Bunda untuk El

Bunda untuk El
26. Bucin Nazra


Makan malam di kediaman Bagaskara berlangsung hening karena hanya terdapat dhafi dan Shadev sedangkan Rafa masih berada di rumah sakit, berbeda dengan makan malam di kediaman Adhitama yang berlangsung hangat dan ramai karena celotehan Razeel


Razeel sudah seperti cucu kesayangan bagi Adzam karena memang Adzam merindukan teriakan dan tangisan anak anak di rumahnya, dengan kehadiran Razeel kerinduan Adzam langsung terobati


"Kakek kenapa makannya sedikit?" tanya Razeel


"Kakek sudah tua jadi gak bisa makan banyak banyak, El kan masih kecil jadi makannya harus banyak" ucap Adzam


"El makannya banyak kok kek, El aja sudah tambah iya kan kak?" ucap Razeel di akhiri dengan pertanyaan pada Nazra


Nazra mengangguk "El pinter makannya tambah" ucap Nazra


Adzam melengkungkan bibirnya ke atas "El kalo udah besar mau jadi apa?" tanya Atha yang sejak tadi memang hanya menjadi pendengar


"El mau kayak kakek sama om Rafa" ucap Razeel


Nazra terkekeh karena setiap ada yang menanyakan cita citanya Razeel akan menjawab berbeda beda "Bagus nanti El bisa ngobatin banyak orang kayak kakek sama om Rafa" ucap Nazra


Sebagai orang dewasa kita hanya perlu mendukung biarlah mereka yang berfikir dan menentukan sendiri cita citanya kelak "Kenapa nggak jadi polisi El biar bisa nangkap penjahat" ucap Atha


"El juga mau jadi polisi" ucapan polos Razeel berhasil membuat semua orang yang ada di meja makan tertawa


Stelah makan malam Razeel sudah menguap karena tidak tega Nazra langsung mengajak Razeel ke kamarnya, Nazra membawa Razeel ke kamar mandi terlebih dahulu menyuruh Razeel buang air kecil lalu cuci tangan dan kakinya


"El bobo duluan ya kakak mau sholat dulu" ucap Nazra


Razeel mengangguk lalu berjalan ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya namun dia tidak tidur karena menunggu Nazra selesai shalat agar bisa memeluknya saat tidur


"Loh El belum tidur" ucap Nazra sambil membereskan perlengkapan shalatnya


Razeel menggelengkan kepalanya "Mau di peluk kakak" ucap Razeel begitu manja


Nazra segera menyimpan Mukenah dan sajadahnya lalu naik ke atas tempat tidur "Sini kakak peluk" ucap Nazra merentangkan tangannya


Razeel mendekat lalu memeluk tubuh nazra lulu bergerak untuk menyamankan dirinya, setelah merasa nyaman Razeel mulai memejamkan matanya "Baca doa dulu El" tegur Nazra


Razeel membuka lagi matanya lalu mengangkat kedua tangannya untuk membaca doa sebelum tidur, setelah selesai Razeel kembali memeluk Nazra dan memejamkan matanya


Nazra mengecup kening Razeel "Selamat malam El mimpi indah ya" ucap Nazra pelan karena Razeel sudah masuk ke alam mimpi, tidak lama Nazra juga ikut menyusul Razeel memasuki alam mimpi


.........


Pagi pagi sekali setelah melaksanakan shalat subuh Nazra langsung ke dapur untuk membuatkan Razeel bekal karena pagi ini Razeel akan sekolah, Nazra membuat nasi goreng, omlet dan juga sosis goreng


Setelah beres Nazra naik lagi ke kamarnya untuk membangunkan Razeel, Nazra masuk ke dalam kamarnya pemandangan yang pertama kali Nazra lihat adalah Razeel yang masih terlelap di balik selimut


Cuaca pagi ini memang dingin dikarenakan saat tengah malam hujan turun dan berlangsung lama, Cuaca dingin seperti ini memang enak di pakai buat tidur


