
Baru merasakan kenikmatan sekali dan langsung disuruh puasa, rasanya Arnold tak akan bisa menerima dengan mudah. Laki-laki yang sudah melepaskan status perjakanya itu memutar otak agar bisa mengulangi kegiatan suami istri tanpa membuat Caroline kesakitan.
“Jangan libur dong, Sayang. Baru ngerasain enak masak udahan sih. Liburnya jangan lama-lama, nanti malam kita usaha lagi ya!” pinta Arnold dengan wajah memohon.
Caroline mengernyit. Dia yang merasa kesakitan dan juga perih. Sementara Arnold, masih terlihat segar bugar tanpa rasa sakit sedikit pun.
“Kalau kamu yang ngerasain sakitnya sih, nggak apa-apa. Ini tuh beneran sakit, Band!” balas Caroline tak mau kalah.
Wanita itu segera turun dari kasur dan membersihkan diri. Waktu juga sudah mendekati pagi, mereka harus bersiap untuk pulang dan meninggalkan hotel tempat mereka menginap saat ini.
Beberapa waktu berlalu, Caroline sudah siap dengan riasan wajahnya. Tubuhnya yang wangi, juga wajahnya yang cantik dengan riasan tipis membuat Arnold tak henti-henti memandanginya.
Mereka lalu pulang ke rumah Arnold dan memulai kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya. Saat mobil yang dikendarai Arnold itu tiba di depan gerbang utama rumahnya, Caroline merasakan seperti dejavu.
Dulu, dia datang ke rumah itu sebagai istri Arnold dengan wujud Mazaya. Sekarang, dia kembali datang dengan status yang sama, tapi menjadi dirinya sendiri.
Memasuki halaman rumah mewah itu, rupanya ada mobil asing yang terparkir tepat di depan rumah.
“Kayaknya ada tamu deh!” gumam Arnold setelah berhasil menghentikan mobilnya dengan sempurna.
Pasangan suami istri itu pun segera masuk untuk mengecek siapa yang datang. Rupanya, tamu asing itu adalah Mazaya dan Deriel yang sengaja diundang oleh kakek untuk datang.
Saat tahu Mazaya dan suaminya datang berkunjung, Caroline dan Arnold terlihat saling bertatapan dengan ekspresi canggung. “Aku nggak undang dia kok,” ucap Arnold yang merasa khawatir jika istrinya akan salah paham.
Caroline tersenyum tipis dan langsung menghampiri Mazaya. Terlepas dari hubungan mereka yang kini berstatus istri dan mantan istri Arnold, Caroline masih tetap memganggap Mazaya sebagai temannya.
“Kakek yang mengundang mereka,” sahut sang kakek yang membuat Arnold merasa lega.
Mazaya menatap Caroline. Pantas saja Arnold sangat menyukai wanita itu. Carol memang memiliki aura positif yang belum tentu dimiliki oleh wanita mana pun termasuk dirinya.
“Gimana aku bisa datang kalau tamu di pernikahanku saja belum pulang?” balas Mazaya yang diiringi suara tawa.
“Aku sendiri nggak tau kalau pulang dari pernikahan kamu, malah aku yang nikah.” Caroline melirik Arnold yang sukses membuatnya terkejut dengan pernikahannya sendiri.
Mereka lalu berbasa-basi, dan kakek juga mengajak semua orang untuk makan bersama. Kali ini, Caroline tak bisa masak karena harus menjamu tamu. Dia hanya menyiapkan makanan di meja makan dibantu oleh Mazaya.
Setelah semua siap, Caroline duduk di sebelah Arnold, dan Mazaya duduk di sebelah suaminya, Deriel. Para suami itu saling berhadapan bwgitu pula dengan para istri.
“Kakek sengaja mengundang Mazaya dan suaminya makan di sini, karena kakek ingin memberikan hadiah tiket bulan madu untuk kalian berempat!” ucap sang kakek sebelum memulai acara makan bersama itu.
Mazaya dan suaminya saling berpandangan. Walau bagaimanapun rasanya hadiah berbulan madu sangat berlebihan untuk mereka.
Sementara itu, Caroline tampak antusias mendengarnya. Membayangkan liburan dengan suami dan juga pasangan lain yang dia kenal sepertinya bukan ide yang buruk. Namun, hal berbeda dirasakan oleh Arnold. Bagaimana bisa istri dan mantan istrinya menikmati bulan madu bersama? Ya, walaupun mereka memiliki hubungan baik, tapi bukankah itu akan membuat suasana canggung?
“Aku nggak setuju!” ucap Arnold.
“Kami juga. Terima kasih tawarannya, tapi kami sudah punya rencana sendiri,” sahut Deriel.
***
Halo, apa kabar gaess, maaf menunggu lama, aku masih dalam masa pemulihan, masih belum sehat bener 🤭 tapi jangan lupa mampir ke si kembar Cakra Biru ya, dukung aku selalu. Makasih yang masih setia menungguku 🤗🤗🤗