Bunda untuk El

Bunda untuk El
25. Musuhan


Hari ini Razeel sekolah di antar dan di jemput Omnya Dhafi karena laki laki yang hampir memasuki kepala dua itu sedang tidak ada kuliah


"Om" panggil Razeel riang saat melihat omnya yang paling muda tengah bersender di mobilnya sambil tebar pesona meski yang melihatnya ibu ibu


Dhafi tersenyum manis saat keponakannya mendekat "Mau langsung pulang El?" tanya dhafi sambil membantu keponakannya masuk ke dalam mobil


"mau main ke rumah kak Ara om" ucap Razeel


Dengan semangat dhafi mengangguk kapan lagi dia ketemu sama Nazra jika bukan saat mengantarkan keponakannya ini "Tapi kamu nggak Bawak baju ganti loh" ucap dhafi


"Gak papa om El punya baju di rumah kak Ara" ucap Razeel tidak berbohong karena sudah beberapa kali menginap jadi Razeel memiliki beberapa baju di kediaman Adhitama


"Ya sudah kalau gitu kita jalan sekarang" ucap Dhafi langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang


Tidak sampai dua puluh menit mobil Dhafi sudah memasuki pekarangan kediaman Adhitama "Mbok" panggil Razeel setelah turun dari mobil


Mbok asih yang tadinya tengah menyapu halaman langsung menghentikan kegiatannya sejenak "Aden ganteng pasti mau ketemu neng Ara ya" ucap mbok asih di balas Razeel dengan anggukan semangat


"Masuk aja den neng Ara ada di dalam, kalau nggak di ruang keluarga pasti di ruang kerjanya" ucap mbok asih


"Terimakasih mbok kami masuk dulu" ucap Dhafi lalu berjalan masuk ke dalam rumah melalui pintu utama "Kak Ara" panggil Razeel sedikit berteriak


Nazra yang berada di dapur segera keluar karena mendengar suara Razeel "El" panggil Nazra


Razeel tersenyum Pepsodent seraya menghampiri Nazra lalu memeluk perut Nazra karena tinggi Razeel sebatas perutnya "Baru pulang sekolah ya?" tanya Nazra


"iya kak" jawab Razeel


"Mau minum apa biar kakak buatin?" tanya Nazra pada Razeel dan juga Dhafi


Dhafi sebenarnya merasa aneh memanggil Nazra kakak namun dia harus bersikap sopan "Apa aja sih kak tapi kalau ada jus juga gak papa" ucap dhafi langsung mendapat delikan mata dari Razeel


"Om pulang sana nggak usah ngerepotin kak Ara" ucap Razeel


"Eh El kok ngomong gitu" tegur Nazra "Gak boleh bicara seperti itu ya, kan om dhafi yang nganterin El ke sini masak di suruh pulang biarin om dahfi minum dulu" ucap Nazra yang tidak merasa keberatan jika dhafi meminta jus justru dia senang karena memiliki teman berbicara selain Razeel dan mbok asih


"maaf kak El gak suka om Afi buat kak Ara repot, kakak kan habis demam" ucap Razeel merasa bersalah


"Kakak udah sembuh kok, El minta maaf sama om dhafi dan tunggu di situ kakak ke dapur sebentar" ucap Nazra


Razeel mendekati omnya "Om ngapain sih ngerepotin kak Ara El bilangin ayah nanti" bukannya meminta maaf Razeel justru kembali mengomeli bahkan mengancam omnya


Dhafi menatap sinis keponakannya "Pinter banget sandiwaranya, tadi aja masang muka melas sekarang malah ngancam om, ya udah om aduin nih ke kak Ara kalau adik kesayangannya ini gak mau minta maaf" Dhafi mengancam balik membuat Razeel kesal


"Iya iya El minta maaf om" ucap Razeel lalu menjauh dari omnya karena dia lagi musuhan


Dhafi hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan keponakannya "Untung keponakan kalo nggak udah om buang kamu el" batin Dhafi tak serius, mana berani dia buang anak serta cucu kesayangan keluarga Bagaskara


.........


