
Satu bulan sejak pertemuan dengan nazra kakak cantiknya dan satu bulan pula sejak Razeel mengungkapkan isi hatinya yang menginginkan Nazra menjadi bundanya pada sang Oma
Shadev sudah mengetahui kejadian yang di lalui putranya. ia sempat marah pada sang adik namun tak berlangsung lama karena Shadev tak tega apalagi adiknya langsung meminta maaf berkali-kali
Namun Shadev belum mengetahui soal putranya yang dekat dengan seorang gadis karena tidak ada yang berbicara padanya termasuk Razeel, Razeel sendiri takut ayahnya justru akan melarangnya bertemu dengan kakak cantiknya
Satu bulan terakhir Shadev sibuk di perusahaannya bersama sang papa karena sedang ada masalah di perusahaannya, Shadev juga lebih sering lembur sehingga waktunya bersama sang putra berkurang
Razeel rindu sama ayahnya namun dia lebih rindu dengan kakak cantiknya karena tak pernah bertemu lagi "El makan dulu ya" ucap Amira yang datang dari arah dapur
Razeel yang tadinya tengah menggambar langsung mengehentikan kegiatannya dan mengikuti Omanya untuk makan siang bersama "Oma ayah pulang jam berapa?" tanya Razeel
"Mungkin ayah kamu pulang malam El, El gak usah nungguin ayah nanti ya tidur sama Oma aja" ucap Amira
Razeel menggelengkan kepalanya "Ayah kenapa pulang malam terus Oma, ayah udah gak sayang ya sama El, El nakal ya Oma sampe ayah gak mau main sama El lagi" ucap Razeel sambil menundukkan kepalanya
Amira mendekati cucunya "El ayah kamu sayang banget sama kamu, saat ini di kantornya ayah sama opa lagi ada masalah jadi opa sama ayah lagi ngatasin masalah di kantor, El gak boleh bilang begitu ya, El do'akan saja agar masalah di kantor ayah cepat selesai jadi ayah bisa ngabisin banyak waktunya bareng El" ucap Amira
Razeel mengangguk "Iya Oma" ucap Razeel walaupun suasana hatinya belum membaik ia tetap mengangguk
"Oma El kangen sama kak Ara, Kapan El bisa ketemu sama kak Ara lagi" tanya Razeel
Amira tampak berfikir "Mungkin nanti El bisa ketemu sama kak Ara Kalau waktunya sudah tiba, sekarang El habisin makanannya ya" ucap Amira dan Razeel kembali mengangguk patuh
Amira kembali ke tempatnya dan kembali melanjutkan makannya begitu pula Razeel
.........
Razeel baru selesai mandi karena sang Oma mengajaknya ikut arisan, El sebenarnya tidak suka namun dia tidak bisa menolak karena di rumah sedang tidak ada orang hanya ada beberapa art
Amira memakaikan pakaian ke tubuhnya Razeel "Ganteng banget sih cucu Oma, bahkan ayah kamu kalah ganteng" ucap Amira gemas sendiri melihat cucunya yang tampan
"Sudah siap, kita berangkat sekarang ya El" ucap Amira
Amira dan Razeel pergi di antar supir, kini mereka telah tiba di sebuah rumah mewah milik salah satu teman Amira "Pak Juna bisa pulang aja dulu nanti saya telpon kalo mau pulang" ucap Amira
"Baik buk" ucap Juna supir pribadi keluarga Bagaskara
Amira segara masuk bersama Razeel "Assalamualaikum" ucap Amira begitu masuk
"Wa'alaikumussalam ayo masuk jeng" ucap Andin yang menjadi tuan rumah tempat melangsungkan arisan "Wah jeng Mira bawa cucunya ya" ucap Andin antusias
Amira tersenyum "Iya di rumah gak ada temannya jadi saya Bawak" ucap Amira
"Ganteng banget cucunya jeng Mira" ucap Rena
Amira tersenyum menanggapi pujian teman temannya untuk sang cucu "Razeel mau main aja biar nggak bosan di sana juga ada Daren loh" ucap Diana nenek dari anak laki laki bernama Daren
"Iya main aja El biar gak bosan ayo Oma anterin" ucap Andin sebagai tuan rumah
Razeel menatap omanya meminta persetujuan, Amira mengangguk kecil, Razeel akhirnya beranjak mengikuti teman omanya menuju sebuah ruangan bermain yang terdapat tiga anak kecil termasuk Daren
"Leo ajak main temannya ya" ucap Andin pada sang cucu
"Iya Oma" ucap Leo
Daren yang mengenal Razeel langsung menghampiri Razeel "Hai El kita ketemu lagi" ucap Daren dengan ceria
