Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 60


Mazaya dan Arnold resmi berpisah rumah. Mazaya menunggu keputusan cerai dan memenuhi permintaan Arnold yang masih berstatus sebagai suaminya untuk menunggu di rumah itu. Sementara Arnold sendiri pindah ke apartemen sambil mencarikan rumah layak untuk Mazaya.


Kakek Arnold masih berupaya untuk mencegah perceraian antara Mazaya dan cucunya. Laki-laki tua itu menyuruh Mazaya untuk memasak dan mengirimkan ke kantor Arnold. Kakek berharap dengan cara ini, Mazaya dan Arnold bisa semakin lebih dekat dan mungkin akan berpikir ulang tentang perceraian.


Namun, saat Mazaya datang ke kantor Arnold saat itu juga dia tidak sengaja bertemu dengan Deriel. Entah apa keperluan laki-laki itu di kantor Arnold, rasa penasaran membuat Mazaya mengikuti laki-laki itu dan lupa dengan tujuannya datang ke kantor sang suami.


Sayangnya, saat Mazaya diam-diam mengekor di belakang Deriel, rupanya Arnold memergoki aksinya itu. “Kamu ngapain di sini?” tanya Arnold yang kini berdiri tepat di belakang Mazaya.


Mazaya menoleh ke belakang dan melihat Arnold juga Dion yang memergokinya tengah berkeliaran di area kantor. Dia menatap wajah garang Arnold dan memasang muka memelas.


“Ta-tadi, aku ... a-aku lagi antar makanan buat kamu, atas perintah kakek,” jawab Mazaya sembari menunjukkan makanan yang dibawanya pada Arnold dan Dion.


“Tapi itu bukan ke ruanganku, Mazaya! Kamu lupa ruanganku? Kenapa nggak minta antar resepsionis?” tanya Arnold kian curiga.


“Tuan, seharusnya Nyonya Mazayabsudah hapal karena sudah dua kali datang, dan yang kedua itu juga tanpa pemberitahuan,” sahut Dion.


Ingatan Dion memang tidak keliru. Mazaya memang sudah dua kali ke kantor itu, tapi saat Caroline yang memasuki tubuhnya. Wajar jika Mazaya asli sekarang tidak mengingat peristiwa itu. Lagipula, dia memang tadi sengaja mengikuti Deriel.


“Maaf, kayaknya aku kurang fokus!” ucap wanita itu dengan wajah tertunduk.


Tak hanya Arnold yang merasa aneh dengan sikap Mazaya, Dion pun turut merasakan hal yang sama. Wanita yang dilihatnya saat ini, terasa seperti Mazaya yang sejak awal dikenalnya, bukan Mazaya yang bersifat bar-bar dan tampil percaya diri.


Karena sudah terlanjur datang, Arnold pun mengajak Mazaya ke ruangannya. “Kakek terus maksa kamu biar kita membatalkan perceraian, apa kamu tidak akan terpengaruh?” tanya laki-laki itu saat Mazaya menyajikan makanan yang dibawanya.


“Aku nggak akan terpengaruh kok. Aku tetap ingin kita bercerai. Tapi, aku mau tanya satu hal sama kamu!”


Mazaya sebenarnya merasa tidak enak hati, tapi demi menghilangkan rasa penasaran dan sekaligus meyakinkan Arnold bahwa dia sudah melepaskannya, wanita itu pun memberanikan diri untuk bertanya, “Aku tadi lihat ada orang yang masuk ke tempat tadi, namanya Deriel. Dia yang waktu itu ketemu di minimarket. Apa dia kerja di sini?”


Arnold mengerutkan kening. Dari sekian banyak karyawan yang bekerja di perusahaannya, hanya beberapa orang tertentu saja yang dikenalnya. Namun, untuk bisa menjawab pertanyaan Mazaya, Arnold pun mulai mengetikkan nama itu di komputernya. “Siapa nama lengkapnya?”


“Namanya, Deriel Frederiko!”


Arnold mengetikkan nama lengkap yang Mazaya sebutkan itu dan menemukan sebuah data yangbternyata cocok. Laki-laki yang bertemu dengannya beberapa waktu lalu, rupanya memang baru beberapa bulan ini bergabung dengan perusahaannya.


“Apa dia mantan pacarmu itu?” tanya Arnold setelah membaca semua isi data Deriel di komputernya.


Mazaya mengangguk. Sekarang, dia sudah tidak merasantakut dengan Arnold karena mereka sudah memutuskan untuk mengakhiri pernikahan itu.


“Kalau kamu mau, aku bisa atur biar dia datang ke sini, dan kamu bisa ngobrol dengannya! Tapi, aku juga punya syarat!” Arnold menyeringai, merasa menang. Dia bisa memaksa Mazaya untuk menjelaskan apa maksud dari kejadian di bukit yang membuatnya merasa kehilangan seseorang padahal Mazaya jelas masih ada di depan matanya.


“Syarat apa?” Mazaya menatap suaminya dengan curiga.


“Syaratnya, kamu harus jelaskan semua dengan rinci apa yang terjadi sama diri kamu!”


***


Nggak bisa gitu dong, Band. Aturannya gak gitu ih nyebelin 😑


Jangan lupa minum air putih gaes, kebanyakan kopi juga gak bagus 🤭 jaga kesehatan ya lope ❤️