
Sejak bertemu dengan nazra tadi siang Razeel seakan lupa dengan kejadian tadi siang yang membuatnya takut, Shadev akan memberitahu keluarganya setelah makan malam
"Dhaf tolong bawa El ke kamar duluan" pinta Shadev begitu mereka selesai makan malam
Dhafi bukanlah anak yang menurut dengan mudah "Mau ngapain bang anaknya aja belum mau tidur" ucap dhafi
Razeel juga menatap bingung ayahnya karena dia belum mengantuk "Ada yang mau Abang bicarakan dengan mama papa jadi bawa El main di kamar dulu" ucap Shadev
"Kan bang Rafa bis..a.. Iya iya Ayok El" ucap Dhafi yang awalnya hendak menolak namun saat melihat tatapan tajam Shadev Dhafi segera mengajak Razeel namun Razeel menolak
"El sama om Afi dulu ya, ayah mau bicara penting sama Oma dan Opa" ucap Shadev dengan lembut agar putranya menurut
Razeel mengangguk "Ayo om" ucap Razeel menarik lengan Dhafi "Oma opa om afa El ke atas duluan ya" pamit Razeel
Setelah Razeel dan Dhafi pergi baru Farhat mengeluarkan suaranya "Sebenarnya apa yang mau kamu bahas Dev?" tanya Farhat
"Shadev cuman mau bilang kalau dia kembali, satu minggu yang lalu dia datang ke kantor menemui Dev dia ingin bertemu El, Shadev sudah melarang bahkan mengancamnya tapi tadi dia menemui Razeel di sekolahnya, dan berhasil membuat Razeel ketakutan" ucap Shadev
Amira sudah menahan kesal mendengar ucapan putranya "Berani sekali dia kembali setelah apa yang di lakukannya dulu, mama nggak akan biarin dia mendekati Razeel bahkan menemui Razeel sekali pun" ucap Amira dengan tegas
"Sebenarnya apa tujuan dia datang lagi bang?" tanya Rafa
"Entahlah, dia bilang ingin bertemu Razeel dan bersama Razeel" Ucap Shadev
"Kita harus memperketat keamanan El, papa yakin tujuannya bukan bertemu El pasti ada tujuan lain dia kembali, papa hanya takut dia membahayakan El jadi lebih baik kamu siapkan Tomi Dev buat menjaga Razeel" ucap Farhat
"Iya pa aku juga sudah berencana seperti itu, Tomi akan terus menemani Razeel ke manapun"Ucap Shadev
"Memang gila wanita itu bisa bisanya dulu mama kepikiran buat jodohin kamu sama wanita gila seperti dia Dev" ucap Amira menyesali perbuatannya dulu
"Udah ma gak perlu disesali lagi, Dev udah melupakannya apalagi sekarang sudah ada Razeel di hidup Dev" ucap Shadev
Amira mengangguk namun tetap saja rasa bersalah terhadap putra pertamanya ada, dan karena itu pula Amira dan Farhat tidak ingin menjodohkan Rafa ataupun dhafi nantinya biarlah mereka memilih sendiri sedangkan mereka sebagai orang tua hanya perlu mengingatkan jika ada yang salah
.........
