Bunda untuk El

Bunda untuk El
19. Rumah Aya


Hari ini Nazra berencana pergi ke toko kain untuk mencari kain yang akan di gunakan untu desain bajunya nanti, Nazra pergi bersama Maura karena gadis itu mengatakan tidak memiliki kegiatan di rumahnya


Nazra yang tidak ingin kembali merepotkan abangnya apalgi kemaren Atha harus menemaninya seharian, akhirnya Nazra meminta maura menemaninya saat ini Nazra tengah menunggu kedatangan Maura yang katanya sudah Otw


Sambil menunggu Maura Nazra mengecek kembali catatannya karena takut ada yang kurang, saat tengah fokus melihat catatannya ponsel Nazra berdering saat melihat nama si penelepon Nazra langsung mengangkatnya


"Kak Ara" panggil Razeel dai sebrang sana dengan semangat sampai membuat Nazra terkekeh


"Assalamualaikum El" ucap Nazra agar El terbiasa mengucapkan salam lebih dulu saat telponan dengan orang


"Wa'alaikumussalam kak Ara" jawab el


"El sudah sarapan? sudah makan obatnya?" tanya Nazra


"Sudah kak, El sudah mulai sehat kak, El nggak sabar mau buat cookies bareng kak Ara lagi" ucap Razeel dengan nada cerianya


Nazra yang mendengar sura Razeel lebih ceria dan semangat ikut senang karena pamerin Razeel hanya bisa mengeluarkan suara pelan karena merasa lemas "Alhamdulillah kalau El udah mulai sehat, El harus tetap rajin makan ya dan minum obat jangan lupa banyakin istirahat" ucap Nazra


"siap kak" ucap Razeel


Saat mendengar suara mobil dari liar Nazra segera membereskan barangnya "El kakak matikan dulu ya kakak mau ke luar dulu" ucap Nazra tidak tega sebenarnya hanya saja maura sudah datang menjemputnya


"Kakak mau ke mana?" tanya Razeel tak rela Nazra mematikan sambungan telponnya


"Kakak mau ke toko kain El, temen kakak udah jemput jadi kakak matikan telponnya ya, El istirahat dulu nanti kakak telepon lagi" ucap Nazra


"iya kak" ucap Razeel


"Jangan lemes gitu dong jawabnya kakak jadi nggak tega nih matiin telponnya" ucap Nazra dengan nada bercanda


"Iya kakak El istirahat dulu, kakak hati hati di jalan" ucap Razeel


"Baik anak ganteng kakak matikan ya Assalamualaikum" ucap Nazra


"Wa'alaikumussalam kak" jawab Razeel


Nazra mematikan sambungan telponnya begitu Razeel menjawab salamnya, Nazra segera keluar rumah dan benar saja mobil Maura sudah terparkir rapi di depan rumahnya


"Selamat pagi, sesuai titik kan mbak" ucap Maura menirukan ojek online


Nazra terkekeh "Iya mbak sesuai titik ya nanti saya lebihkan ongkosnya" Ucap Nazra meladeni candaan Maura


"Lama banget Ra habis ngapain?" tanya maura


"El tadi nelpon jadi agak lama" ucap Nazra


Maura mulai menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Adhitama "Ciee makin dekat aja nih, gak lama lagi kayaknya panggilan El untuk Lo bakalan berubah deh Ra yang tadinya manggil kakak Ara jadi bunda Ara" ucap Maura sengaja menjahili Nazra


"Apaan sih mau aku dekat sama Razeel bukan bapaknya jadi gak akan ada yang berubah" ucap nazra tenang "Mau kamu tahu nggak teman bang Atha yang namanya bang Rafa?" tanya Nazra


"Tau tau tapi udah lupa sama orangnya eh enggak deh gue kayaknya tau mukanya soalnya lihat postingan bang Atha waktu reunian sama teman temannya, kenapa Lo suka sama orang yang namanya Rafa itu ya" tuding Maura


Nazra menghela nafas, sahabatnya ini suka sekali menudingnya dengan pertanyaan yang tidak masuk akal "Bukan mau, aku mau bilang kalo ternyata bang Rafa itu omnya El" ucap Nazra


Maura menyengir "Kirain Lo suka" ucap Maura


.........


