra, Nazra yang melihat kelakuan Razeel tidak tahan karena Razeel tampak menggemaskan di matanya


Nazra mengecup wajah Razeel bertubi tubi "El kenapa gemesin banget sih kakak jadi pengen gigit pipi kamu nih" ucap Nazra


Razeel menutup pipinya dengan kedua tangan "Jangan kak, nanti pipi El habis" ucap Razeel membuat Nazra tertawa


"Iya iya nggak kakak gigit cuman kakak cium aja" ucap nazra sebelum kembali menciumi pipi Razeel


Razeel hanya pasrah di cium Nazra coba yang melakukan ini ayah atau om omnya sudah di pastikan Razeel akan menolak dan menghapus bekas ciuman mereka "Sekarang Bobo ya, sini kakak peluk" ucap Nazra


Dengan cepat Razeel menggeser tubuhnya agar semakin dekat dengan nazra, Nazra memeluk tubuh mungil Razeel sambil mengelus punggung Razeel agar cepat tidur "Kak Ara El sayang kakak" ucap Razeel


Nazra menunduk melihat wajah sayu El yang sudah mulai mengantuk "Kak Ara juga sayang sama El" ucap Nazra lalu mengecup kening Razeel


Razeel tersenyum tipis sebelum memejamkan matanya, bersama Nazra Razeel bisa merasakan kasih sayang dari seorang ibu walupun Razeel masih memanggil Nazra dengan panggilan kakak


...****************...