Rumah Angker

Rumah Angker
31. Sedih Dan Kecewa


"Sudah sejak kapan?"


Tanya Monica dengan suara bergetar,


Laki-laki dengan topi Glenn Fredly tampak menyeruput kopi pesanannya, baru setelah itu ia menjawab,


"Sekitar dua bulan lalu,"


Monica begitu mendengar jawaban si laki-laki langsung tampak lemas, apa yang ia curigai selama ini ternyata benar dan itu jelas menyakitkan baginya,


"Gisela, bagaimana bisa dia tega melakukannya padaku? Dia bahkan sudah kuanggap sebagai saudara ku sendiri,"


Lirih Monica seraya meremas kedua sisi kertas-kertas di tangannya,


"Pengkhianat tak akan pernah memilih siapa yang dikhianati, mereka tak memiliki hati sekaligus juga tidak memiliki otak yang bekerja dengan benar,"


Kata si laki-laki,


Monica yang sudah kalut tak bisa berkata-kata lagi, ia terlalu tenggelam dalam rasa kecewa dan sakit serta amarah yang begitu dalam,


Dengan tangan gemetaran, Monica lantas mengambil ponselnya, dan kemudian menghubungi Gisela,


"Sel, Ka... Kamu di mana?"


Tanya Monica begitu panggilannya terhubung,


"Aku? Di apartemen, lagi males keluar, tidak ada jadwal apapun hari ini,"


Sahut suara seorang gadis dari seberang sana,


"Baiklah, aku akan ke sana sekarang,"


Kata Monica yang lantas mengakhiri panggilannya,


"Terimakasih atas bantuannya, ini untuk kerjakeras anda,"


Monica memberikan amplop coklat tebal berisi uang pastinya,


Laki-laki dengan topi Glenn Fredly itu tersenyum menerima si amplop coklat gemoy,


"Saya pergi,"


Kata Monica pamit,


Laki-laki itu mengangguk,


Monica dengan energi yang tersisa tampak memaksa berjalan keluar dari tempat makan dan langsung menuju mobilnya,


Tentu saja, Monica harus segera menemui Gisela dan menanyakan perihal hubungannya dengan kekasih Monica di belakang Monica,


Gisela harus menjelaskan kenapa dia setega itu padanya, menikamnya dari belakang, bersikap bagai pagar makan tanaman,


Monica melajukan mobilnya seperti orang kesetanan, otaknya nyatanya sudah tak mampu bekerja dengan baik karena terbayang semua foto hasil jepretan si laki-laki yang sengaja ia sewa untuk mencaritahu kebenaran pengkhianatan sang kekasih,


Sudah sejak dua bulan lalu, Monica mulai merasakan gelagat tidak enak dari kekasihnya, hingga dua minggu ini, ia pun memutuskan menyewa seorang mata-mata untuk membuntuti kekasihnya,


Kecurigaan Monica jika kekasihnya berpaling nyatanya benar, tapi sungguh Monica manalah menyangka jika perempuan itu adalah Gisela,


Ya Gisela,


Teman sejak mereka masih di dalam panti, tumbuh besar bersama hingga kemudian Monica diadopsi keluarga Danu Hartanto, dan selang setahun kemudian Gisela juga diadopsi keluarga lain,


Mereka lantas bertemu lagi begitu di sekolah menengah yang sama, di mana Gisela yang memang cerdas sejak kecil berhasil mendapatkan beasiswa dari yayasan Alpha Centauri dan masuk sekolah favorit yang juga masih di bawah naungan yayasan milik pendiri sekaligus juga pemilik perusahaan raksasa Alpha Centauri group.


Pertemuan mereka kembali yang setelah sekian tahun tak bersama membuat keduanya dekat lagi, dan tentu saja Monica lah yang paling bahagia karena sejak ia lebih dulu diadopsi ia selalu merasa bersalah dengan Gisela karena meninggalkannya di panti,


Tapi, apa yang terjadi sekarang?


Monica matanya berurai air mata, ia terlalu sedih dan kecewa pada sahabat yang telah ia anggap saudaranya itu, Monica juga marah, sangat marah bahkan pada kekasihnya,


Mereka tak pantas hidup, mereka mahluk yang sangat rendahan!


Batin Monica seraya memegangi dadanya yang terasa sakit.


...****************...