Bunda untuk El

Bunda untuk El
15. Cookies


Jhonny atau biasa di sapa paman Jhon yang merupakan asisten atau tangan kanannya Shadev membawa Razeel yang tengah tertidur dalam gendongannya menuju ruangan Shadev, karena di rumah tidak ada orang


Tok tok tok


Jhonny mengetuk pintu lebih dulu "Masuk" ucap Shadev dari dalam barulah Jhonny membuka pintu ruangan atasannya


"apa putraku masih tidur Jhon?" tanya Shadev


"Iya pak" ucap Jhonny


Shadev mengambil alih tubuh putranya untuk ia tidurkan di kamar yang ada di ruangannya "Baiklah, terimakasih Jhon kamu bisa kembali bekerja" ucap Shadev


"Pak ini dari nona Nazra katanya punya Razeel" ucap Jhonny sambil menyerahkan bingkisan berisi cookies kepada Shadev


Shadev mengambilnya "Kalau begitu saya permisi pak" ucap Jhonny lalu pergi meninggalkan ruangan Shadev dan kembali ke ruangannya sendiri


Baru saja Shadev meletakkan tubuh putranya di atas kasur, Razeel sudah terbangun "ayah dimana kak ara?" tanya Razeel begitu kesadarannya sudah terkumpul


"Kak Ara di rumahnya El sekarang El di kantor ayah" ucap Shadev sambil mengamati raut kecewa putranya begitu tahu dia sudah berada di kantor ayahnya dan tidak ada Nazra di sini


"Ayah kenapa El di jemput waktu tidur El jadi nggak bisa pamit sama kak Ara" ucap Razeel


"Tidak papa El paman Jhon sudah pamit mewakili dirimu, sekarang ayah tanya apa El udah makan siang mau ayah pesankan makan siang" tanya Shadev


"El sudah makan siang sama kak Ara ayah" ucap Razeel


"Baiklah kalau gitu El lanjut tidur siang, ayah masih ada kerjaan" ucap Shadev namun Razeel justru menggelengkan kepalanya


"El sudah nggak ngantuk ayah boleh El keluar aja lihat ayah kerja" ucap Razeel


Shadev tidak menolak ia justru mengangkat Razeel ke dalam gendongannya dan membawa keluar dari kamar "El duduk di sini, ayah ambilin tablet kamu dulu" ucap Shadev setelah mendudukkan Razeel di sofa


Razeel diam menunggu, matanya melihat ruangan ayahnya yang sellau rapi hingga perhatiannya jatuh pada bingkisan di atas meja, El mendekati bingkisan tersebut lalu membukanya


Senyumnya semakin mengembang begitu tahu itu adalah cookies yang dia buat bersama Nazra "Ayah lihat ini" ucap Razeel sambil mengangkat toples berisi cookies


"Kenapa El" tanya Shadev mendekat dengan tablet di tangannya


"Ini cookies buatan kak ara sama El yah, Ayah mau coba tapi satu aja ya" ucap Razeel membuka toples tersebut dan mengambil satu cookies dan menyuapkan ke mulut ayahnya


Shadev tidak menolak karena tidak ingin senyum putranya menghilang "Enak" ucap Shadev tak bohong karena cookies itu pas dengan seleranya


Razeel bertepuk tangan senang "Emangnya El bisa buat cookies" tanya Shadev


"Bisa tapi kak Ara yang banyak ngerjain El cuman bantuin nyusuin coklat coklat kecil ke atasnya" ucap Razeel menjelaskan, Shadev menatap raut Razeel yang tampak begitu bahagia saat bercerita


"Ayah tahu kak Ara juga buatin El nasi goreng omlet dan masakan kak Ara enak banget nggak kayak masakan ayah" ucap Razeel


Shadev mendengus mendengar perkataan putranya yang terakhir, dia memang tidak bisa memasak namun pernah mencoba beberapa kali dan hasilnya justru tidak enak selain itu Shadev jadi mendapatkan amukan dari mamanya karena membuat dapur berantakan, sejak saat itu Shadev tidak di izinkan memasak lagi


"Anak ayah pintar banget, makannya habis nggak?" tanya Shadev


"Habis dong yah malahan Razeel tambah" ucap Razeel dengan bangga karena Razeel terkadang susah di suruh makan apalagi harus tambah


........


