Bunda untuk El

Bunda untuk El
27. Kepulangan Oma dan Opa


Shadev dan Razeel berjalan mendekati Amira dan Farhat "Cucu Oma sini sayang" ucap Amira langsung merentangkan tangannya ingin memeluk cucu kesayangannya yang sudah ia rindukan


"Oma El kangen" ucap Razeel Langsung masuk ke dalam pelukan omanya


Shadev berpelukan sebentar dengan papanya lalu kedua laki laki berbeda usia itu diam menyaksikan wanita yang mereka sayangi tengah melepas rindu dengan cucu kesayangannya


Amira mengecupi wajah Razeel setelah puas memeluk tubuh mungil cucunya "El tambah berisi aja" ucap Amira gemas


Razeel hanya tersenyum pepsodent mendengar ucapan omanya, kini Razeel beralih ke Opanya untuk memeluk Opanya, bukannya memeluk Farhat justru membawa Razeel ke dalam gendongannya


"Benar kata Oma cucu opa makin berisi saja" ucap Farhat lalu mengecup pipi Razeel, kali ini Razeel tidak marah atau menghapus bekas ciuman Opanya karena dia tengah melepas rindu dengan sang opa


"Iya opa soalnya El makannya banyak apalagi kalau di rumah kak Ara" ucap Razeel


Farhat dan Amira tertawa mendengarnya, mereka memang mengetahui kedekatan Nazra dengan Razeel karena meski berjauhan Amira sering menelpon anak anaknya untuk bertukar kabar


"Nanti bawa kakak Ara ke rumah ya Oma jadi pengen ketemu" ucap Amira tidak berbohong bahkan sejak pertama kali cucunya menceritakan sosok Nazra Amira sudah ingin bertemu karena penasaran dengan gadis yang bisa mengambil hati cucunya yang sulit dekat dengan orang lain


"Siap Oma" ucap Razeel dengan semangat


Mereka berempat segera pergi menuju mobil, di mobil Razeel duduk di pangkuan Opanya karena Farhat masih merindukan cucunya "Gimana sekolahnya El?" tanya Farhat


"Seru opa sekarang El senang karena teman teman gak ada lagi yang ngejek El karena ada kak ara" ucap Razeel


"Emang mereka ngejekin cucu opa?" tanya Farhat di balas Razeel dengan anggukan kepala


"Iya opa dulu mereka selalu ejek El gak punya Bunda Karena yang ngantar El ayah terus" ucap Razeel


Shadev Amira dan Farhat kini paham kenapa dulu Razeel tidak mau sekolah itu semua bermula dari teman temannya yang mengejek El "Tapi sekarang mereka nggak ada lagi yang berani ejekin El, El juga sudah punya teman opa namanya Daren Leo sama Brian" cerita Razeel dengan semangat


Ketiga orang dewasa yang mendengar cerita Razeel ikut bahagia karena Razeel sudah mau bersosialisasi bahkan berteman "Oma opa tahu nggak di rumah kak Ara ada kelinci namanya Chiki sama Chiko, yang kasih nama kelincinya El loh" ucap Razeel dengan bangga


"Namanya lucu pasti kelincinya lucu ya" ucap Amira sambil menoleh ke belakang karena memang Amira duduk di samping Shadev yang menyetir sedangkan Farhat dan Razeel duduk di belakang


"Iya lucu Oma, warnanya putih sama abu abu" ucap Razeel


"El kalau di rumah kakak Ara ngapain aja?" tanya Amira


Razeel berfikir sejenak "Banyak Oma, El sering bantuin kakak Ara masak, terus kak Ara ajak El menanam bunga, main sama kasih makan Chiki dan Chiko, main sama ikan kakek tidur siang makan cemilan makan Ice crime kadang belajar sama ngaji juga" ucap Razeel sambil mengingat ngingat kegiatan apa saja yang pernah di lakukannya saat bersama Nazra


"Wah cucu Oma sudah mau belajar mengaji ya" ucap Amira


"Iya oma, kak Ara tuh rajin sholat kayak Oma sama opa gak kayak ayah yang masih suka bolong" ucap Razeel terlalu jujur


Shadev yang mendengar ucapan putranya hanya bisa bersabar jika nantinya akan mendapat siraman rohani dari mama tercintanya


.........


