Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 59


Caroline memulai hidup barunya di Amerika dengan membuka bisnis fashion di sana yang merupakan cabang dari negara asalnya. Di Amerika, dia punya cukup banyak teman dan kenalan, sehingga membuka cabang di sana bukanlah masalah besar untuknya.


Seorang teman memperkenalkannya dengan Keano, seorang pengusaha muda yang membuka toko khusus produk-produk dari negara Indonesia.


Saat ini, Caroline sedang mengunjungi toko milik teman barunya itu untuk belajar banyak, dan kebetulan toko mereka juga bersebelahan sehingga lebih memudahkan Caroline untuk menarik pelanggan yang ingin membeli pakaian dari desainer lokal negaranya.


“Ternyata cukup lengkap ya di sini, ada tempe juga!” gumam Caroline saat berkeliling bersama Keano untuk melihat seisi toko.


Caroline tiba-tiba mengingat kejadian aneh. Dia merasa sangat familier dengan bahan makanan yang terbuat dari olahan kedelai itu.


“Iya ini kita dapat dari warga negara kita yang tinggal di sini, dan kebetulan bisa bikin tempe. Lalu, aku ajak kerja sama buat stok tempe di sini!” balas Keano. “Kalau kamu mau, kamu bisa bawa pulang buat dimasak!”


Caroline garuk-garuk kepala karena malu, lalu dia pun membalas, “Aku nggak bisa masak beginian, yang instan-instan aja aku bisanya!”


Keano menertawakan kejujuran Caroline yang terlewat polos. Sepertinya, mereka bisa menjadi teman sekaligus tetangga yang baik.


Sementara itu, Arnold dan Mazaya saat ini tengah berhadapan dengan sang kakek. Mereka berdua mengutarakan keinginan untuk bercerai yang membuat kakek tampak begitu sedih.


Meski sebenarnya Arnold sudah berulang kali mengutarakan keinginannya untuk mengakhiri pernikahan dengan Mazaya, tapi kakek baru kali ini merasa sangat kecewa. Hal itu karena Mazaya sendiri yang mengungkapkan keinginannya untuk berpisah dengan Arnold.


Mazaya sedikit mengangkat wajah dan menatap kakek tanpa ragu. “Maaf, Kek. Kami sudah mencoba selama setahun ini, tapi hati kami memang tidak bisa dipaksakan. Bukankah Kakek ingin memiliki cucu? Jadi, berikan kesempatan untuk Arnold menikahi wanita yang dicintainya dan memberikan kakek cucu yang banyak!”


Arnold menatap Mazaya yang tengah berbicara dengan suara lembut. Dia jadi semakin yakin, jika Mazaya di hadapannya ini adalah Mazaya asli. Lalu, siapakah Mazaya yang kemarin-kemarin begitu lantang bicara dengannya, sedangkan saat bicara dengan kakek dia begitu manja.


“Kalau begitu, kakek akan kasih jawaban bulan depan. Kakek harap kalian hanya sekedar salah paham saja dan setelah selesai salah paham akan melanjutkan lagi pernikahan kalian!” seru sang kakek yang sepertinya masih tidak rela jika pernikahan cucunya hancur.


“Kek, kami yang menjalani pernikahan ini. Mazaya sendiri yang ingin bercerai. Lalu, apa lagi yang kakek harapkan?” sahut Arnold yang tampak tak setuju.


“Karena bagi kakek, menikah itu hanya sekali seumur hidup. Lihat ayahmu! Meskipun ibumu meninggal lebih dulu, dia tidak menikah lagi sampai akhir hayatnya. Harusnya kamu bisa sesetia itu, Arnold!”


Mendengar ucapan sang kakek yang membanding-bandingkan dirinya dengan sang ayah, Arnold pun merasa emosi dan berdiri dengan kesal. “Kakek nggak perlu bandingkan aku sama dia! Anak kakek itu mengakhiri hidupnya dan aku yakin ibu di Surga juga membenci sikap bodohnya itu!” sentak Arnold. Dia lalu beralih menatap wanita di sampingnya dan kembali berkata, “Mazaya, sementara ini kamu bisa tinggal di rumah ini, dan aku akan tinggal di apartemen. Aku akan carikan rumah yang layak untuk kamu dan urus perceraian kita secepatnya!” ucap Arnold sebelum meninggalkan rumah dengan rasa kecewa yang mendalam.


***


Aku bantu cariin salesnya ntar ya Band 😭 Minta DP kembang kopi dulu sama readers 🥲