Hari ini Razeel makan dengan baik dan tidak rewel saat di minta minum obat semua itu tentu karena pengaruh Nazra yang datang kemarin, Shadev lagi lagi tidak masuk ke kantor karena tidak ada yang menjaga putranya dan Razeel juga tidak ingin jauh dari ayahnya


Karena kesehatan Razeel mulai membaik Rafa sudah pergi ke rumah sakit pagi ini, Dhafi keluar karena ada urusan jadi di rumah tinggal anak dan ayah yang masih setia berbaring di kamar


Tadi pagi mama dan papa Shadev juga sempat melakukan video call dengan Razeel karena merek baru mengetahui cucu kesayangan sakit, untungnya keadaan El sudah membaik jika saja Amira tahu El sakit kemarin dan melihat kondisi Razeel yang lemas bisa bisa Amira langsung pulang dari kota pahlawan itu


Setelah bicara dengan Oma dan opanya yang berlangsung cukup lama Razeel merengek pada ayahnya untuk menelpon Nazra, karena tidak tega Shadev menuruti permintaan putranya


"El sudah soreh ayah mandi dulu ya" ucap Shadev karena sejak tadi Razeel memeluk tubuhnya


"El juga mau mandi ayah" ucap Razeel


"Tidak El kata Om rafa El belum boleh mandi dulu nanti kalau udah sehat baru boleh mandi" ucap Shadev


Razeel memanyunkan bibirnya "Tapi badan El sudah bau ayah" ucap Razeel


Shadev mencium pipi putranya lalu dada Razeel dan terakhir Shadev mengecup perut Razeel membuat Razeel tertawa geli "El wangi minyak telon Ayah suka" ucap Shadev karena bau tubuh El justru seperti anak bayi


"Hahaha ayah sudah haha geli ayah" ucap Razeel berusaha menjauhkan kepala ayahnya dari perutnya


Merasa bosan Razeel mencari remot untuk menghidupkan televisi yang ada di kamar ayahnya, Razeel mencari acara kesukannya setelah televisi menyala, Razeel menghentikan kegiatannya memencet mencet remote saat dua anak kembar dengan kepala botak muncul di layar televisi


Razeel menonton dalam diam hingga ayahnya keluar dari kamar mandi, Shadev tampak lebih segar setelah mandi


Shadev berjalan menghampiri Razeel, Shadev kembali mengecup pipi berisi Razeel yang untungnya tidak langsung hilang saat Razeel demam. sejak Razeel demam Shadev menjadi lebih suka mencium putranya karena Razeel yang bau bayi


Jika sedang tidak sakit Razeel tidak akan mau menggunakan minyak telon ke tubuhnya, dia justru lebih suka memakai parfum anak khas miliknya "ayah Oma sama opa lama ya di sana?" tanya Razeel tiba tiba merindukan omanya saat melihat opanya si kembar


"Kalau kerjaan opa udah selesai opa bakalan pulang ke sini" ucap Shadev


"Ayah kenapa rambut Upin sama Ipin nggak tumbuh tumbuh?" tanya Razeel


"Karena mereka masih kecil" ucap Shadev tak yakin dengan jawabannya sendiri


"Ayah mau ayam goreng" ucap Razeel lagi saat melihat Ipin makan ayam goreng bagian paha


Shadev mengangguk "nanti di buat bik Imah "Ucap Shadev sengaja menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Razeel untuk menghirup aroma putranya dalam dalam, Razeel tak memperotes apa yang dilakukan ayahnya karena dia tangah fokus menonton


.........


