
"Nah, silahkan, monggo sarapan dulu, biar tidak masuk angin,"
Kata Mbak Tinah seraya meletakkan lauk terakhir yaitu sepiring capcay untuk menemani ayam goreng serundeng, sambal goreng kentang campur ati dan telur asin serta kerupuk udang pastinya,
Tak lupa, Mbak Tinah juga menyiapkan minum, untuk Arya segelas teh dan untuk Boni, kopi hitam manis macam dirinya,
"Terimakasih Bu,"
Kata Boni,
Mbak Tinah mengangguk,
"Monggo dienak, saya mau mulai bantu Umi packing,"
Ujar Mbak Tinah pula,
Arya dan Boni mengangguk,
Mbak Tinah pun berjalan ke arah ruang TV, di mana di sana telah siap semua alat tempur Mbak Tinah hari ini,
Dari box nasi dari kardus, hingga nasi dan seluruh lauk pauk yang ada di baskom-baskom besar,
Sebelum duduk sila untuk mulai bertempur, Mbak Tinah menyalakan TV, seperti biasa, dia adalah pecinta infotainment,
Buat dia, kabar artis tak boleh satupun terlewatkan, apalagi jika untuk konflik-konflik yang dramanya panjang, tidak peduli itu settingan, pokoknya dia suka, tipe emak-emak kebanyakan yang melihat acara TV benar-benar tanpa berpikir itu layak konsumsi atau tidak, berguna atau tidak, berfaedah atau tidak,
Pokoknya, nonton ya nonton saja, otak sudah lelah mikir membagi uang agar cukup setiap hari, jadi tak ada lagi sisa energi bagi emak-emak untuk memikirkan tontonan apa seharusnya yang mereka tonton agar bisa menjadi emak yang cerdas dan nantinya mampu mendidik anak-anak agar jadi generasi yang cerdas juga,
Ya, kebutuhan oh kebutuhan, melambung terus macam keinginan, tak sebanding dengan pemasukan, maka jadilah emak hanya pusing kepala,
"Wah, enak banget,"
Kata Boni saat gigitan pertama pada ayam goreng serundengnya, Arya tampak tersenyum,
"Tentu saja, Umi masakannnya sudah terkenal sejak dulu, bahkan untuk beberapa momen, Tuan Zion saja sering memakai Umi untuk masak, padahal dia punya banyak chef,"
"Zion yang boss Alpha Centauri group itu?"
Tanya Boni,
Arya mengangguk,
"Luar biasa,"
Ujar Boni,
"Ah tidak nak Boni, tidak seperti itu,"
Tiba-tiba Umi muncul dari dapur dan menuju ke meja makan untuk meletakkan udang tepung,
"Ada lebihan udang tadi, Umi goreng pakai tepung biasanya Arya suka,"
Ujar Umi,
"Oh saya juga suka sekali Umi,"
Kata Boni langsung nyomot udang tepung yang masih panas karena baru diangkat dari penggorengan,
Terang Umi,
"Tapi istri Tuan Ziyan suka sekali makan lauk sambal buatan Umi,"
Kata Arya seperti sambil mengenang,
Umi terkekeh, lalu berjalan menuju ruang TV,
"Beliau orang kaya tapi sama sekali tidak sombong, mungkin hanya menghargai Umi saja,"
Kata Umi menanggapi apa yang dikatakan Arya,
Umi memang bukan orang yang akan melambung sampai ke langit saat dipuji,
"Tapi memang isteri Tuan Zi..."
Arya belum lagi melanjutkan kalimatnya tiba-tiba matanya melihat sosok yang tak asing di televisi,
"Ah sudah jelas mereka pacaran, tidak mungkin tidak,"
Mbak Tinah bicara dengan TV,
"Apa Mbak Tinah?"
Tanya Umi,
"Itu artis pendatang baru, yang dulu sempat main di sinetron mengejar cinta pelangi, yang dia jadi pelakor, sepertinya dia di dunia nyata jadi pelakor juga,"
Kata Mbak Tinah, benar-benar menguasai berita yang tidak berfaedah,
Arya tampak beranjak dari tempat duduknya, berjalan ke tempat Mbak Tinah dan Umi saat ini berada,
TV masih menayangkan sosok yang Arya kenali sebagai gadis yang berada di foto bersama Monica,
"Siapa dia Mbak?"
Tanya Arya, membuat Mbak Tinah menoleh dan cukup kaget Arya sudah berdiri di belakang Umi duduk di sofa,
"Yang mana?"
Tanya Mbak Tinah,
"Yang cewek dan cowok itu,"
Kata Arya,
"Oooh,"
Mbak Tinah lantas menunjuk ke arah TV dengan centong nasi,
"Itu si cowok itu namanya Bimo Mahesa, dia pengusaha otomotif, dia mau menikah lalu tidak jadi karena calon isterinya koma, dan itu si cewek itu artis pendatang baru, kabarnya dia itu belakangan sedang dekat dengan aktor kenamaan, tapi ternyata kepergok dengan itu si cowok pengusaha di Lombok,"
Kata Mbak Tinah.
...****************...