
Mazaya tertawa karena komentar yang diucapkan oleh suaminya barusan. Bisa-bisanya Arnold iri karena dia bersikap manis pada pengemis dan bersikap ketus padanya. Padahal, tanpa dia sadari, Arnold-lah yang menjadi alasan dari sikapnya itu.
“Gimana istri bisa baik, emang situ oke?”
Suara tawa Mazaya masih terdengar jelas. Tawa yang begitu renyah dan seolah mengejek. Wanita itu masih tidak menyangka jika Arnold akan mencibir tentang sikapnya yang ketus.
“Nanti aku masakkan sesuatu yang spesial, ikan rasa tempe. Ini resep baru, tapi besok aku akan menghabiskan uangmu untuk ke salon lagi!” kata wanita itu tanpa merasa canggung atau pun sungkan lagi.
Laki-laki itu memicingkan mata dan mendadak jadi kesal. “Aku akan membuang corong kuningmu itu!” ungkapnya dengan kesal.
Mazaya tentu tidak terima. Menurut video tutorial, corong kuning itu adalah jimat yang bisa membuat masakan menjadi enak, dan itu sudah terbukti.
“Berani membuangnya. Aku akan merampok semua uang di dompetmu saat kamu tidur!” balas Mazaya dengan ketus.
Bukannya marah, Arnold malah menoleh ke kanan dan menatap luar mobil melalui kaca jendela. Di saat itulah dia mengembangkan senyum yang sengaja dia tahan. Rupanya, wajah ketus Mazaya bisa menjadi hiburan tersendiri untuk pria itu.
***
Makan malam di rumah Arnold akhirnya tiba. Setelah tidur cukup lama, laki-laki itu sudah mulai terlihat sehat.
Arnold menarik kursi dan menyapa sang kakek yang sudah duduk di meja makan. Setelah duduk di kursinya, Arnold menatap sekeliling dan mencari keberadaan sang istri yang sejak tadi sibuk memasak sampai harus meninggalkannya sendiri di kamar.
“Tuan, hari ini saya masak opor ayam kesukaan Tuan Arnold,” kata Della yang kemudian mengangkat tangan untuk mengambilkan Arnold piring.
Sayangnya, gerakan tangan Della itu dicegah oleh Arnold yang tak ingin dilayani oleh asisten rumah tangganya itu.
Della ikut tersenyum, tapi diam-diam dia mengepalkan tangan merasa geram. Lalu, tak lama Mazaya muncul dengan masakannya.
“Halo, halo, halo! Menu spesial aku udah matang. Pasti Kakek sama Band–” Mazaya menghentikan ocehannya saat sadar sudah salah memanggil suaminya. “Maksudnya, suami aku. Udah nggak sabar sama kreasi baru masakanku, ‘kan? Ini dia hasilnya!”
Wanita itu meletakkan piring berisi tempe goreng yang sengaja dibentuk seperti ikan. Dia menggeser opor ayam buatan Della untuk meletakkan masakannya. “Silakan dicicipi, jangan lupa ratingnya!” ucap wanita itu dengan wajah berseri.
Sepertinya, menjadi istri Arnold membuat banyak perubahan pada jiwa Caroline. Wanita itu awalnya tidak menyukai dapur karena dia lebih suka bersolek. Namun, setelah menjalani kehidupan sebagai Mazaya, pelan-pelan dia pun memahami bagaimana peran seorang istri yang juga harus dihargai oleh suaminya.
Arnold menatap tempe goreng bentuk ikan di hadapannya dengan ekspresi bingung. Memang bentuknya sangat mirip ikan karena Mazaya menggambarnya dengan sangat baik hingga menyerupai ikan sungguhan, meski tetap saja tanpilannya seperti tempe.
“Ini kamu bikin apa sih?” tanya Arnold sambil mencomot tempe goreng masakan sang istri.
Kakek Arnold menahan tawa dengan masakan buatan cucu menantunya itu. Namun, dia tetap akan menikmati apa pun itu masakan Mazaya.
“Ini kreasi baru. Katanya biar semakin disayang cucunya kakek mertua aku. Jadi ini aku buat spesial buat kamu!” kata Mazaya yang kemudian mengambilkan nasi untuk Arnold yang sejak tadi menunggunya.
‘Iya sih, Mazaya yang sekarang memang lebih baik, tapi sepertinya tidak lebih waras!’ batin Arnold dengan tatapan khawatir pada sang istri.
***
Kembang kopinya banyakin 💋💋 ramaikan komen ya gess 😄😄