Bunda untuk El

Bunda untuk El
18. Sakit 2


Nazra sudah tiba di kediaman Bagaskara, Atha menghentikan langkahnya sambil menatap kediaman Bagaskara karena merasa tidak asing "Bang ayo kok melamun" ucap Nazra menyadarkan keterdiaman Atha


Nazra menekan bel beberapa kali hingga muncullah bik Imah dari balik pintu "Non Nazra ya?" tanya bik Imah dengan sopan


Nazra tersenyum tipis lalu menganggukkan kepalanya "Panggil Nazra aja bik" ucap Nazra merasa tidak enak saat di panggil nona


Bik Imah mengangguk lalu mengantarkan Nazra dan Atha ke ruang keluarga di mana sudah terdapat Rafa yang sengaja di suruh Shadev menunggu kedatangan Nazra


"Den non Nazranya udah datang" ucap bik Imah mengalihkan fokus Rafa dari tablet di tangannya


"Loh Atha" ucap Rafa


"Ternyata ini rumah kamu raf pantes tadi kayak gak asing" ucap Atha


Rafa dan Atha merupakan sahabat sejak duduk di sekolah menengah atas namun saat kuliah mereka memilih kampus yang berbeda sehingga jarang bertemu dan kemaren mereka kembali bertemu karena acara reuni


"iya kamu udah lama ya gak ke sini sampai lupa, ayo duduk dulu Atha Nazra" ucap Rafa mempersilahkan Atha dan Nazra duduk


"Jadi El siapa kamu?" tanya Atha setelah duduk di sofa diikuti Nazra yang duduk di samping abangnya


"El keponakan aku tha anaknya bang Shadev" ucap Rafa


Atha mengingat sosok Shadev karena pernah bertemu beberapa kali saat mereka masih duduk di bangku Sekolah menengah Atas "Gak nyangka ya dunia sesempit ini" ucap Atha disetujui Rafa


"Aku aja gak nyangka ternyata nazra yang selama ini Razeel sebut ternyata nazra adik kamu, oh iya aku sampai lupa Razeel sudah nungguin kamu Ra, tadi dia kebangun tapi tetap nggak mau makan dan nyariin kamu" ucap Rafa


Nazra berdiri "Kalau gitu bang Rafa bisa antar Ara ke kamarnya El?" tanya Nazra


"Tentu saja ayo" ucap Rafa berjalan lebih dulu lalu diikuti Nazra dan Atha


Rafa membuka pintu kamar abangnya hingga tampaklah Razeel yang terus menggeleng saat Shadev menyuapkan nasi "Bang El belum mau makan?" tanya Rafa


Shadev menggeleng "Dari tadi selalu nolak" ucap Shadev


"Atha Nazra masuk aja" ucap Rafa karena Nazra dan Atha tak kunjung masuk karena mereka merasa tidak sopan jika langsung masuk ke kamar orang lain


Setelah mendengar ucapan Rafa barulah Atha dan Nazra masuk "El" panggil Nazra


Razeel yang mendengar suara lembut Nazra langsung berbalik "Kak Ara" ucap Razeel hendak duduk namun tubuhnya sangat lemas sehingga ia hanya bisa berbicara dengan nada lebih semangat


Nazra menghampiri Razeel "Kesayangannya kakak Ara kenapa bisa demam" tanya Nazra sambil memperbaiki posisi Razeel agar lebih nyaman


"Kangen kakak" ucap Razeel mengangkat tangannya meminta Nazra untuk memeluk tubuhnya


Nazra tersenyum lalu menunduk agar Razeel bisa memeluknya "El makan ya kakak buatin bubur untuk El" ucap Nazra dan ajaibnya Razeel langsung mengangguk tanpa melakukan penolakan lebih dulu


"Pintar, sekarang duduk ya kakak suapin" ucap Nazra dan Razeel kembali mengangguk


Nazra mendudukkan Razeel ke atas pangkuannya karena Razeel tidak mau melepaskan pelukannya, setelah memperbaiki posisi duduk Razeel Nazra segera membuka wadah yang tadi di bawanya sedangkan Razeel menyenderkan tubuhnya ke tubuh Nazra, posisi Razeel itu miring sehingga Nazra masih bisa melihat wajah Razeel


Ketiga laki laki dewasa yang ada di ruangan itu hanya bisa diam melihat interaksi Nazra dan Razeel. ketiganya terlihat takjub, jika Atha terlihat takjub karena adiknya yang manja terlihat dewasa sedangkan Rafa dan Shadev takjub dengan Razeel yang tidak menolak perintah Nazra bahkan mereka sejak tadi membujuk makan tidak pernah diterima sedangkan Nazra hanya satu kali bicara Razeel langsung mengangguk


.........