Dhafi benar benar merasa puas karena saat dia ingin pulang Nazra menahannya dan menyuruh makan siang lebih dulu karena mbok asih juga sudah selesai memasak


Akhirnya kini mereka berempat tengah makan siang bersama "Kak kapan mulai buka butiknya?" tanya dhafi


"Belum tau sih masih tahap renovasi dan masih banyak juga yang harus di persiapkan, seharusnya kemarin sudah hampir selesai tapi bang Atha suruh tambah bangunan agar lebih luas" ucap Nazra menjelaskan


"Kalo pembukaan butik dahfi jangan lupa di undang yah" ucap Dhafi


"Tenang aja pasti di undang kok" ucap Nazra


Razeel sejak tadi menatap omnya dengan tatapan permusuhan yang tidak dipedulikan Dhafi karena melihat wajah kesal keponakannya menjadi kesenangan tersendiri bagi Dhafi


"Kakak El mau itu" ucap Razeel sengaja mengambil alih perhatian Nazra agar tidak terus berbicara dengan Omnya


"Mau apa el?" tanya Nazra


"Yang itu" ucap Razeel lagi sambil menunjuk ayam goreng


Nazra mengambilkan satu ayam goreng dan meletakkan di piring Razeel "Sayurnya di makan juga ya" ucap Nazra saat melihat sayur di piring Razeel masih utuh


"El nggak suka brokoli kak" ucap Razeel meski dia sudah mau makan sayur tapi hanya beberapa dan lebih banyak yang tidak Razeel makan salah satunya brokoli padahal brokoli adalah sayur kesukaan Nazra


"Brokolinya biar Kakak yang makan, terus El mau makan sayur apa?" tanya Nazra


Razeel menunjuk wortel, Nazra memilih wortel dari sup sayur buatan mbok asih lalu meletakkan di piring Razeel "Sudah cukup?" tanya Nazra


"Sudah kak" ucap Razeel


Mbok asih sejak tadi hanya diam sesekali dia akan senyum saat melihat tatapan permusuhan antara Razeel dan Dhafi, Nazra pun sadar seberangnya namun dia tidak ambil pusing karena memang keduanya sering bertengkar nanti juga bakalan baikan lagi' pikir Nazra


"Kak kapan buat cookies lagi kalau kakak mau buat dhafi bakal bantuin deh biar bisa buat banyak soalnya enak" ucap dhafi tidak bohong


"Kenapa gak jual cookies aja kak pasti laku dan banyak peminatnya" ucap dhafi


"Kayaknya nggak dulu kalaupun jualan kayaknya yang jadi konsumen kamu doang soalnya baru selesai di buat udah kamu borong" ucap Nazra bercanda


"Kakak tau aja" ucap dhafi lalu tertawa


Nazra ikut tertawa saat membayangi Jika hal seperti itu benar-benar terjadi, Razeel yang merasa di acuhkan mengehentikan makannya bahkan matanya sudah berkaca kaca, perlahan Isak tangisnya terdengar membuat tawa Nazra dan Dhafi terhenti


"Lo El kenapa?" tanya Nazra lembut


"El hiks gak suka hiks kakak ngomong sama om Afi hiks" ucap Razeel mengeluarkan unek-uneknya yang sejak tadi di tahan


Dahfi menganga tidak percaya mendengar ucapan keponakannya, "posesif banget dah" batin dhafi sambil melihat Nazra yang tengah memenangkan Razeel sedangkan mbok asih sudah pergi ke belakang


"Kok gak suka kakak kan cuman bicara sebentar sama om dhafi?" tanya Nazra sambil mengusap-usap punggung Razeel agar berhenti menangis


"El gak suka kakak cuekin" ucap Razeel masih menangis


Nazra jadi merasa bersalah meski dia tidak bermaksud begitu "Maaf ya kalo El jadi merasa dicuekin, kakak nggak cuekin El kok" ucap Nazra di balas Razeel dengan anggukan kepala


.........


