Rumah Angker

Rumah Angker
49. Arya Dan Monica


Hantu Monica melayang keluar dari ruangan dengan lemas, jin penjaga membiarkannya begitu saja karena memang Nyonya Zia memintanya untuk tidak lagi mengusik Monica,


Hantu Monica menangis darah keluar dari apartemen Alpha Centauri, ia melayang keluar untuk mencari Syela, yang ia rasa dialah perempuan yang dimaksud sang Ayah,


Perempuan yang sempat menjadi simpanan sang Ayah lalu akhirnya melahirkan dirinya,


Monica terus melayang, sampai kemudian ia bertemu dengan Arya di pelataran depan apartemen Alpha Centauri,


Arya yang melihat Monica keluar dari dalam apartemen tampak memanggil Monica dan memintanya mengikuti sampai ke mobil,


Arya ingin mengatakan pada Monica, jika ia telah menemukan banyak bukti keterlibatan mantan kekasih Monica dan ia pastikan akan menyeret laki-laki itu masuk bui,


Tapi, tak seperti yang Arya pikirkan, Monica justeru tak menuruti Arya untuk mengikuti Arya ke arah mobilnya,


Monica melayang ke arah lain, ke arah pulang ke rumah baru Arya, di mana di sanalah ia akan menunggu Syela juga,


Ah Syela, mungkin justeru ia sudah lebih dulu pulang, mungkin justeru ia sudah lebih dulu kembali begitu Monica tertangkap jin penjaga tadi,


Monica pun terus melayang menuju arah rumah baru Arya, tanpa menghiraukan Arya yang menatapnya menjauh dengan heran,


"Ada apa Ar? Kok malah tatap-tatapan sama bulan?"


Tanya Boni yang tiba-tiba saja muncul di belakang Arya,


"Hantu,"


Lirih Arya,


Mendengar Arya mengucap hantu, membuat Boni seketika menabok punggung temannya itu,


"Aduh, kenapa nabok sih,"


Arya jelas saja protes,


"Lah kamu, lagi-lagi bahas hantu, kamu tidak tahu orang pada ngomong takut itu Gisela jadi hantu nantinya, lihat penampakan mayatnya saja sudah seram,"


Kata Boni,


Arya pun lantas menoleh ke arah TKP yang letaknya di belakang ia berdiri,


"Bukannya sudah di bawa ke Rumah Sakit?"


Tanya Arya,


"Sudah, aku lihat dari foto,"


Ujar Boni,


Haiiis... Arya mendesis,


"Itu asisten si Gisela juga tidak sadarkan diri sudah dibawa ke Rumah Sakit, sebetulnya apa yang terjadi Ar?"


Tanya Boni,


"Hantu,"


Kata Arya lagi, membuat Boni rasanya jadi ingin menonjok saja,


Arya menghela nafas, ia lantas kembali menatap ke arah ujung jalan di mana tadi hantu Monica tak terlihat lagi di sana,


"Ia membalas dendam atas apa yang menimpa dirinya,"


Kata Arya lirih,


"Siapa? Maksudmu hantu yang..."


Boni tak sanggup meneruskan kalimatnya, rasa-rasanya untuk mengucapakan kata hantu saja ia sudah lemas,


"Aku sepertinya harus pulang ke rumah baru,"


Kata Arya kemudian,


"Lho katanya nanti sekalian pindahan sama Umi,"


Ujar Boni yang jadi heran belakangan Arya suka ganti-ganti acara mendadak,


"Tidak apa, aku juga sedang memikirkan untuk mengosongkan rumah itu dulu saja, biar Monica saja yang tinggal di sana,"


Kata Arya,


Boni tampak membelalak tak percaya dengan kalimat Arya barusan,


"Ar, kamu tidak gila kan?"


Tanya Boni,


Membuat Arya yang mendengar sampai harus menatap kesal pada Boni karena pertanyaannya,


Boni yang ditatap kesal oleh Arya pun lantas jadi nyengir sambil pasang wajah tanpa dosa andalannya,


"Aku cukup waras Bon, aku hanya ingin membantu Monica, dia hantu yang malang, aku iba dengan apa yang telah menimpanya,"


Ujar Arya,


Boni menghela nafas,


"Ada pula manusia iba dengan hantu, dunia ini semakin aneh,"


Kata Boni,


"Hmm sudah kamu makan saja sana tuh ada nasi goreng gerobak, biasanya kamu hobi nasi goreng gerobakan,"


Kata Arya akhirnya.


...****************...