Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 36


Arnold sengaja pulang awal karena merasa khawatir dengan keadaan Mazaya. Sayangnya, wanita itu malah berpura-pura kuat dan seolah tidak terjadi apa-apa.


Wajah tampan laki-laki itu seketika berubah masam saat mendengar pengakuan dari sang istri bahwa ia menangis hanya karena sebuah drama. Sungguh, itu di luar ekspektasi Arnold yang benar-benar mengkhawatirkan sang istri.


“Kata pelayan kamu kelihatan cemberut dan mau nangis setelah dari salon. Kenapa kamu malah nangisin drama? Harusnya aku yang nangis, karena kamu ngeluarin banyak duit lagi hari ini,” kata Arnold membalas sikap jutek Mazaya padanya.


Bukannya membalas dengan lebih galak seperti biasa, wanita itu malah cengar-cengir dan bersikap manis. Dia merasa bersalah karena memang biaya perawatan wajah dan tubuhnya kali ini lebih mahal dari sebelum-sebelumnya.


“Hehe. Bukannya uangmu banyak. Biaya segitu nggak akan bikin kamu bangkrut, ‘kan?” Mazaya mengedip kedipkan mata. Bersikap manis untuk mengambil perhatian suaminya.


Arnold tersipu malu karena sikap manis Mazaya padanya. Setelah mendapat pertanyaan menohok juga sikap judes, sekarang Mazaya yang manis benar-benar membuat jantungnya berdegup kencang.


“Apa kamu akan menceraikanku kalau aku bangkrut?” tanya Arnold yang sebenarnya ingin balas menggoda Mazaya, tapi rasa gengsi membuatnya tak bisa bebas mengekspresikannya.


“Em, akan aku pikirkan lagi,” jawab Mazaya.


Kening Arnold pun berkerut mendengar jawaban dari sang istri. Dia tak menyangka jika ternyata Mazaya materialistis.


“Kenapa begitu? Kamu aku siksa lahir batin saja kuat bertahan. Kenapa sekarang kamu ingin menyerah kalau aku bangkrut? Kamu hanya mau uangku?” tanya Arnold yang sepertinya mulai panik.


Mazaya menunduk danbterdiam. ‘Karena aku bukan Mazaya. Jadi, apa pun yang terjadi aku juga tetap meninggalkan kamu, Ban.’


Wanita itu lalu mengangkat wajah dan menatap Arnold. “Ya memang siapa yang mau punya suami kejam, arogan, udah gitu miskin lagi!” jawab Mazaya dengan senyum mengejek.


“Mazaya kamu ....”


“Kenapa? Bukannya kamu yang minta perceraian? Aku emang nggak inget kenapa aku mau bertahan, tapi kalau sekarang kamu masih bersikap kayak dulu, mending aku pergi, ‘kan?”


“Aku tidak akan bangkrut. Aku punya banyak aset dan perusahaan. Belanja aja lagi yang banyak!” kata Arnold berusaha menutupi rasa cemasnya.


Jika memang uang yang membuat Mazaya pergi darinya, maka laki-laki itu bisa mengusahakan yang lebih agar istrinya itu bertahan. Dulu, Arnold begitu membenci Mazaya, nyatanya sekarang semua berbalik dan dia menjadi takut kehilangan wanita itu.


“Baiklah. Aku akan nikmati uangmu!” balaa Mazaya sambil mencolek dagu sang suami. Dia beranjak bangun dari sofa dan menyiapkan perlengkapan mandi suaminya.


“Tapi jangan pernah pergi dariku!”


Kata-kata Arnold sukses membuat gerakan Mazaya terhenti. Wanita itu seperti patung saat mendengar kalimat yang meluncur dari bibir suaminya itu. Benarkah Arnold sudah mulai menerima Mazaya? Jika itu benar, maka sebentar lagi jiwa Caroline akan berpisah dari suami Mazaya itu.


***


Mazaya mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan bukti kehamilan Sandra. Dia berusaha menyelinap masuk ke ruangan dokter tempat Sandra memeriksakan kehamilan. Dia sangat berharap ada nama Romy di sana sehingga bosa menjadi bukti yang cukup akurat.


Beruntungnya, Mazaya bisa pergi dari rumah sejak pagi buta untuk menyelinap dan menyamar. Sampai akhirnya, dia berhasil menemukan hasil pemeriksaan yang dia cari.


“Syukurlah. Walaupun tidak disebut jelas nama lengkap Romy, setidaknya ini bisa jadi bukti akurat yang akan aku kirimkan untuk Mama,” gumam Mazaya sembari memotret berkas-berkas yang dia dapat dengan susah payah. “Maaf, Ma. Mungkin Mama akan sangat syok saat melihat ini, tapi aku tahu ini yang terbaik buat kita semua!”


Mazaya dengan cepat menyelesaikan misinya dan mengirimkan bukti-bukti itu pada sang ibu. Sayangnya, saat dia keluar dari ruangan itu dan masih memakai seragam perawat, seseorang menegurnya. “Ngapain kamu dari ruangan dokter? Bukannya ini belum jam kerja dokter kandungan ya?”


***


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