Setelah tadi Razeel sempat menangis saat makan siang kini Razeel sudah kembali ceria apalgi setelah omnya pulang Razeel bersorak senang dalam hatinya, meski sudah kembali ceria Razeel justru semakin menempeli Nazra kemanapun Nazra pergi, bahkan ingin ke toilet pun Razeel ingin ikut jika Nazra tidak membujuknya


"Kak Ara El mau pipis" ucap Razeel saat ini mereka tengah duduk di taman belakang menikmati pemandangan di soreh hari


"El ke toilet dekat dapur aja kakak tunggu di sini" ucap Nazra karena biasanya Razeel juga akan pergi sendiri


Razeel tetap diam di tempatnya "Mau sama kakak" ucap Razeel sambil menatap Nazra dengan puppy eyes nya


Nazra yang lemah akan keimutan Razeel akhirnya berdiri untuk menemani Razeel, Nazra menunggu di luar, sambil menunggu Razeel Nazra membuka kulkas mengambil beberapa Snack untuk di bawa ke taman belakang


"Udah?" tanya Nazra saat Razeel keluar dari dalam toilet


Razeel mengangguk "El mau ini, kalo El gak suka pilih aja di kulkas?" tanya Nazra sambil mengangkat beberapa Snack di tangannya agar Razeel bisa melihat dengan jelas


"El suka yang itu kak" ucap Razeel menunjuk keripik kentang di tangan Nazra


Nazra menyerahkan keripik kentang pada Razeel lalu mereka kembali berjalan menuju taman belakang "Kak Ara nanti El mau tidur di sini ya" ucap Razeel


Nazra tentu tidak masalah justru dia suka suka aja namun masalahnya Razeel yang belum izin "Emang El udah minta izin sama ayah?" tanya Nazra


Razeel menggelengkan kepalanya "Kan kita bisa telpon ayah" ucap Razeel


Nazra terkekeh "Iya nanti kita telpon" ucap Nazra mereka kembali melihat ke depan di mana terdapat dua kelinci peliharaan Nazra yang baru di pelihara tiga minggu terakhir


"Kak Chiki sama Chiko lucu banget" ucap Razeel saat melihat dua kelinci yang ia beri nama Chiki dan Chiko, Chiki kelinci betina berwarna putih sedangkan Chiko kelinci jantan berwarna abu-abu


Nazra memnag sengaja membeli sepasang agar kelincinya punya teman hidup "Iya lucu seperti El" ucap Nazra


"kak El mau kasih makan Chiki sama Chiko ya?" ucap Razeel


Nazra menganggukkan kepalanya, setelah mendapat izin dari Nazra Razeel berjalan mendekati keranjang yang bersisi sayuran untuk makan Chiki dan Chiko, Razeel mengambil dua buah wortel lalu memasukkan ke dalam kandang


Kedua kelinci itupun langsung mendekat dan mengambil jatah mereka masing masing "Neng Ara di depan ada den Shadev" ucap mbok asih


Razeel menoleh lalu berjalan mendekati nazra "El ayah datang tuh" ucap Nazra


Razeel menatap Nazra seakan mengatakan dia tidak ingin pulang, Nazra yang paham membawa Razeel ke dalam gendongannya lalu mereka bertiga pergi ke depan karena Shadev menunggu di depan


"Ayah" panggil Razeel


Shadev menoleh "Kenapa minta gendong El kak Ara baru sehat loh" ucap Shadev


"Gak papa kok om lagian Ara yang mau gendong El" ucap Nazra masih setia memanggil Shadev Om meski dia sudah Sadar Shadev tidak setua itu tapi Nazra sudah meras nyaman memanggil Shadev Om


"Baiklah, El sekarang kita pulang ya?" ucap Shadev


"El mau tidur di sini ayah" ucap Razeel


"Iya om biarin El tidur di sini ya" ucap Nazra


Shadev menghela nafas jika sudah begini mana bisa dia menolak apalagi setelah melihat wajah memelas putranya "Baiklah, besok ayah jemput di sekolah" ucap Shadev


Razeel bersorak senang dia turun dari gendongan Nazra untuk memeluk ayahnya karena malam ini mereka akan jauhan walau Masih berada di kota yang sama


...****************...