Nazra menghampiri Razeel lalu mengecup pipi berisinya "El bangun katanya mau sekolah" ucap Nazra


Razeel menggeliat kecil namun tidak membuka matanya, Nazra kembali mengecup pipi dan kening Razeel, kali ini lebih banyak dari sebelumnya hingga Razeel membuka matanya


"Selamat pagi" sapa Nazra dengan senyum manisnya


"Pagi kak Ara" jawab Razeel dengan suara serak khas orang bangun tidur


"Ayo mandi El, nanti telat ke sekolah" ucap Nazra


Razeel mendudukkan tubuhnya "Kak Ara dingin" ucap Razeel


"Kakak siapkan air hangat untuk El" ucap Nazra karena dia pun mandi menggunakan air hangat tadi


Razeel akhirnya mengangguk, Nazra menyiapkan air hangat lalu membantu Razeel mandi setelah itu Nazra juga membantu Razeel memakai seragamnya "Masih dingin El" tanya Nazra setelah selesai memakaikan baju bahkan Nazra sudah memakaikan Razeel minyak telon dulu sebelumnya namun Razeel masih menggigil


"iya dingin kak" ucap Razeel


Nazra berjalan ke arah lemari untuk mencari sesuatu yang bisa El gunakan, Nazra melihat di tumpukan baju Razeel namun tidak terdapat satu jaket pun di sana, Nazra mencoba mencari cari hingga pandangannya jatuh pada peaperbag


Nazra mengambil peaperbag tersebut untuk melihat isinya, Nazra meringis begitu mengetahui isinya "Bisa bisanya aku lupa ngasih El padahal udah lama banget aku belinya" gumam Nazra


Setelah mengambil jaket yang pernah ia beli bersama Maura dan Aya Nazra mendekati Razeel "Sini kakak pakaikan jaket" ucap Nazra agar Razeel mendekatinya


Nazra langsung memakaikan jaketnya begitu Razeel mendekati Nazra juga membantu Razeel memakai kaus kaki dan sepatu "Udah siap, sekarang masih dingin nggak?" tanya Nazra


Razeel menggeleng "udah hangat kak" ucap Razeel


"Bagus deh, El turun ke bawah ya sarapan sama kakek dan om Atha kakak mau siap siap dulu buat antar El" ucap Nazra


"Pagi El/Aden ganteng" jawab mereka serempak


"Sini duduk" ucap Atha lalu mengangkat Razeel ke kursi di sampingnya


"Kakak Ara mana El kok belum turun?" Tanya Adzam


"Kak Ara lagi siap siap kek" ucap Razeel


"ya udah El makan duluan ya biar om yang suapin" ucap Atha karena takut jika Razeel makan sendiri seragamnya bisa kotor


Razeel tidak menolak, setelah menyendokkan nasi goreng buatan Nazra karena memang tadi Nazra sekalian memasak untuk sarapan, Atha menyuapkan ke mulut Razeel yang diterima Razeel dengan baik


"Selamat pagi semuanya" ucap Nazra saat memasuki ruang makan


"Pagi dek/kak/neng" jawab mereka serempak


"Sarapan dulu dek" ucap Adzam


Sejak Nazra sakit kemaren Atha dan Adzam semakin rajin mengingatkan Nazra untuk makan, Bahakan setiap jam sepuluh malam Atha akan datang ke kamar Nazra untuk memastikan adiknya tidak tidur larut malam


"Iya Abi" ucap Nazra mengambil duduk di samping mbok asih


Stelah sarapan Atha dan Nazra mengantarkan Razeel ke sekolah Razeel setelah itu Atha akan menemani Nazra pergi ke tempat butik Nazra akan berdiri, Hari ini Nazra akan mengawasi kegiatan mendekorasi butiknya


"kita berangkat sekarang ya?" ucap Atha yang sudah siap di kursi supir dan di sebelahnya ada Nazra yang memangku Razeel


