Rumah Angker

Rumah Angker
40. Kemarahan Monica


"Sung... Sungguh Mon... Ak... Aku tidak tahu apapun, ja... jangan bunuh aku,"


Gisela merintih memohon-mohon pada hantu Monika yang kini berdiri mengambang di depannya seraya menatap tajam ke arah Gisela yang terduduk lemah di atas lantai apartemennya,


Lampu unit apartemen Gisela masih mati, satu-satunya unit yang lampunya mati karena yang lain menyala,


Gisela menangis ketakutan, ia sama sekali tak berani menatap Monica, namun tentu saja Gisela tak usah repot-repot menengadahkan wajah untuk menatap Monica, karena Monica lah yang tampak menunduk dan mendekatkan wajahnya ke wajah Gisela,


Dan...


Dalam keremangan cahaya lampu dari unit apartemen samping kanan kirinya, wajah Monica yang pucat dengan mata seluruhnya putih itu terlihat sangat dekat dengan wajah Gisela,


Tubuh Gisela bergetar hebat, takut luar biasa pastinya kini ia rasakan,


"Kau mengambil kekasihku, dan kau memprovokasi agar ia mencoba membunuhku,"


Kata Monica,


Gisela tampak ketakutan mendengar kata-kata Monica,


Artis itu menggelengkan kepalanya, berusaha mengelak dan bersikeras tak mau mengakui bahwa dirinya ikut andil dalam percobaan pembunuhan atas diri Monica,


Tapi...


Saat ini Monica bukan lagi manusia, tentu ia juga sekarang telah mengingat semuanya,


Ia sudah tak bisa lagi dibohongi, ia sudah tak bisa lagi diperdaya,


"Aku tidak menyangka jika kamu begitu picik dan jahat Gisela, kamu harusnya malu selama ini sudah seperti apa aku memperlakukan dirimu, aku sungguh tak menyangka, hari itu, di mana aku tahu semuanya dan langsung menegurmu, harusnya kamu jadi sadar dan menyesali semuanya, bukan malah sebaliknya, memprovokasi dan membuatku nyaris mati!"


Suara Monica terdengar marah, lalu menjerit begitu keras, melengking membuat telinga Gisela rasanya nyaris pecah,


Gisela yang semakin ketakutan kini melihat Monica yang telah kembali berdiri mengacungkan tangannya ke arah dirinya,


Angin yang entah datang dari mana seolah berputar-putar di dalam ruangan,


Rambut Monica yang panjang dan gaun putihnya berkibar-kibar, matanya yang putih terbalik begitu menakutkan di wajahnya yang pucat pasi,


"Ku mohon... ampun Mon, maafkan aku Mon, beri aku kesempatan Mon, aku... aku janji akan memperbaiki semuanya... ku mohon..."


Pinta Gisela meminta belas kasih,


Tapi, Monica mana mau peduli, ia mengulurkan tangannya ke arah leher Gisela,


Tangan dengan jari-jemarinya yang kukunya runcing itu berusaha mencengkram leher jenjang Gisela,


Gisela tampak ketakutan luar biasa, mencoba menghindari tangan Monica, tapi...


Sungguh tentu usaha yang sia-sia bagi Gisela, dengan mudah tangan Monica meraih leher Gisela dan mencekiknya dengan tangan kanannya,


Tak hanya itu, Monica pun mengangkat tubuh Gisela yang berusaha sekuat tenaga melepaskan diri namun tentu saja tak bisa,


"Inilah hukuman untuk manusia picik sepertimu Gisela! Hukuman untuk perempuan yang tega merusak hubungan sahabatnya sendiri!"


Monica tampak semakin mengencangkan cekikannya,


Perlakuan Monica yang demikian seketika membuat Gisela kesulitan bernafas, ia bahkan sampai kelojotan dan matanya mendelik menahan sakit,


Sementara itu, di kamar Gisela, terdengar Juwita yang panik dan khawatir atas kondisi artis yang ia asuh terus memanggil-manggil Gisela sambil memukul-mukul pintu agar dibuka,


"Haiiish, ni orang berisik banget, aku tabok baru tahu,"


Kata si hantu Syela yang berdiri di dekat pintu kamar Gisela menjaga pintu itu agar Juwita tak bisa keluar.


"Kamu ingin bersama kekasihku? Baiklah, akan aku kirim kalian bersama!!"


Kata Monica sambil menyeringai, dan...


...****************...