Di sekolah Razeel tengah mengadakan acara pentas seni untuk mengembangkan bakat anak anak, ada yang menari bernyanyi menggambar dan masih banyak lagi, Orang tua dari masing masing murid juga di minta datang
Shadev sebagai ayah Razeel tentu saja akan menyempatkan diri untuk datang, Razeel juga meminta Nazra datang padahal Omnya yang akan datang namun Amira mendadak memiliki urusan penting sehingga Nazra yang datang
Saat ini Shadev dan Razeel sudah masuk lebih dulu karena mereka berangkat lebih awal tadinya sedangkan Nazra mengatakan dia akan di antar Atha jadi Shadev tidak perlu menjemputnya
Mobil Atha baru saja tiba depan gerbang sekolah Razeel Nazra segera pamitan pada Abang posesifnya "Ara masuk ya bang, Abang hati hati di jalan jangan ngebut assalamualaikum" ucap Nazra
"Iya dek, wa'alaikumussalam" jawab Atha
Nazra berjalan memasuki area sekolah Razeel yang sudah mulai ramai, Nazra memperhatikan sekitarnya untuk mencari keberadaan Razeel dan Shadev "Kak Ara" Panggil Razeel yang melihat Nazra dari kejauhan
Nazra segera menoleh saat matanya menemukan sosok Razeel bibir nazra melengkung ke atas dan perlahan berjalan mendekati Razeel yang sudah duduk manis bersama Shadev
"Kak Ara El mau sama kakak" ucap Razeel meminta di pangku
Nazra tidak menolak setelah ia duduk Nazra segera membawa Razeel ke pangkuannya "Di antar Atha?" tanya Shadev
"Iya om" ucap Nazra
"El ganteng banget pakai kostum ini, Emangnya El ikut lomba apa?" tanya Nazra
"Rahasia" ucap Razeel
Nazra menarik pelan hidung mancung Razeel "Udah pintar ya main rahasia rahasiaan" ucap Nazra mencium gemas wajah Razeel sedangkan Razeel tertawa karena perlakuan Nazra
Shadev melengkungkan bibirnya ke atas melihat interaksi Nazra dan putranya, setiap kali Shadev melihat Razeel bersama Nazra hatinya menghangat, tanpa sadar Shadev memperhatikan Nazra cukup lama
Nazra yang merasa di perhatikan langsung menoleh, Entah mengapa Nazra menjadi deg-degan saat di tatap Shadev seperti itu, Shadev segera mengalihkan tatapannya saat Nazra menolah, Seketika suasana antara Shadev dan Nazra menjadi canggung
"Ayah" panggil Razeel
"kenapa El?" tanya Shadev
"El mau apa biar ayah ambilkan?" tanya Shadev "Kamu juga Ra mau apa biar sekalian di ambilkan" sambung Shadev namun kali ini ia bertanya pada Nazra
"Apa aja om nanti Ara makan kok" ucap Nazra
Shadev mengangguk dia segera pergi mengambilkan cemilan untuk Nazra dan putranya "Pak Shadev datang juga?" ucap Damar, Damar merupakan rekan kerja Shadev dan damar adalah papa dari Daren
"Ngomong biasa aja dan kita bukan di kantor" Ucap Shadev "Iya Dam kasian El kalau aku sampai nggak datang" sambung Shadev karena selain rekan kerja mereka juga teman semasa kuliah apalagi orang tua mereka juga berteman
Damar mengangguk setuju "Baiklah, Benar sekali Dev kasian anak anak kalau di hari seperti ini tidak di dampingi orang tuanya, apalagi mereka melihat teman temannya pada di dampingi orang tua" ucap Damar
Shadev membenarkan ucapan Damar "Oh iya Dev yang sama El siapa?" Damar bertanya seperti itu karena melihat istri dan anaknya menghampiri Nazra dan Razeel bahkan sudah duduk bersebelahan
"Oh itu..." Shadev bingung sendiri menyebut Nazra sebagai apa "Mmm kakaknya Razeel" ucap Shadev akhirnya
"Hah, kamu angkat anak lagi Dev" ucap Damar
"Enggak lah, aku juga nggak ngerti gimana pertemuan mereka sampai dekat seperti itu hingga sekarang, dan Razeel selalu manggil Nazra kakak" ucap Shadev
"Tapi kalo aku lihat Razeel bukan menganggap Nazra sebagai seorang kakak deh Dev, bukannya aku mau ikut campur atau menyinggung perasaan kamu, aku cuman gak tega lihat Razeel sepertinya dia membutuhkan sosok ibu untuknya" ucap Damar
Shadev terdiam dia tidak pernah berfikir sampai sana karena selama ini Shadev berfikir Razeel tidak menginginkan sosok ibu lagi karena telah mendapatkan limpahan kasih sayang dari orang sekitarnya, Shadev jadi berfikir apa benar Razeel mencari sosok ibu pada diri Nazra?
.........