Amira seperti tidak ada lelahnya menanyakan tentang Nazra pada sang cucu, semakin dia mengetahui tentang Nazra maka semakin penasaran juga Amira dan yang pasti dia akan sangat setuju jika gadis bernama Nazra menjadi istri dari putranya


Razeel yang terus di tanyai tentang Nazra tentu tidak merasa keberatan dia justru senang saat menceritakannya "Oma El haus sama lapar" ucap Razeel setelah lelah berbicara


Amira terkekeh "Capek ya ceritanya, ya udah ayo kita makan, tapi El panggil ayah opa sama om Afi dulu ya" ucap Amira


Razeel tidak menolak ia segera pergi memanggil ketiga laki laki berbeda usia itu untuk segera makan siang karena dia sudah merasa lapar "Ayah ayo makan siang" ucap Razeel saat tiba di kamar ayahnya


Razeel melihat ayahnya yang tampak baru selesai sholat, sesuai dengan apa yang Shadev pikirkan tadi sesampainya di rumah dia langsung mendapat ceramah dari mamanya bukan hanya Shadev bahkan dahfi juga kena


"Iya El turun dulu ayah ganti baju sebentar" ucap Shadev


Razeel mengangguk lalu pergi ke kamar Omnya "Om Afi ayo makan siang" ucap Razeel setelah membuka pintu kamar dhafi


"Ayo kita turun" ucap Dhafi langsung karena memnag dia sudah berniat untuk turun tadinya


"Panggil opa dulu om" ucap Razeel


"Siap tuan muda" ucap dhafi di balas Razeel dengan tawa, mereka segera pergi ke kamar Farhat dan Amira untuk memanggil Farhat "Pah" panggil dhafi setelah mengetuk pintu


"Opa" panggil Razeel


Tidak lama pintu terbuka hingga tampaklah sosok Farhat "ayo makan siang opa" ucap Razeel


"Sebentar ya opa ganti baju dulu, El sama om Afi ke meja makan duluan ya" ucap Farhat


"Oke opa" ucap Razeel setelah itu dhafi langsung membawa Razeel ke ruang makan di mana mamanya sudah duduk manis


"Lagi ganti baju Oma" ucap Razeel


Razeel duduk di samping omanya sedangkan dhafi duduk di depan mamanya, tidak lama kepala keluarga Bagaskara datang bersama putra sulungnya "Opa sama ayah lama El sudah lapar nih" ucap Razeel


Amira dan Dhafi tertawa mendengarnya "Ya udah sini El Oma ambilin lebih dulu makanannya" ucap Amira "El mau lauk apa?" sambung Amira menanyakan lauk yang diinginkan Razeel


"El mau ayam kecap Oma sama omlet" ucap Razeel


Amira mengambilkan apa yang diinginkan cucunya lalu meletakkan di depan Razeel setelah itu ia mengambilkan makanan untuk suaminya barulah untuk dirinya sendiri "Om Afi nggak baca doa ya" ucap Razeel karena melihat omnya yang paling muda langsung makan


"Om baca kok dalam hati" ucap dhafi tidak bohong karena setelah Razeel menudingnya dengan pertanyaan itu dhafi segera membaca doa makan


"Emangnya El sudah baca doa?" tanya Amira


Razeel mengangguk karena memang dia sudah membaca doa "El baca doa terus oma" ucap Razeel yang sudah terbiasa karena Nazra selalu mengingatkan jika mereka sedang bersama


Lagi lagi Amira tersenyum penuh arti "Nazra memnag membawa pengaruh baik untuk cucuku aku berharap memang nazra menjadi menantuku" batin Amira


.........