Setelah Razeel di jemput Nazra kembali ke kamarnya untuk melaksanakan shalat Dzuhur setelah itu ia mulai melanjutkan pekerjaannya mendesain pakaian, sudah beberapa desain yang Nazra buat setelah ini dia akan pergi mencari kain yang cocok dan akan belajar menjahitnya sendiri


Jika sudah menggambar desain pakaian Nazra bisa lupa waktu sampai tidak sadar sudah tiga jam ia berkutat dengan pensil dan buku di tangannya, Nazra baru sadar ketika adzan di ponselnya berbunyi


Nazra merenggangkan otot tubuhnya lalu bersiap siap untuk mengambil air wudhu dan malaksanakan kewajibannya, setelah selesai Nazra kembali melanjutkan kegiatannya hingga menjelang Maghrib


Nazra baru keluar dari kamarnya saat waktunya makan malam itupun karena Atha yang datang memanggil adiknya "Dek jangan terlalu di paksa kamu juga harus banyak istirahat" ucap Atha


"Iya bang, Ara gak maksain diri kok cuman emang gitu kalo ngedesain suka lupa waktu" ucap Nazra


Mereka kini sudah berada di ruang makan di mana sudah terdapat Adzam yang menunggu "Adek lagi ngapain kok sampe lupa waktu makan?" tanya Adzam


"Tadi Ara habis ngerjain desain pakaian Abi" ucap Nazra


"Jangan sampai lupa waktu shalat waktu makan sama istirahat" ucap Adzam mengingatkan


"Iya Abi" ucap Nazra "Wah mbok masak sup daging" ucap Nazra saat mbok asih datang membawa mangkuk berisi sup daging sapi, Nazra lebih suka sup daging sapi dari pada tulangnya karena Nazra tidak suka lemaknya yang membuat kuahnya berminyak


setelah mbok asih datang mereka mulai melangsungkan makan malam bersama, sesekali diselingi cerita dari Nazra ataupun Atha "Oh iya dek tadi izin ke Abi katanya ada anak kecil yang datang, siapa dek?" tanya Adzam teringat pesan putrinya


Adzam mengangguk mengerti karena Nazra sudah menceritakan kejadian di Cafe abangnya "Datang sendiri dek?" tanya Atha


"Di antar ayahnya tapi Abang tenang aja ayahnya nggak ikut masuk kok tanya aja mbok Asih ayahnya El langsung pergi setelah mengantarkan El" ucap Nazra langsung menjelaskan tidak ingin Abang posesifnya berfikir macam macam


"Trus yang jemput siapa?" tanya Atha lagi


"Asisten ayahnya" ucap Nazra


"Itu El mamanya mana, Abang rasa gak pernah lihat dia sama wanita kemaren sama omnya terus sama ayahnya" ucap Atha


Nazra mengangkat bahunya tak tahu "El nggak pernah cerita dan Ara nggak pernah nanya" ucap Nazra


"Jangan di tanyain dek, siapa tau emang mamanya nggak ada itu justru jadi pertanyaan sensitif. kalau dia mau nanti dia bakalan cerita ke kamu" ucap Adzam mengingatkan "Dan ayah jadi penasaran sama anak kecil yang bisa mengambil perhatian putri ayah ini" ucap Adzam


Nazra tertawa "Ara yakin kalo ayah lihat ayah bakalan gemas sama El" ucap Nazra


Nazra memang menyukai anak kecil namun bersama Razeel Nazra merasa udah sayang sama anak lima tahun itu begitu pula Razeel "Abang justru heran sama El kok mau dekat sama kamu, Apa yang di lihat dari adek Abang ini" ucap Atha


Nazra mendengus "Ara kan memang punya magnet tersendiri yang bisa menarik perhatian Razeel, Nazra itu baik cantik pintar dan juga Sholeha" ucap Nazra dengan percaya diri


Adzam dan mbok asih tertawa mendengar ucapan Nazra berbeda dengan Atha yang pura pura ingin muntah mendengarnya, terkadang Atha memang menyebalkan di mata Nazra namun di balik sifat menyebalkannya Atha adalah orang yang paling menyayangi Nazra


.........