"El deket banget ya sama kamu Ra, jarang jarang mbak lihat El manja seperti itu walaupun sama omanya" ucap Dinda saat sedang berdua dengan nazra, mereka tengah pergi ke toilet awalnya hanya Nazra namun Dinda merasa ingin buang air kecil juga jadi ia ikut dengan Nazra
"Mmm iya mbak, El lumayan manja kalau sama aku" ucap Nazra mengakui
"Itu tandanya dia nyaman sama kamu Ra, setau mbak ya Razeel itu anaknya susah dekat sama orang lain bahkan walaupun sudah kenal, seperti mbak dulu waktu kecil aja El gak mau di gendong orang lain bahkan sampai sekarang sepertinya" ucap Dinda karena memang dia sidah mengenal baik keluarga Bagaskara karena pertemanan ibu mertua dan suaminya dengan keluarga Bagaskara
"Iya ya mbak Ara nggak tau loh soalnya dulu kita cuman ketemu dua kali dan di pertemuan ke dua kayaknya El sudah nggak canggung sama Ara" ucap Nazra sambil mengingat ingat pertemuannya dengan Razeel dulu
"Tuh kan pertemuan kamu sama Razeel kayaknya udah takdir deh ra" ucap Dinda tersenyum penuh arti
"Gimana kalau ternyata Razeel menganggap kamu sebagai ibunya Ra?" tanya Dinda ingin mengetahui pendapat gadis disebelahnya
"Ya gak papa mbak Ara justru senang bisa memberikan apa yang tidak bisa El rasakan karena Ara ngerti mbak gimana rasanya tumbuh tanpa ada sosok ibu yang menemani" ucap Nazra tanpa berfikir terlebih dahulu
Dinda mengukir senyumnya "Maaf ya Ra kalo kesannya mbak seperti ikut campur, mbak juga minta maaf jadi mengungkit masalalu kamu" ucap Dinda tidak enak hati
Nazra justru tertawa kecil "Mbak jangan minta maaf gitu, orang pertanyaan biasa aja kok" ucap Nazra
"Mbak cuman takut menyinggung perasaan kamu" ucap Dinda
"Nggak mbak santai aja kalo sama Ara" ucap Nazra
Dinda mengangguk lalu keduanya berjalan keluar dari dalam toilet, keduanya berjalan beriringan hingga tiba di kursi mereka kembali "Loh El sama daren dimana?" tanya Dinda mewakilkan Nazra karena kedua sosok anak laki laki berusia lima tahun itu tidak terlihat wujudnya
"Lagi siap siap buat tampil" ucap Damar
Dinda mengangguk lalu duduk kembali di kursinya yang berada di samping damar sedangkan Nazra berada di samping Dinda dan di sampingnya terdapat kursi kosong untuk Razeel barulah Shadev
lima anak laki laki naik ke atas panggung, Nazra langsung melengkungkan bibirnya saat melihat Razeel di antara kelima anak laki laki di atas panggung.
Razeel dan teman temannya termasuk Daren akan bernyanyi sambil menari. Nazra yang melihat itu segera mengeluarkan ponselnya dan membuka kamera untuk merekam kegiatan Razeel di atas panggung
Shadev diam diam menolehkan ke arah nazra, dia tertegun dia saja tidak kepikiran untuk mengabadikan momen putranya, di samping nazra Dinda juga mulai mengabadikan momen anaknya saat melihat Nazra mengeluarkan ponsel
"Gemes banget, maa syaa Allah, ganteng banget sih" Batin Nazra yang tidak tahan akan kelucuan Razeel yang bernyanyi sambil menari nari di atas panggung
Begitu selesai tampil kelima anak laki laki itu termasuk Razeel segera turun dan menghampiri orang tua mereka "Ayah kak Ara penampilan El bagus kan" ucap Razeel begitu berada di tengah-tengah Nazra dan Razeel
"Bagus banget" ucap nazra mengacungkan dua jempolnya "El juga gemes banget kakak jadi pengen gigit pipi El" sambung Nazra sambil mengecup pipi Razeel melampiaskan rasa gemasnya
...****************...