
"Mau... Mau... Mauuu..."
Tentu saja hantu cantik Monica langsung menyambar,
Si hantu perempuan yang kepalanya tadinya mau putus itu pun cekikikan lagi, lalu ia pun menyahut,
"Cepe dulu deeeen..."
Kata si hantu perempuan,
Jiaaah... Monica geleng-geleng kepala, ketahuan ni hantu produk tahun 90'an, karena kata-kata gaulnya masih seputaran Pak Ogah di film boneka si Unyil,
Maka hantu cantik Monica pun menyahut,
"Jangankan cepe, satu juta aku kasih, apa sekalian satu milyar,"
Ujar si hantu cantik Monica,
Hantu perempuan pun seketika melayang mendekati Monica, lalu merangkulkan tangannya yang bau anyir,
"Baiklah, sekarang kita adalah sohib kental manis,"
Kata si hantu perempuan, lalu...
"Oh iya, aku belum kasih tahu namaku ya,"
Hantu perempuan itu pun melepaskan rangkulan tangannya lagi,
Lalu mengulurkan tangannya yang kukunya runcing-runcing dan panjang sekitar tiga centimeter,
(Ya kira-kira segitulah...)
"Kenalkan namaku Syela, nama panjangku Syela lala lala..."
Kata si hantu,
Monica mengerutkan kening sambil menatap si hantu Syela,
"Ada gitu namanya begitu?"
Tanya Monica serius,
"Ada dong, mau aku kasih lihat KTH punya ku?"
Tanya si hantu Syela,
Cepat Monica menggeleng,
"Hmm ya sudah, pokoknya panggil aku Syela, otre?"
Hantu Syela kedip-kedip,
Monica pun mantuk-mantuk sambil mengulurkan tangannya pula, dan keduanya pun berjabat tangan,
"Monica,"
Kata Monica pula memperkenalkan diri juga,
Si hantu Syela mengangguk,
"Baiklah Moni, kapan kamu ingin melakukan misi balas surat, eh maksudnya balas dendam pada dua cecunguk yang telah membuatmu jadi seperti ini?"
Tanya si hantu Syela,
Monica tampak terdiam, kedua tangan mereka yang berjabat tangan terlepas,
"Nanti malam? Kau ingin melakukannya nanti malam? Ayok kemon, akan aku bantu, sudah lama aku tidak main-main, belakangan aku bosan di sini, yang takut orangnya itu-itu saja, sudah tidak menantang, ah lagipula dulu sebetulnya aku penampakan cuma ingin minta tolong benerin letak kepala,"
Kata si hantu Syela,
"Apa kamu dibunuh La?"
Tanya Monica,
Si hantu Syela menggeleng,
"Aku lupa, aku ini dibunuh apa bunuh diri, aku juga lupa, ada hantu yang bilang aku sebetulnya dibunuh lalu digantung, tapi ada juga yang bilang aku bunuh diri dengan semangat,"
Kata si hantu Syela,
"Ada ya bunuh diri dengan semangat, aku baru tahu,"
Monica geleng-geleng kepala,
"Polisi tampan itu, ke mana dia? Pergi ya?"
Tanya Syela sambil melongok ke dalam kamar,
Monica mengangguk,
"Ya, dia pergi dan baru akan pulang lusa,"
Kata Monica,
"Kamu pasti naksir dia kan Moni? Dia sangat tampan, kalau nanti kau bangun, mendingan sama polisi tampan itu, aku yakin dia cowok yang baik,"
Kata Syela,
Monica tampak diam saja, ia saat ini, setelah ingatannya kembali, rasanya tak ada yang diinginkan lagi selain balas dendam,
Ya, balas dendam, Monica benar-benar merasa harus melakukan sesuatu untuk membuat Gisela dan kekasihnya menanggung apa yang telah mereka lakukan,
"Jika memang kamu ingin kita melakukan misi balas dendam nanti malam, sebaiknya dari sekarang kita menuju TKP, kita datangi dulu temanmu yang pengkhianat itu, kita buat dia terteror sampai gila bila perlu,"
Kata si Syela begitu bersemangat,
"Alpha Apartemen, dia tinggal di sana, kau tahu tempat itu?"
Tanya Monica,
Si hantu Syela langsung cepat mengangguk,
"Tentu saja aku tahu, dulu aku pernah lewat,"
Kata si hantu Syela sangat yakin,
Hmm, ku pikir pernah bekerja di sana, atau tinggal di sana, ternyata cuma lewat. Batin Monica.
Tapi...
Hihihihi... Monica cekikikan tiba-tiba, hantu Syela jadi menatap Monica dengan tatapan menyelidik,
"Kenapa kamu cekikikan sendiri?"
Tanya Syela,
Monica buru-buru menghentikan cekikikannya,
"Jangan suka cekikikan tak jelas, nanti gila kayak kuntilanak,"
"Memangnya kunti gila?"
Tanya Monica serius,
Syela mengangguk,
"Ya gila dia, sedikit-sedikit cekikikan, apalagi kalau obatnya habis, cekikikan tidak henti-henti,"
Kata Syela, membuat Monica mantuk-mantuk,
"Oh pantas, kupikir dia hantu yang paling bahagia,"
Gumam Monica yang lantas melayang menuju pintu,
"Yuklah kita kemon sekarang, nih aku pinjami kacamata anti ultraviolet,"
Si hantu Syela memberikan kacamata hitam yang keren seperti milik inces,
Monica pun menerimanya dan lantas memakainya,
Syela menatap Monica sambil mengangguk-anggukkan kepalanya hati-hati takut copot lagi,
"Sudah kuduga kamu akan makin cantik pakai itu, ah aku jadi kesal,"
Kata Syela yang lantas juga memakai kacamata yang sama, dan kemudian menarik tangan Monica keluar dari rumah Arya,
"Yuk, kita buat mereka jera,"
Monica pun mengangguk,
"Ayo,"
Sahut Monica yang melayang bersama Syela.
...****************...