Rumah Angker

Rumah Angker
47. Kenyataan Pahit


Arya dan Tuan Zion tampak berdiri bersebelahan memandangi Zia yang kini tampak menggenggam tangan hantu Monica yang sedang menangis pilu,


"Aku ingin hidup lagi... Aku tidak ingin menjadi hantu selamanya,"


Lirih hantu Monica begitu sedih,


Namun Zia tampak menggeleng pelan, ia menepuk-nepuk tangan hantu Monica yang dingin seperti es batu,


"Kamu telah membunuh manusia Nona Monica, kamu melakukan kesalahan yang terlalu besar, bagaimana mungkin alam memberikan pemakluman dengan kesalahan seberat itu,"


Ujar Nyonya Zia,


Hantu Monica menggelengkan kepalanya,


"Ta... Tapi... Dia jahat padaku, sangat jahat padaku,"


Kata hantu Monica,


Nyonya Zia menatap iba hantu cantik yang ada di hadapannya, termasuk juga Arya yang kini juga merasa iba melihat sosok hantu cantik yang ia sempat temui di rumahnya dan kasusnya juga tengah ia tangani,


Sungguh, padahal jika saja Monica bisa lebih sabar menunggu Arya menuntaskan kasus itu, tentu saja Arya akan berusaha sekeras-kerasnya menjebloskan Gisela dan kekasih Monica ke dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,


Namun, sayang sekali, Monica justeru tak mampu bersabar sedikit lagi, begitu ingatannya kembali ia malah membunuh Gisela dan membuatnya terancam tak akan bangun selamanya juga,


Parahnya, hantu Monica juga akan terus menjadi hantu yang gentayangan karena apa yang telah ia lakukan,


Kesalahan yang terlalu besar yang ia lakukan, membuat alam akan menghukumnya untuk waktu yang panjang,


"Apa dia akan tetap menjadi hantu?"


Lirih Arya pada Tuan Zion di sebelahnya, yang tampak mengangguk mengiyakan,


"Begitulah yang aku tangkap dari apa yang dikatakan Zia,"


Ujar Tuan Zion,


"Yah tentu saja, seperti aku yang terperangkap menjadi hantu seperti sekarang karena aku juga pernah membunuh,"


Kata sosok hantu none belanda yang sempat Syela melihatnya melintas di depan apartemen,


Arya menghela nafas mendengarkan semuanya,


Arya menelfon Bobi temannya, untuk segera mengurus bukti-bukti yang mereka temukan terkait keterlibatan kekasih Monica dan juga artis pendatang baru Gisela yang malam ini jatuh dari kamar apartemennya,


Ah yah, tentu bukan jatuh, melainkan di lempar oleh Monica, namun hal itu tak akan pernah diberitakan pada khalayak ramai pastinya, karena akan sulit diterima akal sebagian orang jika kematian Gisela adalah dikarenakan sosok hantu,


Arya tengah menelfon Boni dengan serius, tatkala dari lift muncul Tuan Danu Hartanto dan juga beberapa pengawal Alpha,


Mereka para pengawal yang mengenal Arya dengan baik memberi salam, Arya pun memberikan jalan untuk mereka masuk ke ruangan yang tadi ia baru dari sana,


Arya sekali lagi merasa begitu iba melihat Tuan Danu Hartanto yang sepertinya sudah dalam titik berusaha ikhlas jika ada hal yang lebih buruk terjadi,


"Tuan Zion ada di dalam, silahkan,"


Seorang pengawal membantu membukakan pintu ruangan tersebut, dan Tuan Danu Hartanto pun segera masuk ke dalam,


"Ah Tuan Danu, silahkan,"


Sambut Tuan Zion manakala melihat siapa yang datang,


Nyonya Zia dan hantu Monica yang berada tak jauh dari posisi Tuan Zion juga tampak melihat ke arah Tuan Danu Hartanto yang baru datang,


Hantu Monica pun tampak semakin tersedu-sedu melihat sosok Tuan Danu yang telah membesarkannya selama ini,


Nyonya Zia mencoba menenangkan Monica, namun sosok hantu cantik itu tidak bisa,


Tampaknya hantu itu memang sudah benar-benar sangat sedih,


"A... ada apa Tuan Zion dan Nyonya Zia memanggil ke tempat ini? Ada hubungan apa dengan Monica di tempat yang baru saja ada tragedi berdarah yang menimpa Gisela teman Monica itu?"


Tanya Tuan Danu Hartanto dengan nada suara berat,


Tuan Zion merangkul bahu Tuan Danu lalu menepuk-nepuknya pelahan,


"Monica, apa kalian menemukan jiwanya? Apa dia ada di sini? Apa dia akan pulang?"


Tanya Tuan Danu Hartanto lagi,


Nyonya Zia dan Tuan Zion sejenak berpandangan, lalu Nyonya Zia akhirnya mengalah berdiri, untuk mau tidak mau menyampaikan kenyataan sepahit apapun pada Tuan Danu Hartanto.


...****************...