Rumah Angker

Rumah Angker
51. Monica


Arya melajukan mobilnya mendekati rumah barunya yang berada di sebuah komplek di pinggiran Ibu kota,


Begitu sampai di depan pagar rumah, Arya menghentikan mobilnya untuk membuka pagar rumah lebih dulu, baru kemudian ia kembali ke mobil dan membawa mobil itu masuk ke halaman,


Arya tampak celingak-celinguk, mencari dua sosok hantu yang melarikan diri dari TKP,


Polisi tampan itu berjalan ke arah pagar rumah untuk menutup pintu pagar rumahnya lagi, setelah itu ia berjalan menuju bangunan utama rumah seraya mengeluarkan kunci pintunya dari saku celana,


"Bang Arya..."


Tiba-tiba terdengar suara memanggil dari arah pohon besar yang tumbuh di tanah pekarangan rumah sebelah Arya yang juga kosong tak berpenghuni,


Arya pun seketika menoleh ke arah asal suara yang memanggilnya, yang di mana kemudian tampak dari sana sosok hantu Monica tengah melayang ke arahnya,


Hantu gadis cantik itu tampak kemudian berdiri mengambang di samping Arya, buru-buru Arya pun membuka kunci pintu rumah lalu masuk ke dalam,


Hantu Monica mengikuti Arya masuk, menembus dinding samping pintu,


"Kenapa kau sampai harus membunuh Gisela? Kenapa tidak biarkan saja aku yang urus?"


Tanya Arya sedikit kesal, tampak pemuda itu kemudian duduk di sofa ruang tamu rumahnya,


Monica melayang mendekati Arya, lalu duduk di samping nya sambil menatap Arya penuh penyesalan,


"Ini juga di luar rencana, Ibu semula hanya ingin aku memberikan teror agar Gisela sadar, tapi ternyata aku tidak bisa menahan diri, dan..."


"Dan kamu membunuhnya, lalu kamu tak bisa memiliki kesempatan untuk hidup kembali,"


Tandas Arya memotong kalimat Monica yang belum sepenuhnya selesai,


Tampak Monica mengangguk pelan, lemas ia menyadari kesalahannya berakibat fatal,


Tapi...


"Mantan kekasihmu terlibat perencanaan pembunuhan, salah satu pelaku sudah tertangkap dan alat bukti sudah mulai lengkap, kami akan segera mengurusnya, kupastikan mantan kekasihmu pasti bisa dijebloskan ke dalam sel,"


Kata Arya,


Monica mengangguk lagi,


Lirih Monica pula,


Arya menatap Monica yang wajahnya basah oleh air mata darah,


Wajah cantik rupawan itu pun kini terlihat begitu menyeramkan karena dipenuhi darah, ditambah rambutnya juga separo menutup wajah,


"Lalu apa rencanamu selanjutnya? Tadi banyak bicara dengan Nyonya Zia, apa saja yang dia katakan?"


Tanya Arya,


Hantu Monica terdiam, tiba-tiba ia ingin menangis lagi, sedih hatinya mendengar pertanyaan Arya, yang membuatnya langsung teringat akan nasibnya kini,


Arya pun lantas berdiri dari sofa, lalu mengajak hantu Monica ke ruang TV,


Diambilnya remote TV dari atas meja sudut, tampak Arya memilih duduk di salah satu kursi meja makan,


Monica sendiri berada di samping Arya yang kini menyalakan TV dengan remote,


Setelah TV menyala, tampak Arya segera mencari channel yang menayangkan berita tentang meninggalnya artis pendatang baru yang sedang naik daun karena diduga bunuh diri,


Arya dan Monica pun mengikuti berita itu bersama-sama,


"Bunuh diri, kasus meninggalnya Gisela dinyatakan bunuh diri karena jelas tak ada bukti sidik jari siapapun di sana selain Gisela dan juga Juwita asistennya yang kini juga depresi setelah siuman dari tak sadarkan diri,"


Ujar Arya,


Bersamaan dengan itu, hp Arya berdering karena ada panggilan masuk,


Segera Arya mengangkat panggilan tersebut, yang tak lain dari Boni,


"Ar, Nona Monica..."


Boni terdengar menggantung kalimatnya, dan...


...****************...