
"Lalu?"
Tanya Monica, si gadis hantu,
Arya menatap Monica, posisi mereka yang kini begitu dekat membuat Arya baru menyadari betapa cantiknya putri Tuan Danu Hartanto itu,
Namun, apa sekiranya yang terjadi padanya? Kenapa dia menjadi korban percobaan pembunuhan?
Siapa pelakunya?
Apa motifnya?
Apa ada hubungannya dengan Tuan Danu Hartanto? Atau justeru ini adalah urusan Monica pribadi?
Arya menghela nafas, inilah pastinya yang akan menjadi PR besar untuk ia pecahkan,
Kasus yang kembali melibatkan seorang pengusaha besar ini pasti akan sangat menyita perhatian media, jadi Arya pun harus hati-hati pastinya,
Sayangnya, Monica seperti kehilangan ingatannya, jadi meskipun Arya mampu melihat hantu lagi dan bisa bertemu dengannya, Monica pastinya tak akan bisa banyak membantu,
Tapi...
"Kenapa menatapku begitu? Kamu seperti kucing melihat ikan,"
Kata Monica sambil menjauh sedikit dari Arya,
Mendengar Monica bicara demikian tentu saja Arya seketika mengalihkan pandangannya,
"Aku sedang berpikir tentang kasusmu,"
Ketus Arya,
Yang benar saja, kucing melihat ikan, memangnya aku akan memakannya? Apa dia tidak tahu kalau kucing sekarang kebanyakan makan pelet? Kesal Arya dalam hati.
Monica kemudian mengulurkan tangannya yang jadi panjang ke arah hp Arya,
Arya yang kaget tangan Monica memanjang pun sempat terlonjak,
Keduanya kembali bertatapan,
Monica tampak kedua matanya berkedip-kedip sambil memasang wajah polos seolah tak tahu apa yang salah,
Haiiish... Arya mendesis sambil mengalihkan pandangannya lagi,
Inilah kenapa dulu aku ingin tidak melihat mereka, karena sering melakukan hal yang absurd.
Tapi, tak melihat mereka pun juga membuatnya kesal, karena saat ada masalah seperti Pak Penjual Mie Tek Tek, ia tak bisa langsung menemukan hantunya saat pertama datang ke rumah barunya ini,
Lalu,
"Tunjukkan padaku foto gadis tadi,"
Kata Monica pada Arya,
"Foto kamu?"
Tanya Arya menoleh ke arah Monica sekilas,
"Bukan,"
Jawab Monica seraya menggeleng,
"Yang bersamaku di satu acara dengan laki-laki yang kau bilang itu Ayahku,"
Ujar Monica,
Arya sejenak mengingat foto apa tadi yang ia tunjukkan pada Monica, foto yang kata Monica ada gadis lain selain dirinya,
"Oh, ya sebentar,"
Arya yang kemudian berhasil mengingat lantas kembali masuk ke artikel di mana ada foto yang diminta Monica,
Melihat foto itu Monica lantas kembali mendekat ke arah Arya, ia duduk persis di samping Arya,
Monica menunjuk seorang gadis cantik yang berjalan bersamanya di acara itu dan ikut terpotret,
"Dia, aku merasakan sesuatu yang aneh melihatnya,"
Arya menoleh ke arah Monica lagi,
"Apa?"
Tanya Arya,
Monica menggelengkan kepalanya,
"Entahlah, rasanya seperti aku sedikit takut, tapi juga aku merasa sedih,"
Ujar Monica,
Mendengar jawaban Monica, Arya pun cepat kembali melihat gadis di foto itu,
Tampak gadis yang berada di samping Monica itu berwajah manis, ia tersenyum, bukan tersenyum ke arah kamera atau pada siapapun, tatapannya tertuju pada Monica di sampingnya, sementara Monica fokus menatap ke depan karena harus mengikuti langkah Ayahnya yang sepertinya akan keluar dari tempat acara,
"Ini acara di mana ya?"
Tanya Monica lagi,
Arya lantas menjelaskan jika itu artikel yang memuat berita Tuan Danu Hartanto menjadi salah satu tamu kehormatan di acara pemberian penghargaan artis,
Tuan Danu Hartanto memang terkenal dekat dengan kalangan selebriti dan pengusaha-pengusaha dunia hiburan.
Bahkan beberapa film TV, tempat makan milik Tuan Danu Hartanto sempat menjadi sponsor utama hingga kerap menjadi lokasi syuting saat adegan makan di tempat makan,
Dan, tentu saja, dari sanalah tempat makannya juga menjadi sangat terkenal karena namanya sering muncul dalam adegan makan di film-film TV.
"Kamu sepertinya cukup dekat dengannya, aku akan cari tahu siapa dia, besok aku akan mulai menangani kasus ini secara resmi, kau mau ikut memecahkan kasus ini? Tubuhmu masih koma di Rumah Sakit, jika kasus ini terungkap, siapa tahu kamu akan hidup lagi,"
Kata Arya yang membuat kedua mata Monica. berbinar-binar,
"Sungguh? Apa ada kemungkinan semacam itu?"
Tanya Monica,
"Kalau tidak percaya tanya saja pada hantu yang kepalanya mau putus itu,"
Ujar Arya,
"Ikh, yang di depan itu?"
Monica bergidik,
"Aku sudah membantu membetulkan letak kepalanya, tidak usah takut,"
Kata Arya pula,
Monica sejenak terdiam, ada heran menyelinap di hatinya,
Arya, sebetulnya manusia apa dia? Kenapa dia seakan begitu terbiasa dengan hantu?
Apa dia anak dukun? Atau dia sebetulnya paranormal yang merangkap jadi polisi?
"Pagi ini aku akan pulang dulu ke rumah Umi, besok paling aku akan kembali ke rumah ini untuk pindahan, setelah itu, kamu akan aku ajak ke jembatan ancol di mana di sanalah lokasimu ditemukan,"
Kata Arya.
Monica tampak mengangguk mengerti,
"Kamu jangan ke mana-mana, aku mengijinkanmu tinggal karena sekarang aku tahu kamu Monica, pasti ini adalah takdir, aku menangani kasusmu, dan kamu masuk ke rumah baruku,"
Ujar Arya, yang kemudian diiyakan Monica dengan anggukan lagi.
Tapi, tiba-tiba...
"Ehm, langit masih gelap tapi sudah ada yang merayu hantu,"
Suara Boni memecahkan suasana, membuat Arya dan Monica langsung memandang ke arah Boni yang kini sudah membuka matanya dan dalam posisi duduk sila di atas tempat tidur sambil memandang ke arah Arya yang terlihat duduk sendirian padahal bersama Monica.
"Mau aku lempar pakai hp lagi ngomong sembarangan terus?"
Ancam Arya, membuat Boni langsung menyambar bantal dan menutupi wajahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...