Setelah makan dan minum obat Razeel tetap tidak mau lepas dari Nazra "El udah ngantuk Bobo ya" ucap Nazra saat melihat wajah sayu Razeel yang menahan kantuk


Razeel menggelengkan kepalanya "Kenapa Hmm El udah ngantuk loh" ucap nazra dengan lembut sambil mengusap rambut Razeel


"El gak mau tidur Soalnya kalo El, tidur pas El bangun kak Ara pasti sudah gak ada" ucap Razeel membuat hati Nazra terenyuh mendengarnya


"Kakak janji bakal temani El, sekarang El Bobo ya, El harus banyak istirahat biar cepat sehat" ucap Nazra


Razeel akhirnya mengangguk karena dia percaya Ara tidak akan bohong padanya, Razeel mulai memejamkan matanya dan tak lama langsung masuk ke alam mimpi karena Razeel memang menahan kantuknya sejak tadi


"Kak jangan pulang ya" ucap Razeel sebelum benar benar tidur


Nazra mengeratkan pelukannya lalu mengecup kepala Razeel "Iya El kakak temani El" bisik Nazra pelan


"sudah tidur?" tanya Shadev


Sejak tadi Shadev Atha dan Rafa memnag tidak keluar karena alsan Shadev yang ingin melihat putranya, Rafa yang merupakan dokter dan akan memberikan obatnya begitu Razeel selesai makan sedangkan Atha tidak akan membiarkan adiknya berada di ruangan bersama laki laki yang bukan mahramnya walaupun bukan berdua


"Bang Atha beneran nhgak sibuk di cafe?" tanya nazra pada Atha karena dia merasa tidak enak harus merepotkan abangnya


"Nggak kok dek tenang aja" ucap Atha


"Kalo kamu banyak kerjaan kamu bisa kerjakan Tha, tenang aja Ara aman kok di sini" ucap Rafa


"Gak pernah berubah kamu dari dulu" ucap Rafa yang sudah paham bagaimana sikap posesif Atha pada sang adik


Shadev sudah mengetahui jika Atha adalah sahabat dari adiknya karena mereka sempat berbincang bincang saat Nazra tengah menyuapi Razeel, kalau begini Shadev akan merasa lebih tenang nantinya jika Razeel main bersama Nazra karena dia sudah mengenal Atha


"Elnya taruh aja Ra kalau sudah tidur" ucap Rafa tidak tega karena Nazra akan merasa lelah apalagi Razeel tertidur dalam pelukan nazra, itu artinya Razeel tidur dengan posisi duduk


"Gak papa bang Rafa tunggu El nyenyak kalo di pindahin sekarang takut El bangun" ucap Nazra


Shadev yang mendengar ucapan Nazra mencibir dalam hati "Apa apaan bang Rafa giliran aku di panggil om" batin Shadev tak suka mendengar panggilan Nazra pada adiknya


Apakah Shadev cemburu atau justru Shadev sudah mulai menyukai Nazra, entahlah hanya Shadev dan Allah yang mengetahuinya


.........


Nazra menepati janjinya pada Razeel dia menemani Razeel hingga anak laki laki itu terbangun, karena sudah memakan obat keadaan Razeel mulai membaik, saat ini Nazra hanya berdua dengan Razeel di kamar Shadev tentunya karena Razeel tidur di kamar Shadev


Razeel memainkan jemari Nazra sedangkan Nazra hanya melihat apa yang di lakukan Razeel "Kak Ara" panggil Razeel


"Iya El" jawab Nazra dengan lembut


"El bosan di kamar, boleh keluar nggak?" tanya Razeel, sebenarnya dia senang bisa berduaan dengan nazra namun dia juga merasa bosan tidak melakukan apapun