Razeel tersenyum tipis "kamu kenal ya ren" ucap seorang anak perempuan dan satu-satunya anak perempuan di ruangan itu
"Iya dia teman aku juga namanya Razeel" ucap daren memperkenalkan Razeel pada Leo dan Azkia
"Razeel" ucap Razeel
Stelah perkenalan singkat mereka kembali bermain, Razeel yang pendiam mulai banyak berbicara karena daren Leo dan Azkia yang begitu aktif mengajaknya berbicara
"El kamu sekolah di mana" tanya Azkia
"Aku gak sekolah" ucap Razeel
Azkia menatap bingung "Kenapa kata mami aku kalo gak mau sekolah nanti bodoh loh" ucap Azkia
Razeel diam tak ingin menanggapi "Kenapa gak sekolah El, di sekolah enak loh banyak teman, aku sama Daren juga satu kelas loh kalo kita beda kelas karena dia lebih muda" ucap Leo
"Aku sekolah di rumah" ucap Razeel jujur karena sesekali ada guru yang datang untuk mengajarinya meski tidak setiap hari
"Emangnya kamu nggak bosan sekolah sendirian, Sekolah di luar enak loh El karna bisa punya banyak teman" ucap Daren ikut nimbrung pembicaraan ketiga temannya
"Emangnya mama kamu ngga nyuruh kamu sekolah ya El" tanya Leo
Razeel terdiam mendengar kata mama, bahkan sejak lahir ia tak pernah merasakan kasih sayang dari wanita yang melahirkannya, namun Razeel memilih menggelangkan kepalanya dari pada menjawab ucapan Leo
"Mama kamu baik banget, kamu tau walaupun sekolah itu enak tapi kadang kadang aku malas pergi ke sekolah tapi mama aku selalu maksa kalau aku nggak mau pasti mama ngomel" ucap Leo
Razeel hanya diam mendengarkan cerita Leo Daren dan juga Kia, dalam hatinya El sangat iri melihat teman teman barunya yang memiliki mama, El merasa iri karena tidak pernah merasakan kasih sayang dari ibunya
.........
Pulang dari acara arisan omanya mood Razeel menurun, Razeel menjadi lebih banyak diam dan tidak bersemangat apalagi saat sampai di rumah ia mengetahui ayahnya belum pulang dari kantor
"El mau kemana" tanya Amira karena cucunya beranjak dari sofa
"El mau ke kamar Oma" ucap Razeel
Amira mengangguk "Langsung ganti bajunya El biar kamu nyaman" ucap Amira di balas Razeel dengan anggukan kepala
Amira tentu menyadari keterdiaman cucunya pulang dari rumah temannya, Amira menunggu cucunya berbicara sendiri namun sampai tiba di rumah pun Razeel tetap diam dan hanya berbicara saat Amira bertanya
Razeel memasuki kamarnya, meski ia selalu tidur bersama ayahnya Razeel tetap memiliki kamar sendiri, kali ini Razeel memilih tidur di kamarnya sendiri, setelah berganti pakaian Razeel merebahkan tubuhnya di atas kasur
"El om pulang" ucap Dhafi langsung membuka pintu kamar keponakannya, Dhafi baru saja pulang dari luar kota karena mengikuti kegiatan kampus
Razeel menoleh ke arah omnya yang paling muda "Oleh oleh El mana" tanya Razeel
Dhafi menepuk keningnya berpura pura lupa "Aduh om lupa beli oleh oleh untuk kamu El gimana dong" ucap dhafi sambil berjalan mendekati Razeel
"Ya udah" jawab Razeel acuh
"Tapi om bohong, nih om belikan jelly kesukaan kamu" ucap Dhafi, namun Razeel tak kunjung beranjak dari tidurnya
Dhafi mendengus lalu naik ke tempat tidur Razeel dan mengecup pipi berisi keponakannya "Om jangan cium cium" ucap Razeel langsung mengusap pipinya dengan tangannya
Dhafi tertawa melihat raut kesal Razeel, tiga hari di luar kota membuat dhafi rindu dengan raut kesal keponakannya "Udah jangan cemberut gitu nanti om cium lagi" ucap dhafi
Dengan cepat Razeel bergulir menjauh dari Dhafi "Sana om jauh jauh, om bauk" ucap Razeel
Dhafi mengendus-endus tubuhnya namu di tidak menemukan bau bau yang aneh "Ya udah om mandi dulu" ucap Dhafi sebelum keluar dari kamar keponakannya.
Meski tidak bau dhafi akan tetap mandi agar tubuhnya lebih segar, Setelah kepergian dhafi Razeel memperbaiki posisi tidurnya lalu memejamkan matanya karena ia merasa mengantuk, oleh oleh dari dhafi tak Razeel pedulikan ia justru membiarkan jelly jelly tergeletak di sampingnya
...****************...