
Monica melayang mengikuti hantu Syela yang kecepatan melayangnya sudah seperti mesin jet,
Rasanya, andai ada lomba melayang internasional, hantu Syela bisa menjadi peserta yang akan sangat dijagokan,
"Jangan cepat-cepat, anginnya masuk mulut semua,"
Kata Monica dengan susah payah karena rasanya semua angin berhembus ke wajahnya,
Ia bukan hanya harus merem-merem, tapi juga sampai sesak dadanya karena tiap mulutnya melongo, angin masuk dan muter-muter di dalam tubuh,
"Kita harus cepat sampai, mumpung semangat lagi tinggi,"
Ujar si hantu Syela,
Monica pun akhirnya pasrah, tangannya yang ditarik Syela untuk dibawa melayang pun dibiarkan saja meskipun kadang jadi panjaaaaang sekali, karena Monica kecepatannya melemah, Monica nya ketinggalan, tangannya ditarik terus,
Sampai kemudian, setelah sekian menit mereka melayang dari rumah baru Arya,
"Eeeeiiiitzzz... Kelewataaaaan..."
Teriak Monica, saat mereka berada di depan apartemen Alpha Centauri,
Hantu Syela yang mendengar teriakan Monica pun langsung mengerem diri sendiri,
Ciiiiit...
Ia lalu tengok kanan tengok kiri,
"Ini... Ini apartemennya!"
Teriak Monica lagi, karena posisi mereka kini agak jauh,
Hantu Syela lantas menoleh ke arah yang ditunjuk Monica,
Dan ah yah, benar saja, ia kelewatan lima gedung, pasti ini karena matanya sudah agak rabun,
Hantu Syela pun cepat-cepat berbalik arah melayang menuju Monica, dilepaskannya tangan Monica agar kembali normal,
"Sori, aku tidak baca,"
Kata hantu Syela,
Ah iya, ini sudah berapa tahun dia tidak pernah masuk ke pusat kota,
Hantu Syela bahkan juga tidak ingat sudah berapa lama ia jadi hantu,
Tapi yang jelas, ia sudah sangat jenuh jadi hantu yang hampir sehari-harinya tak ada kegiatan yang berarti,
Jadi hantu juga tidak punya cita-cita, jadi rasanya hidup pun sebetulnya tidak jelas,
"Kamar Gisela ada di sana,"
Ujar Monica sambil menatap balkon kamar apartemen Gisela di lantai empat, tak lupa ia juga menunjuk ke arah sana,
"Hmm, aku suka ini,"
Kata hantu Syela,
Hantu Syela mengomel sendiri,
Monica jadi nyengir,
Kenapa dia yang malah jadi lebih emosi? Batin Monica,
Hantu Syela dan Monica pun lantas melayang ke arah balkon kamar milik Gisela di lantai empat apartemen tersebut,
Begitu sampai di balkon, hantu Syela pun langsung menembus dinding kamar itu,
Monica yang melihat hantu Syela dengan muda menembus dinding tampak ragu untuk mengikuti, ia takut saat dia menabrakkan diri ke dinding, dia malah yang ada jadi kejedot lalu benjol,
"Heh, malah bengong, cepat masuk!"
Kata hantu Syela pada Monica, hantu perempuan itu melongok dari dinding yang tadi ia masuk dengan cara menembus,
Monica yang sempat ragu itupun lantas melayang dengan secepat kilat,
Dan...
Bluus...
Monica menembus dinding, dalam sekejap ia sudah berada di apartemen Gisela,
Hantu Syela tersenyum,
"Sepertinya kau sudah mulai seperti hantu profesional,"
Kata hantu Syela,
Monica pun tampak nyengir lagi,
Hantu Syela kemudian melayang mengitari ruangan demi ruangan apartemen yang kosong itu,
Tak ada siapapun di sana, sepertinya sang pemilik sedang pergi tak berada di tempat,
"Mungkin dia sedang ada jadwal syuting atau pemotretan, atau juga show,"
Kata Monica yang juga melayang tak jauh dari posisi hantu Syela,
"Tidak apa, kita tunggu saja, kita akan buat dia jera Mon,"
Ujar hantu Syela yang kini melayang masuk ke dalam kamar Gisela,
Tampak Monica lantas menyusul hantu Syela masuk, dan...
"Astaga... In... Ini..."
Monica matanya tampak terbelalak menatap kamar Gisela sambil menganga seolah sulit menerima kenyataan.
Hantu Syela menatap Monica yang kini terhuyung lemas,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...