Pukul lima soreh Shadev baru menyelesaikan pekerjaannya, Shadev segara mengajak putranya pulang ke rumah, saat melewati beberapa karyawan tak jarang Shadev mendapatkan sapaan


"Pak Shadev ganteng banget"


"Calon anak gue juga ganteng banget gak kalah dari bapaknya"


"Emangnya pak Shadev mau sama lo"


"Anaknya pak Shadev ganteng banget"


"Gimana ya caranya bisa nikah dengan duda tampan kaya raya kayak pak Shadev"


Bisik bisik karyawan yang melihat Shadev berjalan bersama putra satu satunya, Shadev hanya menatap datar dan hanya mengangguk kecil saat ada yang menyapanya bukan bermaksud sombong tapi memang begitulah Shadev dia diam saja banyak yang suka apalagi jika dia menebar senyumnya


Razeel yang berjalan di samping ayahnya tentu tak memperdulikan itu, satu tangannya sibuk menggenggam bingkisan berisi toples cookies sedangkan tangan lainnya di genggam Shadev agar putranya tidak tertinggal di belakang


Selain mencoba menarik perhatian Shadev banyak karyawan yang mencoba menarik perhatian Razeel, namun mencari perhatian Razeel sama sulitnya dengan mencari perhatian Shadev


Shadev dan Razeel tiba di rumah setelah dua puluh menit menempuh perjalanan. Razeel langsung berlari ke dalam rumah kali ini Razeel tidak marah pada ayahnya dia hanya ingin pamer pada kedua omnya yang tengah duduk santai di ruang keluarga


"Om Afi om afa" panggil Razeel dengan semangat


"Wah keponakan om udah pulang" sambut Dhafi dengan semangat, iya semangat karena dhafi merasa bosan hanya berdua dengan abang keduanya dan sejak tadi dia menunggu kehadiran Razeel


"Om lihat nih" pamer Razeel setelah mengeluarkan toples berisi cookies buatannya dan Nazra


"Wah El bawain om oleh oleh ya" ucap Dhafi hendak mengambil cookies di tangan Razeel namun Razeel langsung menjauhkan toples cookiesnya


"Ini untuk El om gak boleh mintak, om tahu gak El buat cookies sama kak Ara loh" ucap Razeel dengan senyum manisnya saat mengucapkan kegiatannya bersama Nazra


"Hah kak Ara kapan ketemunya El?" Tanya Dhafi penasaran


"Tadi pagi El main ke rumah kak Ara trus kak Ara ajak El buat cookies, om tahu kak Ara juga buatin El nasi goreng omlet enak banget masakan kak ara" ucap Razeel yang menceritakan dengan semangat


Dhafi tampak bingung dan juga penasaran, dia bingung kenapa El bisa sampai di rumah Nazra dan penasaran bagaimana dengan Abang pertamanya sedangkan Rafa hanya diam mendengarkan cerita dari keponakannya


"El ke sana sama siapa?" tanya Rafa merespon karena dhafi hanya diam


"El sama ayah, tapi ayah cuman antar El terus pergi ke kantor" ucap Razeel


"Assalamualaikum" ucap Shadev yang baru muncul setelah memarkirkan mobilnya dia juga sempat berbicara sebentar dengan satpam yang berjaga sebelum masuk ke dalam rumah


"Wa'alaikumussalam" jawab Shadev Razeel dan juga Rafa


Dhafi terus menatap Abang pertamanya banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan sedangkan Shadev tampak tidak perduli ia justru langsung duduk di singel sofa "El mandi dulu" ucap Shadev pada putranya karena hari sudah semakin soreh dia tidak ingin putranya mandi di malam hari


Razeel tak menolak "Baik ayah, om afa om Afi El mandi dulu" ucap Razeel langsung pergi ke kamarnya, karena terlalu senang Razeel sampai lupa membawa toples cookiesnya


...****************...