Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 33


Mazaya membungkam mulut dengan kedua tangan saat mendengar pengakuan mengejutkan dari suaminya itu. Dia tidak menyangka jika pernikahan Mazaya dan Arnold diwarnai dengan pembunuhan seperti yang baru saja laki-laki itu ucapkan.


“Ma-maksudnya? Membunuh bagaimana?” tanya Mazaya dengan wajah tegang, bibirnya bergetar karena takut membayangkan adegan kekerasan yang mungkin sudah dilakukan Arnold pada ayah Mazaya.


Arnold menatap beberapa potret dirinya bersama motor besar berwarna hijau miliknya yang tertempel di dinding. Sudah cukup lama dia tak melihat foto itu sejak meninggalkan kamar yang penuh kenangan.


“Aku yang buat ayahmu meninggal di tempat. Aku yang menabrak ayahmu, Mazaya!”


Benar-benar fakta yang sangat mengejutkan yang akhirnya Caroline tahu. Sekarang, dia mulai paham kenapa Mazaya tidak mau kembali pada Arnold.


Mazaya tidak menangis seperti dugaannya, membuat Arnold semakin yakin ada yang aneh dengan Mazaya. Walaupun orang mengalami amnesia, tapi dia tetap memiliki hati untuk menangis sedih. Kenapa sekarang dia terlihat biasa saja?


“Jadi, kamu menikahi Mazaya karena merasa bersalah sudah membuat ayahnya meninggal?”


“Apa? Ayahnya?” Arnold menyela pertanyaan Mazaya.


Wanita itu mendadak sadar bahwa dia telah salah bicara. Tak ingin membuat suami Mazaya salah paham, dia pun cengar-cengir dan berkata, “Aku kan masih belum ingat apa-apa. Jadi kadang masih bingung kalau aku ini Mazaya. Aku pikir aku ini putri keraton mana gitu.”


Arnold memegang pundak Mazaya dan menatap istrinya itu dengan mimik muka serius. Dia benar-benar penasaran dengan sikap istrinya yang sangat jauh berbeda dengan Mazaya yang asli.


“Ban, apa kita menikah karena alasan itu? Kamu merasa bersalah karena sudah membuat ayahku meninggal?” Mazaya sengaja bertanya sebelum Arnold semakin curiga dengan sikapnya. Walau memang tak akan ada gunanya Arnold curiga karena ini memang tubuh asli Mazaya.


“Ya. Kita menikah karena ayahmu meninggal. Tapi, bukan karena aku merasa bersalah. Itu karena kakek. Dia bilang, kalau aku tidak menikahimu semua harta yang kami punya akan diberikan sama kamu sebagai ganti karena aku telah menghilangkan nyawa ayahmu dalam kecelakaan itu,” jawab Arnold masih dengan tatapan tajam dan tangan yang mencengkeram pundak Mazaya.


“Aku benci karena menikahi gadis lemah yang menjijikkan bahkan tidak bisa merawat diri seperti kamu yang dulu, tapi aku suka sikap kamu yang sekarang. Teruslah menjadi seperti ini! Jangan kembali menjadi gadis bodoh seperti dulu!” kata Arnold yang kemudian melepaskan tangannya dari pundak Mazaya, dan berjalan menuju tempat tidur.


Mazaya terpaku mendengar pernyataan Arnold barusan. Bukankah itu artinya, dia memang tidak menyukai Mazaya yang asli karena sikapnya, bukan hanya karena fisiknya?


Di kamar itu juga ada beberapa koleksi miniatur motor milik Arnold. Beberapa poster dan juga foto yang menunjukkan bahwa laki-laki itu adalah penggemar berat motor besar, tapi sekarang Mazaya sama sekali tidak pernah melihat Arnold mengendarainya. Bahkan, motor itu tidak ada di garasi rumah.


“Di sini nggak ada sofa! Kamu mau tidur di mana?” tanya Arnold yang membuat Mazaya celingukan mencari tempat yang pas untuk tidur.


Kamar lama Arnold memang tidak seluas kamarnya yang biasa ditempati. Hanya ada kasur kecil dan kursi yang menghadap pada meja kecil. Tidak mungkin juga Mazaya tidur di kursi itu.


“Tidur di sini saja. Di kamar ini tidak ada karpet. Nanti kalau kamu sakit juga, aku yang kena marah sama kakek!”


“Ti-tidur seranjang sama kamu?” tanya Mazaya yang menjadi gugup karena penawaran Arnold.


“Iya, kamar kita masih dibersihkan, mungkin besok baru bisa dipakai. Memangnya kamu mau tidur di kamar lamamu dan bikin kakek bertanya-tanya?”


***


Ramekan dulu komennya, jangan lupa besok senin kasih vote yess 😂 kalau nggak aku lempar corong kuning nih 😂😂😂