
"Ar bangun ar,"
Boni membangunkan Arya., begitu sampai di depan pagar rumah Umi.
Arya tampak membuka matanya perlahan,
"Udah sampai Ar,"
Kata Boni,
Arya pun segera bersiap untuk turun,
"Kamu nggak mampir?"
Tanya Arya,
Boni cepat menggeleng,
"Sepertinya aku harus langsung pulang Ar, kira-kira jam berapa aku harus jemput kamu sore nanti?"
Tanya Boni,
Arya menguap lalu merentangkan kedua tangannya sejenak untuk melemaskan otot-ototnya yang terasa kaku, baru kemudian setelah itu terdengar ia menjawab.
"Kamu usahakan sampai di sini jam 04.00 sore Boj, mungkin aku akan coba mampir ke mall Tuan Zion.sebentar, atau langsung saja ke rumah Tuan Danu Hartanto."
Boni pun mengangguk,
"Baiklah,"
Sahut Boni,
Arya lantas kembali bersiap untuk turun,
Tampak kemudian di pintu rumah Umi, Tante Kanaya muncul sudah dengan penampilan rapi,
Sepertinya ia sudah akan berangkat mengajar pagi ini,
Tante Kanaya begitu melihat ada mobil Arya terparkir di depan pagar rumah, akhirnya memilih berjalan lebih dulu menuju mobil Arya,
Melihat Tante Kanaya yang menuju ke arahnya, Arya pun mengajak Boni untuk turun, karena pastinya tak sopan jika Boni sama sekali tidak turun dan menemui Tante Kanaya dan Umi sementara mereka sudah lenih dulu melihat,
"Turunlah sebentar Bon, tidak enak ada tante Kanaya, kau harus bersalaman dengannya dulu bukan?"
Tanya Arya kepada Boni, yang tampak Boni pun mengangguk,
"Ya Ar, baiklah, aku akan turun sebentar. Mungkin aku juga harus menemui Umi lebih dulu, baru aku akan pulang."
Kata Boni, Arya mengangguk,
"Ya, tentu itu jauh lebih baik,"
Ujar Arya,
Boni akhirnya turun dari mobil bersama Arya, keduanya kemudian tampak bersalaman dengan Tante Kanaya,
"Pagi Tan,"
Sapa Arya,
"Ya Kak Arya, pagi,"
Jawab Tante Kanaya sembari menyunggingkan senyuman manis sebagaimana biasanya,
"Umi di rumah kan Tante?"
Tanya Arya pula,
Tante Kanaya mengangguk,
"Di rumah Kak Arya, lagi masak ada pesanan dibantu Mbak Tinah seperti biasa, masuklah, kalian belum sarapan bukan? Sarapan dulu supaya tidak masuk angin,"
Kata Tante Kanaya,
Arya menoleh ke arah Boni,
"Tertarik sarapan sekalian?"
Tanya Arya, yang tanpa menunggu satu detik saja Boni langsung mengangguk,
Arya pun jadi tertawa,
"Tadi katanya harus pulang,"
Seloroh Arya membuat Boni jadi tertawa juga,
"Hahaha, sialan kamu Ar, ingat saja,"
"Ya ingatlah,"
Kata Arya,
"Tante mau langsung berangkat, kalian masuklah, pintu tidak dikunci juga,"
Ujar Tante Kanaya,
"Iya Tante,"
Tante Kanaya tersenyum, lalu berjalan menuju sepeda motornya, ia sudah sedikit terlambat, jadi harus buru-buru,
Sementara Arya mengajak Boni masuk ke dalam rumah Umi,
Saat baru akan masuk saja sudah langsung tercium aroma serundeng yang menggugah selera,
"Aduh, cacingku langsung minta segera bertemu nasi,"
Kata Boni,
Arya melemparkan senyumannya ke arah Boni, sambil kemudian berjalan menuju dapur,
"Umi... Umi..."
Panggil Arya,
Tepat saat akan masuk dapur, keluar Mbak Tinah, tetangga orang Jawa yang sejak dulu sering membantu memasak saat ada pesanan,
Apalagi saat ini Umi tentu sudah tua, jadi Umi hanya duduk saja dan sesekali saja ia harus melihat masakan untuk mencicipi agar bisa memastikan rasanya dan tingkat kematangannya,
"Eh ada Kak Arya,"
Mbak Tinah tampak sedikit kaget karena tiba-tiba ada Arya di depan pintu dapur,
Kesibukan di dapur membuat orang-orang di dalam rumah memang tak bisa tahu siapa yang masuk,
Mbak Tinah tampak membawa satu wadah ukuran sedang berisi sambal goreng kentang yang dicampur tetelan daging,
"Umi di dapur itu sedang mencicipi serundeng,"
Kata Mbak Tinah tanpa menunggu Arya bertanya,
Arya mengangguk,
Arya pun masuk ke dalam dapur diikuti Boni, sementara Mbak Tinah menuju ruang makan untuk meletakkan sambal goreng kentang dalam wadahan,
Di ruang makan tampak sudah beberapa kotak makan yang siap diisi, kotak dari kardus dengan tulisan selamat menikmati yang telah lengkap dengan kertas minyak untuk alas nasi,
Tissu-tissu makan yang sudah dilipat juga telah siap, termasuk juga kerupuk udang besar yang telah dibungkus plastik, yang digarap Mbak Tinah semalam,
"Umi,"
Arya menghampiri Umi,
Posisi Umi yang membelakangi pintu dapur membuat Umi harus menoleh,
Arya mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Umi yang sudah macam nenek sendiri baginya,
"Baru pulang?"
Tanya Umi,
Arya mengangguk,
"Semalam Arya jadi menginap di rumah baru Umi, ini baru pulang,"
Kata Arya,
Umi mantuk-mantuk,
"Iya jangan pindahan dulu, nanti saja, biar Umi antar ke sana, biar Umi bisa bantu menata rumah barumu,"
Kata Umi yang mematikan kompor,
Boni lantas ikut mendekat dan juga bersalaman dengan Umi,
"Belum pada sarapan kan? Cuci muka dulu sana, biar nanti Mbak Tinah yang menyiapkan sarapan, nasi dan lauknya sudah matang semua kok,"
Kata Umi,
Bersamaan dengan itu Mbak Tinah masuk ke dapur,
"Mbak, tolong ini Arya dan temannya belum sarapan,"
Ujar Umi,
"Oh iya monggo... monggo, nanti aku yang siapkan, minumnya apa ini Kak Arya dan Mas..."
"Boni,"
Jawab Boni,
"Oh Boni, bukan Bona ya, kalai Bona nanti teman Rong-Rong,"
Kata Mbak Tinah yang memang senang bercanda,
Namun Boni dan Arya yang anak jaman agak kekinian jadi saling pandang memandang,
Umi pun terkekeh,
"Wah tidak pada tahu ya Bona dan Rong-Rong, hahahaha,"
Mbak Tinah tertawa puas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...