Bunda untuk El

Bunda untuk El
7. Menghabiskan waktu bersama


Nazra dan Razeel sudah tiba di pintu masuk cafe saat hendak membuka pintu bertepatan dengan seseorang yang keluar dari dalam cafe


"El kok di sini, kamu nyebrang sendirian" ucap seseorang yang tak lain adalah dhafi, setelah menunggu hampir satu jam lamanya akhirnya pesanan yang ditunggunya telah selesai dan betapa kagetnya dia saat hendak keluar justru bertemu dnegan keponakannya


"Tenang aja El nyebrang sama saya walaupun awalnya keponakan anda mau nyebrang sendirian" ucap Nazra sedikit merasa kesal karena bisa bisanya meninggalkan anak kecil sendirian di dalam mobil


"Maaf maksudnya gimana ya, dan kamu siapa?" tanya dhafi tampak bingung apalagi melihat gadis di hadapannya yang tengah menggenggam tangan keponakannya dan Razeel justru terlihat nyaman padahal ia tahu keponakannya Susah dekat dengan orang lain apalagi yang bary di temui


"Tadi El hampir ketabrak mobil karna mau nyusul kamu, untung supirnya masih bisa ngerem tepat waktu, tadi saya cuman bantu El bawa ke pinggir dan waktu saya tanya katanya dia mau nyusul omnya" ucap Nazra menjelaskan dengan nada pelan karena tidak ingin menjadi pusat perhatian apalagi di cafe abangnya tengah ramai


"Astaghfirullah El kenapa keluar dari mobil. kenapa nggak nunggu om aja, untung kamu gak kenapa kenapa" ucap Dhafi langsung menarik Razeel ke dalam pelukannya


"Maaf om tadi El bosan" ucap Razeel


"Iya gak papa tapi lain kali jangan begitu ya" ucap dhafi di balas Razeel dengan anggukan kepala


"Terimakasih karena udah bantu Razeel" ucap Dhafi pada Nazra


Nazra mengangguk "Sama sama" ucap Nazra


"Ya udah El kita pulang ya" ajak dhafi namun Razeel menggeleng


"El masih mau di sini sama kak Ara" ucap Razeel Bahakan tangganya tak pernah melepas genggaman tangan Nazra meski saat dhafi memeluk tubuh Razeel Nazra melonggarkan genggamannya agar Razeel bisa melepaskan tangannya namun Razeel justru menggenggam jari Nazra


"Tapi di dalam rame El kamu gak akan suka" ucap Dhafi


"Gak papa om, kak Ara mau kan temani El?" kali ini Razeel meminta persetujuan dari Nazra


Nazra mengangguk saja karena ia juga merasa tidak ada hal penting yang bisa dia lakukan di cafe abangnya "El mau ngapain emang sama kakak?" tanya Nazra penasaran


"Gak tau tapi El mau sama kakak" ucap Razeel karena ia merasa nyaman saat bersama Nazra


Dhafi menatap tak enak ke arah Nazra "Gak papa El main sama aku, Kalau gitu ayo masuk" ucap Nazra yang terus menggandeng tangan Razeel diikuti dhafi dari belakang


"Loh dek kamu dari mana aja, dan ini siapa?" tanya Atha langsung menghampiri Nazra begitu Nazra masuk ke dalam cafe


"Ini Razeel bang, boleh kan Ara ajak ke ruangan Abang. nanti Ara cerita ke Abang" ucap Nazra


"Ya sudah kamu Bawak aja, trus kamu ngapain" ucap Atha menatap tak suka ke arah dhafi yang mengekori adiknya


Dhafi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Dhafi merasa takut dengan tatapan tajam Atha "Dia omnya Razeel bang, kamu bisa tunggu di luar nanti kalo Razeel udah mau pulang aku bawa keluar" ucap Nazra langsung pergi bersama Razeel


.........


"Wah El suka menggambar ya? tanya Nazra saat melihat gambar El lumayan bagus untuk anak seusianya


Satu jam sudah mereka menghabiskan waktu bersama setelah banyak berbincang bincang Nazra memberikan selembar kertas dan pensil milik Atha pada Razeel agar Razeel tidak bosan


Nazra sangat terhibur dengan kehadiran Razeel bahkan ia jadi berfikir untuk membawa Razeel pulang dan meminta abinya untuk mengangkat Razeel sebagai anak sehingga ia punya adik selucu Razeel


"Iya kak" ucap Razeel


"Cita cita El mau jadi apa?" tanya Nazra


"Cita cita itu apa kak?" tanya Razeel


"Cita cita itu keinginan kita kalo udah besar nanti mau jadi apa, kayak kakak cita citanya mau jadi desainer hebat dan punya butik besar" ucap Nazra


Razeel meletakkan jarinya di pipi sebagai tanda ia tengah berfikir "kalo El mau jadi orang yang buat rumah" ucap Razeel


"Kalau gitu cita cita El mau jadi arsitek ya, kakak do'akan Razeel jadi arsitek yang sukses" ucap Nazra