"iya om" ucap Razeel semangat


Sesampainya di sekolah Razeel menyalim Atha dan juga Nazra, Razeel bahkan mengecup pipi Nazra, Nazra turun sebentar untuk mengantar razeel ke kelasnya terlebih dahulu sedangkan Atha menunggu di mobil


.........


waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, sudah waktunya bagi Razeel untuk pulang, setelah berpamitan pada guru semua murid segera keluar dari kelas menghampiri orang tua mereka yang sudah menjemput


Senyum Razeel mengembang saat melihat ayahnya "Ayah" panggil Razeel


Shadev merentangkan tangannya ingin memeluk putranya, dia merindukan putra kesayangannya itu meski baru berpisah satu malam "Gimana belajarnya El?" tanya Shadev saat mereka sudah berada di dalam mobil


"Seru ayah tadi El belajar penjumlahan dan pengurangan trus miss bilang El pintar karena sudah bisa" ucap Razeel dengan wajah berseri-seri "Tapi tadi El sempat berantem sama teman sekelas El ayah karena ngambil bekal El" sambung Razeel dengan wajah yang sudah berubah cemberut


Shadev mendengarkan putranya yang menceritakan kegiatannya dengan pandangan lurus ke depan, sesekali dia akan menoleh ke arah Razeel untuk mengamati wajah putranya


"Pintar anak ayah, trus kenapa teman El ngambil bekalnya El?" tanya Shadev


"Awalnya Dion mau nyicip bekal El ayah, tapi El nggak mau kasih karena itu buatan kak Ara untuk El, tapi Dion malak maksa dan ambil bekal El pas ibuk guru tanya dia bilang El pelit nggak mau bagi bagi jadi dia ambil" ucap Razeel


"Lain kali kalo temanya mau nyicip El kasih aja, karena kita harus berbagi pada sesama" ucap Shadev memberi nasehat karena dia tidak ingin putranya tumbuh menjadi orang yang pelit


"Tapi itu bekal buatan kak ara, El nggak suka kalo buatan kak Ara di minta orang lain" ucap Razeel


Shadev menggelengkan kepalanya bagiamana bisa putranya ini begitu bucin pada Nazra "Kalau kak Ara tahu kak Ara pasti bilang kayak Ayah, Kalau El pelit sama teman nanti teman teman El ikutan pelit" ucap Shadev


"Iya deh besok El bakalan kasih kalo ada yang minta" ucap Razeel


Shadev mengusap rambut putranya dengan satu tangan sedangkan tangan yang lain tetap memegang setir mobil "Ayah kita mau ke mana?" tanya Razeel


"Kita mau ke bandara El jemput Oma sama opa" ucap Shadev


"Opa sama Oma pulang yah" tanya Razeel begitu antusias karena dia sudah sangat merindukan Oma dan opanya


"Iya El, pekerjaan opa sudah selesai jadi Oma dan opa pulang" ucap Shadev


Razeel jadi tidak sabar ingin bertemu Oma dan opanya banyak sekali yang ingin Razeel ceritakan pada Oma dan opanya apalagi tentang Nazra Razeel jadi tidak sabar


Shadev hanya senyum melihat putranya yang begitu antusias, Sesampainya di Bandara setelah memarkirkan mobilnya Shadev segera mengajak Razeel masuk ke dalam bandara lalu mencari tempat duduk karena Farhat dan Amira akan tiba dalam waktu lima belas menit lagi


Razeel terus mengamati orang orang yang berlalu lalang mencari keberadaan Oma dan Opanya "Ayah kapan Oma sama Opa sampai?" tanya Razeel karena bosan menunggu


"Sebentar pagi el" ucap Shadev


Razeel kembali mengamati orang orang sekitar, informasi mengenai kedatangan pesawat dari surabaya telah berbunyi sejak lima menit yang lalu namun sosok Farhat dan Amira belum juga terlihat


"Ayah ayah itu Oma sama opa" ucap Razeel begitu antusias saat melihat dua orang yang dirindukannya sudah datang


...****************...