Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 61


Mazaya mengerutkan kening saat mendengar penawaran Arnold yang bersedia membantunya mencari tahu tentang Deriel dengan syarat. Masalahnya, syarat yang diajukan oleh Arnold itu tak bisa Mazaya penuhi. Hal itu karena Mazaya tidak memiliki izin dari Raffaello untuk menceritakan pertukaran jiwanya dengan Caroline pada orang lain.


“Maaf, aku nggak bisa cerita. Ini masalah rumit yang nggak akan bisa diterima oleh logika kamu. Jadi, ajukan syarat yang lain saja!” putus Mazaya setelah diam dan memikirkan dengan matang-matang jawabannya.


Dia tidak berani melawan Arnold karena Mazaya bukanlah Caroline yang pemberani. Namun, sepertinya jawaban yang dilontarkan oleh Mazaya itu membuat Arnold semakin tidak puas diri.


“Nggak bisa! Menurutku ini sesuatu yang aneh. Waktu itu, aku ikuti kamu sejak dari rumah sakit sampai ke bukit. Kamu turun dari mobil ambulans bawa tubuh Caroline yang koma dan kamu sendirian yang dorong kursi rodanya sampai ke bukit.”


Arnold masih mengingat jelas apa yang terjadi pada waktu itu. Hal itu membuat Mazaya tak bisa berkata-kata lagi. Arnold memang menyaksikan semuanya, tapi dia masih tidak bisa membuka mulut karena tidak yakin semua akan baik-baik saja jika dia mengatakan pada Arnold tanpa izin dari Raffaello. Apalagi, sekarang Raffaello sudah tidak muncul lagi dan membuat Mazaya semakin bingung.


“Yang paling aneh lagi, kenapa aku lihat bayangan Caroline ada di tubuh kamu, dan bayangan kamu sendiri sedang menggandeng tubuh Caroline yang koma. Itu sangat aneh, Mazaya!” imbuh Arnold dengan suara yang penuh penekanan.


“Kamu nggak seharusnya lihat itu, Arnold!” balas Mazaya masih tetap pada pendiriannya.


Arnold mengembuskan napas pelan sembari memejamkan mata dengan tangan terkepal. Dia masih berusaha menahan emosi yang sejak tadi hampir meluap.


“Terus, kenapa aku diperlihatkan hal itu kalau memang nggak seharusnya aku melihatnya?” Rahang laki-laki itu mulai mengeras seiring dengan emosi di dadanya yang meletup-letup. Hanya saja, sekarang dia mulai bisa menjaga tekanan dan nada bicaranya. “Setelah petir itu datang, kalian menghilang. Caroline tiba-tiba sadar dari koma, dan kamu kembali seperti diri kamu yang sejak awal. Apakah, kalian melakukan ritual pertukaran jiwa?” tanya Arnold yang memelankan suaranya saat tiga kata terakhir itu dia ucapkan.


Mazaya makin dibuat syok dengan pemikiran Arnold. Sepertinya, memang dia harus mengakui semua dengan jujur karena Arnold akan terus mendesak dan menghantuinya jika belum mendapat jawaban yang memuaskan kepalanya itu.


Mazaya pun melanjutkan ceritanya dan menjelaskan semua pada Arnold. Laki-laki itu mendengarkan dengan serius. Meski memang sangat tidak masuk akal, tapi dia merasa lega karena semua keanehan yang menimpanya akhirnya terjawab.


“Jadi, wanita yang suka masak aneh-aneh pakai corong segala itu Caroline, bukan kamu?” tanya Arnold dengan wajah bahagia yang mulai menghiasi wajah tampannya.


Mazaya mengangguk pelan. “Sekarang giliran kamu yang tepati janji!” ucap Mazaya usai menjelaskan semua pada Arnold yang masih berstatus sebagai suaminya.


Tanpa banyak bicara lagi, Arnold segera meminta Dion untuk memanggil Deriel ke ruangannya. Mazaya yang mendengar saat Arnold memberi perintah pada Dion pun merasa sangat syok. Kenapa tidak memberi tahunya dulu?


“Aku sudah panggil dia. Janjiku sudah aku penuhi, ‘kan? Oh iya, satu hal lagi. Dia baru bekerja beberapa bulan di sini, saat melamar pekerjaan dia belum menikah. Kalau untuk statusnya sekarang, kamu bisa tanyakan langsung!” Laki-laki itu bergegas meninggalkan istrinya untuk bisa berbicara berdua dengan laki-laki lain.


Arnold harus segera mengurus perceraiannya dengan Mazaya dan mencari keberadaan Caroline. Masalahnya, tidak ada yang bisa tanyai mengenai wanita itu kecuali Romy dan Sandra yang pasti tahu banyak tentang kehidupan Caroline.


***


Aku juga tau banyak kok Band. Nggak mau tanya aku aja, bawa sekaleng astor gitu 🙃🙃