"Ra ini bagus nggak?" tanya Maura saat menemukan kain yang bahannya bagus menurutnya


Nazra melihat "Bagus mau tapi warnanya terlalu mencolok" ucap nazra kembali berjalan mencari kain yang pas


Sebagian besar yang Nazra desain adalah baju atasan untuk wanita dan targetnya anak anak remaja mulai dari kalangan pelajar mahasiswa dan juga yang sudah bekerja


Maura terus mengikuti langkah nazra. sudah hampir satu jam mereka di sini namun nazra baru mendapatkan tiga jenis kain "Mau kayaknya kita perlu lihat ke toko lain deh" ucap Nazra karena beberapa kain yang diinginkan tidak ada


"ya udah ayo" ucap Maura lalu mereka pergi ke kasir membayar tiga kain yang tadinya Nazra pilih


Stelah itu merek kembali mencari toko kain yang lebih besar "Memang kamu mau buat berapa Ra?" tanya Maura saat mereka berada dalam perjalanan


"Entahlah, mungkin aku buat sepuluh dulu dari masing-masing model" ucap Nazra


Maura mengangguk mengerti, tak lama mereka tiba di sebuah toko kain yang tampak lebih besar dari toko sebelumnya, setelah memarkirkan mobilnya Nazra dan Maura segera turun


mereka masuk ke dalam toko "Selamat datang di toko kami ada yang bisa di bantu" sapa seorang karyawan toko dengan ramah


"Kita mau lihat lihat dulu mbak" ucap Nazra ikut mengembangkan senyumnya sebelum berjalan pergi bersama Maura


Nazra mulai berkeliling sambil melihat lihat kain yang akan cocok untuk desain pakaiannya, sesekali Nazra akan menyentuh dasar kain agar mengetahui teksturnya


Nazra menghabiskan waktu hampir satu jam di toko yang kedua namun dia merasa puas karena semua yang diinginkan dia dapatkan di toko tersebut sehingga dia tidak perlu mencari toko lain lagi


Kini Nazra dan Maura pergi mencari tempat makan "Ra ke rumah aya yok" ucap Maura


"Ngapain kita juga belum ngabarin Aya masak tiba tiba datang" ucap Maura


"Gak papa sih pengen aja" ucap Maura


Nazra mengangguk saja dia juga pengen ketemu sahabatnya itu "Tapi kita cari makanan dulu ya buat di bawa ke rumah aya" ucap Nazra langsung disetujui Maura


Mereka berhenti di depan sebuah toko kue untuk membeli kue kesukaan Aya, selain kue mereka juga membeli makanan pinggir jalan seperti martabak telur, Dimsum dan juga Tteokbokki. selain itu mereka mampir membeli minuman dengan logo Snow king, minuman yang tengah ramai di bicarakan saat ini


Setelah merasa cukup mereka segera pergi ke rumah Aya, sesampainya di rumah Aya mereka segara keluar dari mobil dan membunyikan bel beberapa kali hingga Aya keluar, karena tidak mengabari Aya terlebih dahulu Aya terlihat kaget saat kedua sahabatnya datang


"Assalamualaikum" ucap Nazra dan Maura bersamaan


"Wa'alaikumussalam, kok gak bilang mau datang" ucap Aya sambil menggeser tubuhnya agar kedua sahabatnya segera masuk


Maura dan Nazra berjalan masuk "Mau kasih kejutan untuk Lo" ucap Maura


"Duduk mau Ra aku buatin minuman untuk kalian" ucap Aya hendak pergi ke dapur


"Ya jangan repot repot kita udah beli makanan sama minuman ini" ucap Nazra mengangkat keresek berisi makanan dan minuman yang tadi dia beli bersama Maura


"Kalian ini sengaja banget ya datang nggak bilang-bilang, datang datang udah bawa makanan mana banyak banget" ucap Aya tak habis pikir saat melihat makanan dan minuman di tangan Nazra dan Maura


"Sengaja mau kalo kita bilang pasti kamu bakalan sibuk buat makanan, nanti kamu capek sekarang kamu harus banyak istirahat" ucap Nazra


Aya tersenyum manis dia bersyukur punya sahabat seperti Nazra dan Maura "Ya udah aku ambil piring dulu ya untuk tempatnya" ucap Aya


...****************...