"El mau Ice crime lagi" tanya Nazra


"Emang boleh kak?" tanya Razeel soalnya jika di rumah ayah dan Omanya selalu membatasi jatah makan Ice crime dan jelly nya, biasanya Razeel hanya makan satu ice crime dalam satu hari tapi kali ini dia sudah makan tiga dan Nazra kembali menawarkannya


"Mmm boleh sih tapi El udah makan banyak Ice crime kakak takut kamu sakit, jadi lain aja deh, El sukanya apa?" tanya Nazra


"Cheese cake" ucap Razeel


"Sebentar ya kakak tanya ada atau nggak, El tunggu di sini kakak keluar sebentar" ucap Nazra di balas Razeel dengan anggukan patuh


Nazra berjalan ke luar untuk menanyakan cheese cake "El belum mau pulang ya?" tanya dhafi langsung menghampiri Nazra begitu melihat Nazra keluar


"nggak tau El blm ada bilang soalnya" ucap Nazra


"Aku ada urusan sebentar kalo aku titip Razeel kamu gak masalah kan?" tanya Dhafi yang sebenarnya ragu meninggalkan keponakannya di tempat orang asing yang bahkan baru dhafi kenal beberapa jam yang lalu


"Gak papa kok, gak perlu takut juga aku gak bakal apa apain keponakan kamu" ucap Nazra seakan mengerti pikiran orang di hadapannya


"Ya sudah aku titip El sebentar aja" ucap Dhafi


.........


Waktu sudah menunjukkan pukul lima soreh di sebuah sofa tampak Razeel yang tertidur pulas setelah lelah menggambar, Nazra mengusap rambut tebal Razeel yang tertidur dengan menjadikan pahanya sebagai bantal


"Dek itu.." ucapan Atha yang baru masuk ke dalam ruangannya langsung terhenti saat melihat sosok anak kecil yang tertidur pulas


"Dek itu omnya udah jemput" ucap atha


Nazra mengangguk "Abang gendong El ya" ucap Nazra "Pelan pelan bang jangan sampai bangun" ucap Nazra saat Atha mengangkat tubuh Razeel ke dalam gendongannya


"Kamu tunggu di sini aja dek" ucap atha


Nazra tak menolak ia justru memperbaiki posisi duduknya agar lebih nyaman, sedangkan di luar Atha sudah menyerahkan tubuh Razeel pada dhafi "Terimakasih banyak bang dan maaf sudah merepotkan Abang dan juga adik Abang" ucap dhafi yang memang memanggil Atha dengan sebutan abang setelah mereka sempat berbicara saat Nazra dan Razeel sudah masuk ke dalam ruangan Atha


"Sama sama" ucap atha


Dhafi langsung membawa tubuh keponakannya keluar setelah berpamitan pada Atha, Dhafi membaringkan tubuh Razeel di kursi samping supir setelah tempat Razeel aman dan nyaman barulah dhafi masuk dan mulai menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah


Di cafe setelah kepergian dhafi Atha kembali ke ruangannya untuk mengajak adiknya pulang, dia tidak ingin adiknya pulang malam walaupun bersama dirinya


Nazra yang memang sudah merasa lelah hanya mengangguk tanpa penolakan apapun, di dalam mobil Atha menoleh ke arah adiknya "Belum mau cerita ke Abang?" tanya Atha yang masih penasaran dengan awal mula pertemuan sang adik dengan seorang anak kecil


"Ara ketemu Razeel pertama kali waktu kita lagi belanja di supermarket waktu itu El minta tolong ambilin jelly tapi kita gak sempat bicara banyak. trus tadi waktu Ara ambil powerbank Ara lihat ada anak kecil yang hampir ketabrak jadi Ara hampiri anak kecilnya yang ternyata adalah Razeel...." Nazra menceritakan segalanya tanpa ada yang terlewati


Atha mengangguk mengerti sekarang "Tapi Abang lihat anak itu kayaknya udah dekat banget sama kamu?" tanya Atha


"Abang lupa ya kalo adek Abang nih emang paling bisa buat orang nyaman apalagi anak kecil" ucap Nazra dengan percaya dirinya


Atha menjitak kepala Nazra meski begitu ia tetap fokus menyetir "Pede banget kamu dek" ucap Atha walau ia sendiri mengakui bahwa banyak anak kecil yang menyukai nazra


Nazra terkekeh "Tapi Ara juga nyaman sama El bang soalnya El tu gemesin lucu mana ganteng banget" ucap Nazra "Bahkan tadi Ara kepikiran buat nyuruh Abi adopsi Razeel biar Ara ada teman kalo di rumah" ucap Nazra


"Kamu ini ada ada aja dek, mana mau Abi adopsi anak, lagian El juga kayaknya punya keluarga lengkap mana mau keluarganya nyerahin anak selucu el buat di adopsi" ucap Arah


"Iya sih mangkanya pikiran konyol Ara gak berlangsung lama" ucap Nazra lalu menyengir kuda


...****************...