"El bosan?" tanya Nazra di balas Razeel dengan anggukan kepala "Baiklah kita turun sekarang" ucap Nazra karena dia juga merasa tidak enak berada di kamar Shadev meski ada Razeel bersamanya


Nazra mengangkat Razeel ke dalam gendongannya karena tubuh Razeel masih lemas "Kalau pusing atau ada yang sakit bilang kakak ya" ucap Nazra di balas Razeel dengan anggukan kepala


Mereka turun menuju ruang keluarga di mana sudah terdapat Shadev Atha Rafa dan juga dhafi yang baru pulang dari kampusnya "Loh El kok turun?" tanya Rafa yang menyadari kehadiran Nazra dan Razeel lebih dulu


"El bosan om" Razeel yang menjawab


Nazra duduk di dekat abangnya, Rafa yang peka menggeser tubuhnya agar Atha bisa ikut bergeser sehingga tempat Nazra lebih lapang "El" panggil dhafi namun Razeel hanya diam, meski dia sakit dia tetap marah pada omanya yang paling muda


"El di panggil kok diem" tanya Nazra


"El marah sama Om Afi karena habisin cookies El" ucap Razeel


"Om minta maaf El, besok om ajak jalan jalan dan jajan sepuasnya deh" ucap dhafi berusaha membujuk karena tidak tahan didiamkan keponakan kesayangannya


"Gak mau" Ucap Razeel menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Nazra agar tidak melihat omnya "Sebenarnya ada apa?" tanya Atha penasaran


"Itu loh tha si dhafi habisin cookies yang di bawa El karena itu juga El jadi nangis satu jam lamanya dan berakhir ketiduran" ucap Rafa menceritakan


Nazra mengerti sekarang "El" Panggil Nazra agar Razeel mengangkat kepalanya "Gak boleh diem begitu, omnya El kan udah minta maaf El maafin ya" ucap Nazra namun El tetap menggelengkan kepalanya


"El nanti kalau El udah sehat kita bisa buat cookies banyak banyak" ucap Nazra barulah Razeel mengangkat kepalanya


"Beneran ya kak" ucap Razeel


Nazra mengangguk kepalanya "kalau gitu El maafin om Afi" ucap Razeel membuat dhafi tersenyum senang


"Makasih ya Ra" ucap dhafi langsung mendapat pukulan dari Rafa di kepalanya


Dhafi sedikit meringis "Kenapa sih bang" ucap Dhafi kesal karena mendapat pukulan tiba tiba


"Yang sopan kamu Nazra itu lebih tua dari kamu" ucap Rafa


"sok tahu Abang tuh" ucap dhafi masih tidak percaya


"Gak percaya banget jadi orang Nazra umurnya dua puluh tahun dan kamu masih sembilan belas tahun daf" ucap Rafa berusaha sabar


"Hah seriusan, tapi mukanya masih kayak anak SMA" ucap dhafi masih tidak percaya


Atha melirik jam yang menunjukkan pukul tiga soreh "Dek kita pulang sekarang ya" ucap atha di balas Nazra dengan anggukan kepala


Nazra menunduk melihat Razeel yang diam dalam pangkuannya "El kakak Ara mau pulang dulu ya, nanti kalau El udah sembuh kita ketemu lagi, El bisa main ke rumah kakak" ucap Nazra


Razeel menggeleng kecil "El boleh ikut kakak nggak?" tanya Razeel penuh harap


"El Kaka Ara juga punya kegiatan sendiri sekarang sama ayah yah kalau udah sehat baru ketemu Kaka Ara lagi" ucap Shadev begitu mendengar permintaan putranya yang semakin aneh aneh bisa bisanya Razeel ingin ikut dengan nazra


Razeel menetap di sedih ke arah nazra. Nazra yang di tatap begitu jadi tidak tega, Nazra mengecup kedua pipi Razeel "Mangkanya El cepat sembuh biar bisa main sama kakak okey" ucap Nazra


Kali ini Razeel menganggukkan kepalanya, setelah berpamitan Nazra dan Atha pergi meninggalkan kediaman Bagaskara. tadinya Shadev dan Rafa juga sempat mengucapkan terimakasih pada Atha dan Nazra sebelu mereka pulang


...****************...