SANGKALA [ Diary Pengantar Gugusan Jiwa ]

SANGKALA [ Diary Pengantar Gugusan Jiwa ]
Chapter 11. Sulastri [ Bagian 2 ]


Dengan ketiadaan catatan pak guru mengenai kabin kayu itu menandakan satu hal, bahwa kabin kayu yang berada di atas danau beserta isinya itu sudah lebih dulu muncul sebelum peristiwa kematian pak guru dan Dieter.


Belum juga misteri terurai, kabin kayu itu keburu terbakar dengan sendirinya, seolah berusaha menutupi misteri di dalamnya.


Pertanyaannya, siapakah wanita-wanita tanpa kepala itu? Siapakah sebenarnya iblis raksasa di masa silam yang mengejar Sangkala?


Kini, Dieter kehilangan sebagian anggota tubuhnya yang lain akibat kelancangannya memasukkan Sangkala ke dimensi masa silam.


Sosok iblis itu memiliki ilmu hitam yang sangat kuat.


Karena keterbatasan sumber informasi di masa silam, pak guru memperlihatkan kepada Sangkala tentang kasus-kasus serupa yang terjadi sejak masa kematian pak guru dan Dieter hingga hari ini.


Betapa tercengangnya Sangkala, ternyata ilmu hitam sang iblis raksasa yang ia temui di masa silam itu masih melangsungkan aksinya hingga hari ini. Iblis itu terus memangsa para wanita untuk diincar kepalanya.


Untuk apa?


Siapa sejatinya korban-korban itu?


Pak guru membuka satu catatan salah seorang korban wanita berkebaya. Namanya..


Namanya tidak penting.


Wanita berparas ayu itu tengah berjalan menuju puncak gunung angker di Jawa. Menggendong bayi entah anak siapa. Tapi dari sosoknya menguar aura hitam yang luar biasa dahsyat.


Wanita itu lantas singgah di ceruk terdalam sebuah goa keramat yang pengap. Aura hitam pun segera menyergap. Gema tangis bayi yang ia bawa tak ayal pecah dan menggema. Merobek kelengangan malam berkabut yang mencekam.


Peristiwa yang terjadi berikutnya sungguh menyayat hati. Bayi mungil itu dipenggal. Tanpa rasa berdosa, wanita itu meminum darah segar dari penggalan kepala bayi itu.


Lalu imbalan atas ritual itu pun tiba. Selontar jarum emas dihadiahkan dari sepotong tangan besar, persis seperti yang Sangkala lihat di dimensi masa silam kemarin.


Imbalan yang harus ditusukkan ke dalam dirinya. Wanita itu menusuk kepalanya dengan jarum itu, menyusup sedalam-dalamnya.


Hingga kecantikannya telah sempurna.


Beberapa bulan usai ritual bengis itu, ia berhasil merebut seorang lelaki pejabat dari istri lamanya. Di saat wanita itu berpesta pora dengan pencapaian kejinya, sang istri pertama dicampakkan bagai kain lusuh bersama anak-anak dan para abdinya.


Namun, ada harga mahal yang harus dibayar. Saat wanita itu mengandung anak pertamanya, wanita itu sudah berjanji kepada sang iblis dengan imbalan kecantikan yang tiada tanding.


Saat sudah melahirkan sang buah hati, wanita itu seharusnya mengorbankan anak haram mereka kepada sang iblis begitu di lahirkan, tapi ia ingkar janji.


Sang iblis pun marah. Ia lalu merasuki tubuh suami dari wanita itu, memenggal kepala wanita itu untuk dibawa kembali ke sarangnya.


Iblis itu mengambil kembali susuk yang telah ia berikan, lengkap dengan kepalanya. Iblis raksasa itu mengoleksi kepala-kepala wanita cantik yang ingkar pada sumpahnya.


Kepala para wanita bersusuk itu disebut para perebut lelaki orang [ PELAKOR ].


Pak guru membuka lembar selanjutnya dari catatan kisah tentang ilmu hitam di masa silam. Mata Sangkala terbuka lebar saat mengetahui bahwa raksasa itu adalah iblis ilmu hitam yang saat ini masih mengoleksi kepala wanita.


Namun, yang paling mengejutkan Sangkala adalah, sosok yang dipuja oleh para wanita pencari susuk dengan sihir hitam tingkat tinggi. Sang kolektor kepala berparas jelita.


Sosok iblis raksasa itu bernama.


Sulastri...


...****************...


...Catatan Hari Ke-10...


...Dear, diary......


...Aku terpanggil untuk mencari tahu sosok iblis itu lebih dalam. Asa energi kegelapan yang mendesirkan darahku. Bahaya apa pun di depan mata, aku siap menyambutnya......


^^^-Sangkala ^^^