
Suasana di rumah itu sangatlah berantakan, mungkin karena sudah ditinggal selama 5 Tahun terakhir.
“Galih sama Adel coba naik ke lantai atas!” Suruh Erik
“Bery ke arah Barat, Aku sama Fany kea rah Timur, cari
apa saja yang mungkin bisa kita pakai semalam disini!”
Mereka semua berpencar sesuai perintah Erik, dengan masing-masing orang membawa senter dari perbekalan mereka.
Erik & Fany (Timur)
“Sayang aku takut nih, kamu jangan jauh-jauh dong!”
“Fany Fany, tenang aja!kamu gak’ usah takut kan ada aku!”
“Tapiii….”
“Udah diem ah, hmmm ini kayanya kamar ya”
“Iya sayang, benar-benar berantakan sekali, aku masih gak percaya Villa ini pernah dihuni”
“Ah kamu ini ada-ada saja”
Erik melemparkan sesuatu pada Adel, membuat Adel teriak.
“Sayang tangkap ini!” seru Erik
“AAhhhhhh”
Yang dilemparkan Erik adalah sebuah boneka beruang yang sangat kusam dan terlihat menyeramkan, Fany loncat dan langsung memeluk Erik.
“IIhh kamu ini”
“Kan biar kamunya meluk aku hehe”
Berry (Barat)
“Erik sialan, nyuruh gue sendirian!”
Berry memasuki sebuah ruangan dan sepertinya itu adalah dapur, sangat kumuh dan sangat berantakan. Tiba-tiba terdengar suara dari kamar mandi di samping dapur itu.
“Crrrrrr ZZSssss”
Tiba-tiba keran air itu terbuka dengan sendirinya dan mengeluarkan air yang cukup besar, namun Berry tak menanggapinya dan tak merasa takut sedikitpun, dalam hidupnya, mistis hanyalah omong kosong belaka.
“Ah dasar setan sialan lo, kalo berani muncul aja sekalian didepan gue, gue gigit baru tau rasa lo” Bentak Berry.
Galih & Adel (Lantai Atas)
“Galih tungguin ih aku takut!”
“Ayo cepat, kita harus mencari apa yang bisa kita pakai selama disini!”
“Iya kamu benar, tapi apa kamu tak merasa aneh?”
“Aneh?Maksud kamu?”
“Liat saja, gitar dan semua alat music lainnya berantakan dan sangat kusam, tapi perhatikan piano ini!”
“Kamu benar Del, mustahil sebuah piano bisa bertahan selama 5 tahun ini tanpa perawatan”
Sebuah Piano klasik menghiasi ruangan yang dimasuki Galih dan Adel, sebuah hal yang aneh mengingat betapa berantakannya ruangan itu namun piano tersebut seperti tak pernah lapuk sedikitpun, seolah ada sesuatu hal yang menjaga piano itu untuk suatu tujuan. Galih membuka penutup piano itu dan dia menemukan sesuatu.
“Del, coba lihat ini!”
“Ini kan..??”
“Iya ini kamera video, baterainya habis, mungkin ada sesuatu yang terekam disini”
“Iya benar, sesuatu yang mengerikan yang terjadi 5 tahun yang lalu”
“Kita harus segera berkumpul dengan teman-teman, ayo cepat!”
Semuanya kembali berkumpul di ruangan utama tempat pertama mereka masuk, masing-masing mengeluarkan barang hasil temuan dari setiap ruangan.
“Aku sama Erik bawa senter kusam tapi masih nyala, lumayan kan takutnya senter punya kita pada mati” Kata Fanny
“Gue gak bawa apa-apa, males gue“ Kata Bery
“Ah kamu mah emang dari dulu males ngapa-ngapain“ Ejek Erik
“Aku sama Adel nemu senter juga nih sama kamera video tapi batre ny abis“
“Y udah simpen aja kamera nya, mungkin ada sesuatu yang terekam disana, kita butuh senter-senter ini buat penerangan disini“ Jawab Erik
Semua orang mengumpul di satu ruangan besar, untuk menghilangkan efek udara dingin kalo mereka berada berdekat-dekatan. Dua lampu senter menyala di tengah-tengah mereka, cahayanya agak redup, maklum tersimpan selama 5 tahun, sebuah keajaiban senter itu masih menyala.
\[Kamar Timur\]
*Boneka beruang kusam itu sedikit bergeser dari tempat tadi Erik melemparnya, boneka kusam yang seolah tersenyum dingin, seakan menantikan kehadiran manusia di Villa itu*.
\[Dapur & Kamar Mandi\]
“*Crzzzz..crzzz“ Air keran masih terbuka sejak tadi Bery datang kesini, namun tiba\-tiba air keran itu menutup dengan sendirinya*.
\[Ruang Seni\]
“*Teng..teng..deng“ Piano diruang seni berbunyi seolah ada sesuatu yang memainkannya*.
*