Rahasia Istri Culun

Rahasia Istri Culun
RIC ° Bab 38


Arnold mulai mengawasi Mazaya dengan ketat usai kejadian kabur pagi-pagi buta itu. Dia berhasil mendapat informasi dari sang sopir bahwa sang istri meminta sopirnya itu untuk mengantar ke rumah sakit. Namun, sayangnya sopir itu tak mengetahui apa tujuan Mazaya datang ke sana.


Sementara itu, ibu Caroline akhirnya menerima email yang dikirim oleh Mazaya. Saat pertama kali membukanya, wanita itu sama sekali tidak menyangka bahwa dua orang yang ada di video itu adalah Romy dan Sandra.


Hatinya terasa sesak dan sakit saat melihat kelakuan sang calon menantu yang telah menghamili wanita yang selama ini sudah dianggap seperti anak sendiri. Ditusuk dari belakang oleh orang-orang yang sangat dipercayainya. Bahkan, putrinya hampir saja menjadi istri laki-laki tak bertanggung jawab itu.


“Kurang ajar sekali!” Mama Caroline mengepalkan tangan kuat-kuat dan berniat untuk membalas perbuatan Romy juga Sandra pada sang putri.


Mama Caroline yang bernama Seila itu pun akhirnya membalas email dari orang yang memakai akun misterius itu. Meski tidak tahu untuk tujuan apa seseorang mengirimkan berkas, tapi yang jelas bukti perselingkuhan Romy itu sudah membuka mata dan pikiran mama Caroline.


**


Usai mengunjungi sang putri di rumah sakit, mama Caroline mendatangi perusahaan Romy, di mana Sandra juga bekerja di sana. Wanita itu membawa buah tangan yang cukup besar sebagai kado untuk kehamilan Sandra.


Sesampainya di ruangan Romy, Sheila tidak melihat Sandra di sana. Padahal, wanita itu sudah membawa banyak hadiah untuk sahabat anaknya itu.


“Tante!” Romy berdiri menyambut kedatangan sang calon mertua dengan gugup. “Tumben ke sini!”


Laki-laki itu melirik sopir calon mertuanya yang sedang membawa kotak besar. Dia tak tahu apa isi kotak itu, tapi melihat raut muka sang calon mertua, Romy jadi memiliki perasaan yang buruk.


“Di mana Sandra? Dia masih kerja di sini, ‘kan?” tanya Sheila yang tak mau membalas sapaan Romy dan justru mengajukan pertanyaan yang lain.


“Em, ma-masih kok, Tante. Sandra sepertinya izin keluar tadi. Ada apa?” Romy semakin gugup saat ditanya mengenai selingkuhannya itu. Firasatnya mengatakan bahwa sang calon mertua sudah mengetahui kebusukannya yang telah berselingkuh dengan Sandra.


“Nggak apa-apa. Saya cuma ada perlu sama Sandra!” timpal mama Caroline dengan wajah datar.


Romy semakin gelagapan dan bingung. Bagaimana menjelaskan pada mama Caroline yang datang secara mendadak seperti ini. Beberapa menit berikutnya, ternyata Sandra masuk dan membawakan kopi untuk Romy.


Wanita itu hendak berbalik, tapi Sheila dengan cepat mencegahnya.


“Tunggu, Sandra. Tante ke sini mau ketemu kamu. Buat kasih hadiah dari Carol,” cegah mama Caroline kemduian.


Mau tak mau, Sandra pun menurut dan menghampiri mama Caroline. “Ha-hadiah apa, Tante?” tanya Sandra berusaha tenang meski hatinya merasa sangat gugup.


Romy mengerutkan kening. Dia bingung dengan maksud sang calon mertua yang menyebut bahwa dirinya membawa hadiah dari Caroline. Padahal, jelas-jelas Caroline masih dalam keadaan koma saat ini.


“Pak, tolong kasih Sandra. Biar dia buka di sana, pasti dia suka!” perintah mama Caroline pada sopirnya dengan menunjuk ke arah sofa di ruangan Romy.


Sang sopir mengangguk dan membawa hadiah itu ke meja. Lalu, setelahnya laki-laki itu berpamitan keluar.


Sandra dengan ragu-ragu mendekati hadiah yang sangat besar itu. Sementara mama Caroline memaksa wanita hamil itu untuk segera membuka hadiahnya.


Romy yang melihatnya sejak tadi ikut berdebar karena hadiah yang dibawa oleh mama Caroline. Lalu, dengan sedikit paksaan, Sandra pun membuka hadiah yang dikhususkan untuknya itu.


Mata Sandra membulat sempurna saat membuka penutup kotak besar itu. Romy jadi waswas melihat ekspresi sang sekretaris yang terlihat syok.


“I-ini maksudnya apa, Tante?” tanya Sandra sembari mengeluarkan isi dari kotak besar yang juga membuat Romy syok.


***


Kembang kopinya jangan lupa 💋💋💋