Berbeda dari keluarga Bagaskara yang makan siang bersama Nazra justru makan di luar bersama abangnya, setelah melihat dekorasi butiknya Nazra dan Atha pergi mencari tempat makan siang, dan pilihan mereka jatuh pada restoran Padang karena Shadev yang ingin makan masakanPadang


"Abang nanti Ara ikut Abang ke cafe ya?" ucap Nazra


"Adek langsung pulang aja nanti Abang antar, jangan ke cafe, di cafe adek gak bisa istirahat" ucap Atha


"tapi Ara bosan bang di rumah terus "Ucap nazra


Atha menghela nafas "Abi juga nggak izinin adek terlalu banyak aktivitas dulu" ucap Atha membuat Nazra akhirnya pasrah


"Iya deh" ucap Nazra nurut


Stelah makan siang Atha benar benar mengantar Nazra ke rumah barulah ia pergi ke cafenya "Abang pergi dulu, adek jangan banyak kegiatan dulu harus istirahat" ucap Atha sebelum pergi


"Iya Abang, sana berangkat jangan ngebut bawa mobilnya" ucap Nazra


"Iya Abang pergi dulu assalamualaikum" ucap Atha


"Wa'alaikumussalam" jawab Nazra lalu berjalan masuk ke dalam rumah setelah memastikan adiknya masuk ke dalam rumah barulah Atha menjalankan mobilnya menuju cafenya


Nazra masuk ke dalam rumah langsung di sambut mbok asih "Neng udah pulang, udah makan belum neng mau mbok siapin makanan nggak?" tanya mbok asih bertubi-tubi


"Ara udah makan kok mbok sama abang, mbok udah makan belum?" Jawab dan tanya nazra balik karena mbok asih jarang makan duluan pasti mbok asih selalu menunggu


"Belum neng" ucap mbok asih sesuai dugaan Nazra


"Tuh kan mbok kebiasaan, Ara bilang kalo udah masuk waktu makan mbok makan aja duluan gak perlu nungguin Ara Abang atau Abi, sekarang mbok makan ya nanti sakit loh" Omel Nazra


Bukannya sakit hati mbok asih justru terharu "Iya neng mbok makan dulu ya" ucap mbok asih


Nazra geleng geleng kepala "Mbok asih kebiasaan deh" batin Nazra lalu beranjak ke lantai dua, lebih tepatnya Nazra berjalan menuju kamarnya untuk melaksanakan shalat Dzuhur


Setalah shalat Dzuhur Nazra memilih untu tidur siang sebentar karena merasa mengantuk, pukul tiga sore nazra terbangun, setelah mencuci wajahnya Nazra mengambil buku dan pensilnya untuk kembali mendesain, untuk sekarang Nazra memang tidak menjahit produknya sendiri karena sudah ada yang mengerjakan bagian menjahit


Tugas Nazra adalah membuat desain dan mencari kain yang cocok untuk desainya, Karena merasa lapar Nazra akhirnya turun untuk mencari cemilan yang bisa dia makan


"Mbok lagi ngapain?" tanya Nazra karena mbok asih tengah melakukan sesuatu di dapur


"Ini neng mbok lagi buat bakwan jagung, soreh soreh begini enaknya makan gorengan sambil minum teh" ucap mbok asih


"Wah Ara mau dong mbok" ucap Nazra berjalan mendekati mbok asih


"Makan aja neng mbok memnag buatin neng Ara" ucap Mbok asih


Nazra tersenyum lebar "Ya udah mbok biar Ara yang buat tehnya ya nanti kita duduk di depan tv sambil makan gorengan" ucap Nazra segera mengambil sebuah ceret


Nazra tidak membuat dalam jumlah yang banyak tapi teh dalam teko itu bisa di minum untuk empat orang, Nazra selesai membuat bersamaan dengan mbok asih yang mengangkat gorengan terakhir


"Ayo mbok ke depan, mbok Ara sekalian minta tolong bawa saus ya mbok soalnya Ara gak bisa" ucap Nazra karena memang di tangannya sudah terdapat nampan berisi ceret dan dua gelas


"Iya neng" ucap mbok asih langung mengambil saus yang diinginkan Nazra


...****************...