Rumah Angker

Rumah Angker
48. Serpihan Masa Lalu


"Maksudnya... Monica ti... tidak bisa hi... hidup lagi,"


Tuan Danu Hartanto terduduk lemas dengan raut wajah yang tentu saja begitu sedih,


Air matanya pun bercucuran memperlihatkan jika ia benar-benar seorang Ayah yang telah kehilangan putri kesayangannya,


Hantu Monica yang melihat Tuan Danu Hartanto menangis sedemikian sedih jadi ikut menangis,


Tentu saja, Monica yang selama ini tahu jika ia hanyalah anak angkat pastinya tidak menyangka jika Tuan Danu Hartanto akan sesedih itu,


"Ap... Apa ti... tidak ada yang bisa aku lakukan untuk mem... bantunya?"


Tanya Tuan Danu Hartanto pada Nyonya Zia,


Tampak Nyonya Zia menggelengkan kepalanya dengan wajah benar-benar menyiratkan penyesalan yang begitu dalam karena nyatanya ia tak mampu menolong apapun,


Tuan Danu Hartanto kembali menangis, ia bahkan sampai memegangi dada bagian kirinya yang terasa sakit,


"Ra... rahasiakan ini dari istriku Tuan dan Nyonya Zion,"


Kata Tuan Danu Hartanto kemudian, di sela air matanya yang masih menetes,


Tuan Zion dan Nyonya Zia tampak saling berpandangan sejenak, lalu kemudian memandang ke arah Tuan Danu Hartanto lagi,


"Monica... Ada rahasia tentang anak itu yang tak pernah bisa aku buka ke dunia hingga hari ini, a... aku sungguh sakit me... menerima kenyataan ini,"


Tuan Danu Hartanto mengusap air matanya yang menetes lagi, lalu...


Hantu Monica melayang mendekati Tuan Danu Hartanto, jika saja ia masih hidup sebagai manusia, mungkin saat ini jantungnya tengah berdegup teramat kencang,


"Dulu, aku memiliki seorang pegawai magang di perusahaan, seorang mahasiswi tingkat akhir, la... lu..."


Suara Tuan Danu Hartanto tiba-tiba terbata-bata,


Nyonya Zia tampak menghela nafas, sedikit banyaknya ia merasa sudah bisa membaca ke mana arah cerita Tuan Danu Hartanto kemudian,


Hingga...


Dada Tuan Danu Hartanto terasa semakin sakit, ia pun kembali menepuk-nepuk dadanya,


Tuan Zion kini yang terlihat sampai menghela nafas beberapa kali, ia sebagai sesama laki-laki paham betul bagaimana besarnya godaan perempuan lain di luar sana, itulah sebab ia tak pernah mengambil pegawai perempuan di posisi yang akan memungkinkan banyak waktu bertemu dengan Tuan Zion di kantor atau apalagi saat ada urusan di luar kota,


"Jadi, Apa mungkin jika Monica sebetulnya memang anak kandung anda Tuan?"


Tanya Nyonya Zia akhirnya,


Tuan Danu Hartanto memandang ke arah Nyonya Zia, sebelum akhirnya laki-laki itupun mengangguk,


Hantu Monica melihat hal itu pun akhirnya jadi histeris, tangisannya yang berdarah-darah membasahi seluruh bagian wajahnya,


"Syela, gadis itu begitu malang, aku tahu itu tidak adil untuknya... ta... tapi aku benar-benar tak ada pilihan selain meninggalkannya dan membiarkannya berjuang sendiri dengan kehamilannya, sampai..."


Tuan Danu Hartanto mengusap air matanya lagi, yang terus turun seolah tak mau berhenti,


"Setelah melahirkan, ia meletakkan bayi Monica di panti yayasan Alpha Centauri, seseorang yang sengaja aku utus untuk terus mengikutinya melaporkannya padaku,"


Tuan Danu Hartanto masih terus menceritakan kisahnya dengan Monica,


"Karena itu anda menghubungiku ingin menjadi salah satu donatur yayasan, lalu akhirnya membawa Monica pulang ke rumah bersama isteri anda dengan menjadikannya anak angkat?"


Tuan Zion pun mencoba memastikan, dan tampak Tuan Danu Hartanto mengangguk kembali,


Nyonya Zia memandangi hantu Monica yang kini juga menangis tersedu-sedu, bisa dibayangkan betapa pastinya ia sangat terpukul mendengar kenyataan bahwa ia adalah anak kandung yang disembunyikan selama ini,


"Ibu kandung Monica, apa yang terjadi padanya?"


Tanya Nyonya Zia lirih,


Tuan Danu Hartanto menghela nafasnya yang terasa sangat berat, lalu...


"Dia... Dia... bunuh diri."


...****************...